Rabu, 30 Mei 2012

RAHASIA DO'A DIKABULKAN ...


 

Saudaraku, setelah tarawih tadi kami mendapatkan sebuah artikel yang menarik tapi penulisnya disini tidak disebutkan yaitu tentang tips agar doa dikabulkan. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi renungan kita semua. aamiin.
_________________________

... “Kenapa sih doa ku ga dikabulkan? katanya Allah Maha Mengabulkan? tapi apa buktinya?” “Padahal aku dah berdoa dan berusaha, kenapa tidak dikabulkan?”

Mungkin selalu dalam kehidupan kita sering bertanya kira kira seperti di atas, bahkan sudah banyak orang-orang sudah tidak percaya lagi dengan doa karena merasa apapun doa yang dia lakukan hasilnya nihil,tidak bisa menghadapi kenyataan yang ada, sehingga jadi orang yang ingkar dan tidak percaya dengan Allah, naudzubillah… nah,berikut saya mencoba jelaskan kepada sobat bagaimana rahasia agar doa kita dikabulkan dengan kemungkinan lebih besar, dan tentu saja semua hasilnya kembali kepada Allah dengan kepercayaan dan keikhlasan. Allah berfirman:

“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan do’amu.” (QS. Al-Mu’min 40:60) Tipe terkabulnya doa ada dua yaitu cash dan delayed. Pengabulan do’a ada yang cash (langsung/kontan). Misalnya, saat tahajud kita minta jodoh yang shaleh. Ternyata, siang harinya ada yang melamar dan besoknya menikah. Inilah do’a yang cash (kontan). Ada juga do’a yang delayed (tertunda / ditangguhkan). Misalnya, hari ini kita berdo’a, tetapi dikabulkannya baru lima tahun kemudian. Inilah do’a yang delayed (ditangguhkan). Bahkan ada juga do’a yang pengabulannya tidak di dunia, tetapi menjadi deposito amal shaleh kita di akhirat. Ini juga merupakan bentuk pengabulan do’a yang delayed (ditangguhkan).

Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada seorang muslim yang menghadapkan mukanya kepada Allah untuk berdo’a, kecuali Allah akan mengabulkannya (memberikannya). Kadang-kadang, pengabulannya dipercepat (cash) dan kadang diperlambat/ditanggauhkan (delayed).” (HR. Ahmad dan Hakim) Secara manusiawi, apabila permohonan kita tidak atau belum terkabulkan, kita merasa sumpek. Padahal, kemungkinan besar ini yang terbaik untuk kita. Ingat, ilmu kita sangat terbatas, sementara ilmu Allah swt. Maha luas.

Hal ini dijelaskan oleh Allah: “Bisa saja kamu membenci sesuatu padahal hal itu baik untuk kamu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal hal itu buruk bagi kamu. Dan Allah-lah yang mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 2:216)

“Bisa saja kamu membenci sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa 4:19)

Prinsip-prinsip di atas harus dipegang teguh agar kita tidak berprasangka buruk kepada Allah swt. dan tidak putus asa dari rahmat dan karunia-Nya.

Adapun trik agar do’a kita lebih berpeluang untuk dikabulkan adalah sebagai berikut,

1. Awali Do’a dengan Asmaul Husna. “Allah mempunyai Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu…” (QS. Al-A’raf 7:180) Asmaul Husna artinya nama-nama Allah yang baik, seperti Ar-Rahman (Maha Pemurah), Al Hakiim (Maha Bijaksana), Ar-Rahiim (Maha Penyayang), Al Kariim (Maha Dermawan), Al ‘Aliim (Maha Mengetahui), dan lain-lain. Merujuk pada ayat ini, ketika kita akan meminta sesuatu pada Allah swt., maka awali dengan asmaul husna yang kita hafal, misalnya Ýa Rahmaan, Ya Rahiim, dan lain-lain. setelah itu baru kita berdo’a. Berapa kali Asmaul Husna yang harus kita baca pada awal do’a ?

Tidak ada satu dalil pun yang shahih yang menjelaskan jumlahnya. Jadi, baca saja semampu dan semau kita, sesuaikan dengan situasi dan kondisi. Namun, alangkah baiknya kalau Asmaul Husna yang kita baca itu ada korelasi (hubungan) dengan permintaan kita, misalnya kalau minta ilmu, awali dengan Ya ‘Aliim (WahaiYang Maha Tahu), Ya Hakiim (Wahai Yang Maha Bijaksana). Kalau minta ampun, kita awali dengan Ya Ghafuur (Wahai Yang Maha Pengampun), Ya Rahiim (Wahai Yang Maha Penyayang), dan lain-lain.


