Rabu, 30 Mei 2012

♥ TANDA CINTA KEPADA ALLAH SWT ♥


Bismillahir rohmanir rohiim.
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakhatuhu.
.

♥ TANDA CINTA KEPADA ALLAH SWT ♥

●▬▬▬▬▬▬▬▬●ஜ۩۞۩ஜ●▬▬▬▬▬▬▬▬●


.
Sahabat Saudaraku Fillah...

Ramai manusia yang mengaku mencintai Allah tetapi kebanyakan kata-kata mereka tidak lepas dari kerongkong-kerongkong mereka. Cinta itu ada tandanya untuk dikenal pasti yang manakah cinta palsu dan yang manakah cinta yang hakiki.

Ketahuilah cinta itu seperti magnet yang akan menarik kekasih kepada kekasihnya. Orang yang mencintai seseorang akan suka bertemu dengan kekasihnya. Orang yang berkasihkan Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak merasa berat untuk bermusafir dari tanah airnya untuk tinggal bersama Kekasihnya menikmati nikmat pertemuan denganNya.

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang suka bertemu Allah Swt, maka Allah Swt suka bertemu dengannya.” Sebagian salaf berkata: “Tidak ada suatu perkara yang lebih disukai Allah Swt pada seseorang hamba selepas hamba tersebut suka untuk bertemu dengan-Nya daripada banyak sujud kepada-Nya, maka dia mendahulukan kesukaannya bertemu Allah Swt dengan memperbanyakkan sujud kepada-Nya.”

Sufyan al Thauri dan Bisyr al Hafi berkata: “Tidak membenci kematian melainkan orang yang ragu dengan tuhannya karena kekasih itu pada setiap masa dan keadaan tidak membenci untuk bertemu dengan kekasihnya."

Allah SWT berfirman,"Maka cita-citakanlah mati (supaya kamu dimatikan sekarang juga), jika betul kamu orang-orang yang benar". (al-Baqarah: 94)

Seseorang itu tidak suka kepada kematian kadang kala disebabkan kecintaannya kepada dunia, sedih untuk berpisah dari keluarga, harta dan anak-anaknya. Ini menafikan kesempurnaan kasihnya kepada Allah Swt karena kecintaan yang sempurna akan menenggelamkan seluruh hatinya.

Namun, ada kalanya seseorang itu tidak suka kepada kematian ketika berada pada permulaan makam Mahabbatullah. Dia bukan membenci kematian tetapi tidak mau saat itu dipercepatkan sebelum dia benar-benar bersedia untuk bertemu dengan Kekasihnya. Maka dia akan berusaha keras untuk menyiapkan segala kelengkapan dan bekal sebelum menjelangnya saat tersebut. Keadaan ini tidak menunjukkan kekurangan kecintaannya.

Orang yang mencintai Allah Swt sentiasa mengutamakan apa yang disukai Allah Swt daripada kesukaan zahir dan batinnya. Maka dia akan sentiasa merindukan amal yang akan mendekatkannya kepada Kekasihnya dan menjauhkan diri daripada mengikut nafsunya.

Orang yang mengikut nafsunya adalah orang yang menjadikan nafsu sebagai tawanan dan kekasihnya, sedangkan orang yang mencintai Allah Swt meninggalkan kehendak diri dan nafsunya karena kehendak Kekasihnya. Bahkan, apabila kecintaan kepada Allah Swt telah dominan dalam diri seseorang, dia tidak akan lagi merasa seronok dengan selain Kekasihnya.

Sebagaimana diceritakan, bahwa setelah Zulaikha beriman dan menikah dengan Nabi Yusuf a.s, maka dia sering bersendirian dan bersunyi-sunyian beribadat serta tidak begitu tertarik dengan Yusuf a.s sebagaimana sebelumnya.