2. Ucapkan Kalimah Tauhid Setelah membaca Asamul Husna, lalu kita ucapkan Kalimah Tauhid, yaitu pernyataan yang mengekpresikan keimanan kita kepada Allah swt. Kita nyatakan bahwa Allah swt. itu Maha Tunggal, Maha Berkuasa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan lain-lain. Adapun Kalimah Tauhid yang sebaiknya kita baca saat berdo’a adalah sebagai berikut,

[Allahumma inni as aluka bi anni asyhadu annaka antallahu laa ilaaha illa antal ahadu shamadul ladzi lam yalid wa lam yuulad wa lam yakun lahu kufuwan ahad ] “Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ya Allah, dengan bersaksi bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah Yang tiada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Tunggal dan Yang menjadi tempatku bergantung, Yang tidah beranak dan tidak diperanakkan, serta tak ada yang menyamai-Mu seorang pun.” (H.R.Abu Daud, Tirmizdi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Hakim)

[Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru, Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir, laa ilaaha illallaahu, walaa haula walaa quwwata illa billaah]

“Tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya pula segala puji, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada daya serta tak ada kekuatan selain dengan kekuatan yang datang dari Allah.” (H.R.Thabrany)

3. Iringi do’a dengan prasangka baik. Berdo’a harus diiringi dengan prasangka baik kepada Allah swt. bahwa Dia akan selalu mengabulkan do’a kita. Apabila do’a belum dikabulkan, kita harus yakin bahwa apa yang kita pinta mungkin menurut Allah swt. kurang baik, karena itulah Dia tidak mengabulkan permintaan kita, atau tanpa kita sadari Allah telah menggantinya dengah yang lebih baik. Yakinlah, Allah swt. hanya akan mengabulkan permintaan yang sekiranya akan menjadi kebaikan untuk diri kita.

“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla berfirman: “Aku akan mengikuti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdo’a kepada-Ku”. (H.R.Bukhari dan Muslim)

Maksudnya, kalau kita menyangka Allah itu Maha Penyayang, maka Dia akan menyayangi kita. Kalau kita menyangka Allah itu akan mengabulkan do’a kita, maka Dia akan mengabulkannya selama yang kita mintakan itu akan menjadi kebaikan.

4. Berdo’a dengan hati yang mantap Allah akan mengabulkan do’a yang lahir dari hati yang sungguh-sungguh (mantap), karena itu bersungguh-sungguh dan optimislah bahwa do’a kita bakal dikabulkan-Nya.

“Wahai manusia, jika kamu memohon kepada Allah ‘azza wa jalla, mohonlah langsung kehadirat-Nya dengan keyakinan yang penuh bahwa do’amu akan dikabulkan, karena Allah tidak akan mengabulkan do’a yang keluar dari hati yang lalai.” (H.R.Ahmad)

5. Berdo’a dengan kerendahan hati dan suara lembut Kebalikan dari rendah hati adalah sombong. Kalau kita ingin do’a kita dikabulkan, kikislah serta kuburlah sifat-sifat sombong atau takabur. Ketahuilah, Allah hanya akan mengabulkan do’a orang-orang yang rendah hati.

“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf,7 : 55)

Selain dengan rendah hati, berdo’a sebaiknya dilakukan dengan suara yang lembut, karena Allah itu maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Kita tidak perlu berdo’a dengan berteriak. Rasulullah saw. pernah menegur sejumlah shahabat yang berdo’a dengan berteriak-teriak, Sabda Nabi saw.:

“Hai Manusia, sesungguhnya Dzat yang kamu seru itu tidak tuli dan tidak jauh, sesungguhnya Tuhan yang kamu seru itu ada diantara kamu, bahkan diantara leher kamu !” (HR. Muttafaq ‘Alaih)

6. Ulangi Permintaan sebanyak tiga kali Saat berdo’a, Rasulullah saw., suka mengulanginya hingga tiga kali. “Nabi saw., apabila berdo’a, beliau mengulanginya tiga kali, dan apabila meminta, juga mengulanginya tiga kali.” (H.R.Muslim).

7. Iringi do’a dengan ikhtiar (usaha) Do’a dan ikhtiar bagaikan dua sisi dari satu mata uang. Keduanya saling melengkapi, tidak bisa dipisahkan. Kalau kita minta ilmu, barengi dengan belajar, minta harta, dampingi dengan usaha, minta sukses dalam karier, iringi dengan kerja keras, minta kesembuhan, ikuti dengan pengobatan, dan lain-lain.

“…Bekerjalah (berusahalah) kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman akan melihat pekerjaan (ikhtiar)mu itu…” (QS. Attaubah 9:105)

Kesimpulannya, setiap do’a yang kita panjatkan pasti akan dikabulkan Allah swt. Adapun bentuk pengabulannya, ada yang langsung, ada pula yang di tangguhkan hingga beberapa bulan atau tahun, bahkan ada yang ditangguhkan sampai hari akhirat, menjadi deposito pahala di akhirat nanti. Agar do’a berpeluang dikabulkan, kita harus mengawalinya dengan Asmaul Husna, mengucapkan Kalimah Tauhid, berprasangka baik pada Allah, optimis, lakukan dengan rendah hati, ulangi beberapa kali, dan iringi dengan usaha. Inilah tips agar doa kita dikabulkan oleh Allah,

Semoga bisa diamalkan untuk saudaraku semua. Wallahu A’lam.

RUMAHMU ADALAH SURGAMU



Seorang wanita perlu mengetahui bahwa tempat asalnya berdiam adalah dalam rumahnya, dan rumah ini pula yang menjadi tempatnya bekerja. Dalil-dalil dari syariat yang mulia telah menetapkan dan mempersaksikan tentang hal ini, di antaranya:

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman kepada Ummahatul Mukminin:
...
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

“Dan tetaplah kalian tinggal di rumah-rumah kalian.” (Al-Ahzab: 33)

Makna ayat ini, kata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah, adalah perintah untuk selalu menetap dalam rumah. Walaupun sasaran pembicaraan dalam ayat ini ditujukan kepada para istri Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam namun secara makna wanita selain mereka juga termasuk di dalam perintah ini. (Al-Jami’ li Ahkamil Quran, 14/117)

- Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman:

لاَ تُخْرِجُوْهُنَّ مِنْ بُيُوْتِهِنَّ وَلاَ يَخْرُجْنَ

“Janganlah kalian mengeluarkan mereka (istri-istri yang telah ditalak) dari rumah-rumah mereka dan janganlah mereka keluar.” (Ath-Thalaq: 1)

Walaupun ayat di atas berkenaan dengan wanita/ istri yang tengah menjalani masa ‘iddah, namun kata ulama, hukumnya tidaklah khusus bagi mereka namun juga berlaku bagi wanita yang lain. (Daurul Mar’ah fi Tarbiyatul Usrah, Asy-Syaikh Shalih bin Abdillah Alu Fauzan, hal. 1.)

Pelajaran dari kisah antara Nabi Musa 'alaihissalam dengan dua orang wanita di Madyan, yang Allah kisahkan kepada kita dalam Tanzil-Nya:

وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُوْنَ وَوَجَدَ مِنْ دُوْنِهِمُ امْرَأتَيْنِ تَذُوْدَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لاَ نَسْقِيْ حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُوْنَا شَيْخٌ كَبِيْرٌ. فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ. فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِيْ يَدْعُوْكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لاَ تَخَفْ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْن. َقَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَاأَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ اْلأَمِيْنُ

“Tatkala Musa sampai di sumber air negeri Madyan, di sana ia menjumpai sekumpulan orang yang sedang meminumkan ternak mereka dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat ternaknya. Musa berkata: ‘Apa maksud kalian berbuat begini, kenapa kalian tidak ikut meminumkan ternak kalian bersama mereka?’ Kedua wanita itu menjawab: ‘Kami tidak dapat meminumkan ternak kami sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan ternak mereka, sedangkan ayah kami1 telah berusia lanjut.’ Maka Musa memberi minum ternak itu untuk menolong keduanya, kemudian ia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu sembari berjalan dengan malu-malu, ia berkata: ‘Ayahku memanggilmu untuk membalas kebaikanmu memberi minum ternak kami.’ Maka tatkala Musa mendatangi ayahnya, ia menceritakan kisah dirinya. Syu’aib pun berkata:
‘Janganlah takut, engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu (Fir’aun dan pengikutnya).’ Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: ‘Wahai ayahku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja pada kita, karena sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil untuk bekerja pada kita adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya’.” (Al-Qashash: 23-26)

Karena sifat wara dan takwa yang ada pada keduanya, kedua wanita ini enggan untuk bercampur (ikhtilath) dengan para penggembala tersebut. Adapun keduanya keluar rumah untuk memberi minum ternaknya adalah karena darurat, di mana sang ayah telah berusia senja sehingga tak mampu lagi mengurus ternak yang ada. Perjumpaan dengan Nabi Musa 'alaihissalam membuahkan gagasan di benak salah seorang dari wanita tersebut bahwa telah tiba saatnya untuk mengembalikan perkara pada tempat yang semestinya, ia pun berkata kepada sang ayah: “Wahai ayahku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja pada kita, karena sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil untuk bekerja pada kita adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” Sang ayah pun menyambut usulan putrinya, kemudian berkata kepada Nabi Musa:

قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنْكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَى أَنْ تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِنْدِكَ وَمَا أُرِيْدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

“Berkatalah sang ayah: ‘Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan engkau dengan salah seorang dari kedua putriku ini, atas dasar engkau bekerja denganku selama delapan tahun dan jika engkau cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah suatu kebaikan darimu, aku tidaklah hendak memberatkanmu. Dan engkau Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik’.” (Al-Qashash: 27) [Daurul Mar’ah, hal. 1]

Shalat di masjid sebagai satu amalan yang utama disyariatkan kepada kaum lelaki, banyak pahala akan diraih terlebih bila shalat itu dilakukan di Masjid Nabawi. Namun ternyata bersamaan dengan itu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan kaum wanita untuk shalat di rumah mereka. Ketika istri Abu Humaid As-Sa’idi datang kepada beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam seraya menyatakan: “Wahai Rasulullah, aku senang shalat berjamaah bersamamu.” Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:

قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّيْنَ الصَّلاَةَ مَعِيْ, وَصَلاَتُكِ فِيْ بَيْتِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِيْ حُجْرَتِكِ, وَصَلاَتُكِ فِي حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلاَتِكِ فِي دَارِكِ, وَصَلاَتُكِ فِيْ دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ, وَصَلاَتُكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِن ْصَلاَتِكِ فِي مَسْجِدِيْ

“Sungguh aku tahu engkau senang shalat jamaah denganku, namun shalatmu di ruang yang khusus yang ada di rumahmu lebih baik bagimu daripada shalatmu di kamarmu, shalatmu di kamarmu lebih baik daripada shalatmu di rumahmu, shalatmu di rumahmu lebih baik daripada shalatmu di masjid kaummu dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik daripada shalatmu di masjidku.” (HR. Ahmad, 6/371, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah, hal. 155)

Bila seorang wanita tetap tinggal di rumahnya, ia akan bisa menunaikan tugas-tugas dalam rumahnya, memenuhi hak-hak suaminya, mendidik anak-anaknya dan membekali dirinya dengan kebaikan. Sementara bila seorang wanita sering keluar rumah, ia akan menyia-nyiakan sekian banyak kewajiban yang dibebankan kepadanya. (Nashihati Lin Nisa’, Ummu Abdillah Al-Wadi‘iyyah, hal. 101)

Wallahu'alam... Semoga bermanfaat.

Salam ukhuwah selalu... :)

ஜ۞ஜ WAKTU-WAKTU MUSTAJAB UNTUK BERDO'A ஜ۞ஜ




Allah Subhanallahu wata’ala memberi anugerah waktu didunia dengan keutamaan dan kemuliaan yang berbeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan baik tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda.

Bagi setiap muslim semestinya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia tersebut untuk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan dunia dan akhirat.

Adapun waktu-waktu mustajabah untuk berdoa antara lain.

1. SEPERTIGA AKHIR MALAM

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya". [Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150]

2. TATKALA BERBUKA PUASA BAGI ORANG YANG BERPUASA

Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash Radhiyallahu 'anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pafa saat berbuka ada doa yang tidak ditolak". [Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da'watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17].

3. SETIAP SELESAI SHOLAT FARDHU

Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, beliau menjawab.

"Artinya : Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu".
[Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782].

4. PADA SAAT PERANG BERKECAMUK

Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda.

"Artinya : Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak ; doa pada saat adzan dan doa tatkala perang berkecamuk". [Sunan Abu Daud, kitab Jihad 3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa' 3/360. Hakim dalam Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan Al-Albani dalam Ta'liq Alal Misykat 1/212 No. 672].

5. PADA HARI JUM’AT

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya pada hari Jum'at ada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut". [Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuh 3/5-6]

Waktu yang sesaat itu tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/203.

Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib naik mimbar hingga selesai shalat Jum'at atau hingga selesai waktu shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib.

6. PADA SAAT BANGUN TIDUR DI MALAM HARI (BAGI ORANG YANG SEBELUM TIDURNYA DALAM KEADAAN SUCI DAN BERDZIKIR KEPADA ALLAH)

Dari 'Amr bin 'Anbasah Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.

"Artinya :Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya". [Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595]

Terbangun tanpa sengaja pada malam hari.[An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190]
Yang dimaksud dengan "ta'ara minal lail" terbangun dari tidur pada malam hari.

7. WAKTU DIANTARA ADZAN DAN IQOMAH

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda.

"Artinya : Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah". [Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal. 139]

8. DOA PADA SAAT SUJUD DALAM SHOLAT

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan". [Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur'an fi Ruku' wa Sujud 2/48]

Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu.

9. SAAT KEHUJANAN

Dari Sahl bin a'ad Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.

"Artinya : Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan". [Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' No. 3078].

Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim. [Fathul Qadir 3/340].

10. PADA SAAT AJAL TIBA

Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya kemudian bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan
mengikutinya'. Semua keluarga histeris. Beliau bersabda : 'Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan". [Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38]

11. MALAM LAILATUL QADAR

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar". [Al-Qadr : 3-5]

Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. [Tuhfatud Dzakirin hal. 56]

12. DOA PADA HARI ARAFAH

Dari 'Amr bin Syu'aib Radhiyallahu 'anhu dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah".

[Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta'liq alal Misykat 2/797 No. 2598]

Wallahua’lam bishawab…

____________________________________________________

Oleh : Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih
Disalin dari : Buku Jahalatun nas fid du'a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdoa, hal 181-189, terbitan Darul Haq,
Penerjemah : Zainal Abidin Lc.

(TS-01)

“BERILMU SEBELUM BERKATA DAN BERAMAL” ஜ۞ஜ SILAHKAN “LIKE” PAGE ஜ۞ஜ TAMAN SURGAWI ஜ۞ஜ

Ukhuwah Itu Tidak Menyakiti Ya Akhi..Ya Ukhti..!!!

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Bismillahirrahmanirrahiim




''Dakwah dibangun oleh ukhuwah. Tanpa ada rasa egois. Yang ada hanyalah rasa saling menyayangi dan mengerti.
Bukankah karena ukhuwah bahu ini menjadi lebih kuat menahan beban dakwah..??
Bukankah karena ukhuwah kaki ini menjadi semakin tegar dalam melangkah..??
Sungguh ironis ya akhi wa ukhti...
Ketika kita sibuk menyerukan dakwah kesana kemari, pikiran sibuk dengan permasalahan dakwah, namun terkadang sikap kita mendzalimi saudara/saudari seperjuangan kita.

Bukankah kita ini saudara..??
Bukankah kita sama-sama berjuang dijalan-Nya..??
Bukankah mimpi kita untuk tegaknya Islampun sama..??
Bukankah beban dakwah inipun kita pikul bersama..??

Allah SWT memerintahkan kita bersikap lembut kepada sesama muslim.
Apalagi kepada saudara seperjuangan kita dijalan dakwah.
Saudara yang sama-sama menyeka peluh setelah kerasnya berjuang.
Saudara yang sama-sama menyusuri kehidupan dakwah.

Ukhuwah itu tidak menyakiti ya akhi..ya ukhti..!!!

Ukhuwah itu tidak akan mendzalimi.
Ukhuwah itu rasa kasih sayang yang tak pernah pudar.
Ukhuwah itu lisan yang tak pernah berhenti mendoakan saudaranya.
Ukhuwah itu saling menguatkan, bukan saling mrnyudutkan.
Ukhuwah itu toleransi, bukan saling berprasangka buruk.
Ukhuwah itu saling menghargai, bukan saling menyalahkan..!!!

...................................................................................................
Ya Allah...Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, Berhimpun dalam taat kepada-Mu,Bersatu dalam dakwah kepada-Mu, Berpadu dalam membela syariat-Mu...
Kekalkanlah cintanya, tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati ini dengan cahaya-Mu yang tak pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu.
Hidupkanlah hati kami dengan ma'rifat kepada-Mu.
Matikanlah kami dalam keadaan syahid dijalan-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Aamiin Ya Rabbal Alaamiin."

Pelangi Hati ...

"Surga begitu sepi,,..
tapi aku ingin tetap di sini..
karena kuingat janji Tuhan...
kalau aku datang dengan berjalan,
ENGKAU akan menjemputku dengan berlari!"

Langit biru dibayangi garis merah yang samar...
Seolah mengamini doa yang terucap didalam hati...
Tentang rasa yang telah begitu lama kunanti...
Tentang senyum yang hampir membuatku menyerah untuk terus mencari,,,

Terima Cintaku Yaa Rabb...
Terima Cintanya...

Maafkanlah rasa yang datang dihatiku dengan takdir-MU...
Hukumlah aku,,,jika memang aku tak berhak menyayangi ciptaan-MU.

Hey Rindu...
Disini hujan tampak akrab dengan matahari.