Apabila Yusuf AS bertanya, maka dia berkata: “Wahai Yusuf! Aku mencintai kamu sebelum aku mengenali-Nya. Tetapi setelah aku mengenali-Nya, tidak ada lagi kecintaan kepada selainNya, dan aku tidak mau menukarnya”. (Ihya’ Ulumiddin, Imam al Ghazali Jilid 5 H: 225)

Kecintaan kepada Allah Swt merupakan sebab Allah Swt mencintainya. Apabila Allah Swt telah mengasihinya, maka Allah Swt akan melindunginya dan membantunya menghadapi musuh-musuhnya. Musuh manusia itu ialah nafsunya sendiri. Maka Allah Swt tidak akan mengecewakannya dan menyerahkannya kepada nafsu dan syahwatnya.

Oleh yang demikian Allah berfirman,"Dan Allah lebih mengetahui berkenaan musuh-musuh kamu, (oleh itu awasilah angkara musuh kamu itu). Dan cukuplah Allah sebagai pengawal yang melindungi, dan cukuplah Allah sebagai Penolong (yang menyelamatkan kamu dari angkara mereka)". (al-Nisa’: 45)

Orang yang mencintai Allah Swt, lidahnya tidak pernah terlepas dari menyebut nama Kekasih-Nya dan Allah tidak pernah hilang dari hatinya. Tanda cinta kepada Allah Swt, dia suka menyebut-Nya, suka membaca al Quran yang merupakan kalam-Nya, suka kepada Rasulullah SAW dan suka kepada apa yang dinisbahkan kepada-Nya.

Orang yang mencintai Allah Swt kegembiraan dan keseronokannya bermunajat kepada Allah Swt dan membaca Kitab-Nya. Dia melazimi solat tahajjud dan bersungguh-sungguh beribadah pada waktu malam yang sunyi dan tenang. Siapa yang merasakan tidur dan berbual-bual lebih lezat daripada bermunajat dengan Allah, bagaimanakah hendak dikatakan kecintaannya itu benar?

Orang yang mencintai Allah Swt tidak merasa tenang melainkan dengan Kekasihnya. Firman Allah,"(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikrullah. Ketahuilah, dengan zikrullah itu, tenang tenteramlah hati manusia". (al Ra’d: 28)

Orang yang mencintai Allah Swt tidak merasa sedih jika kehilangan sesuatu dari dunia ini tetapi amat sedih jika hatinya tidak lagi memiliki cinta kepada Allah Swt. Besar kesalahan baginya jika ada saat-saat yang berlalu tidak diisi dengan zikrullah dan ketaatan kepadaNya, apatah lagi jika melakukan larangan Allah Swt.

Orang yang mencintai Allah Swt juga merasa nikmat dan tidak berasa berat melakukan ketaatan. Dia tidak merasa ketaatan yang dilakukan semata-mata karena tunduk dengan perintah-Nya tetapi dilakukan karena kecintaan terhadap Kekasihnya. Imam al Junaid r.a berkata: “Tanda orang yang cinta Allah Swt, sentiasa bersemangat dan cerdas melakukan amal ibadah dan hatinya tidak pernah lalai dan letih daripada mengingatiNya. Dia tidak pernah merasa sakit menghadapi hinaan orang-orang yang mennghinanya karena melaksanakan perintah Allah Swt. Semua yang datang dari Kekasihnya sama ada suka atau duka diterima dengan hati yang gembira dan reda.

Orang yang telah mengenal dan merasakan cinta Allah Swt tidak akan tertarik dengan cinta yang lain. Itulah magnet cinta Allah Swt. Alangkah ruginya orang yang hatinya tidak ingin mengenal cinta Allah, cinta yang hakiki dan sejati.

(Sumber : mutiarahati68)

Silahkan yang mau taq/share foto ini dan jangan lupa juga taq sahabat yang lain,Semua untuk kita dan kepentingan syiar Islam.
Semoga bermanfat untuk kita semuanya, Aamiin Allahumma Aamiin...

Wa billahi Taufiq Walhidayah Wassalamu Alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakhatuhu.
:) Keep Smile.. Keep Istiqomah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar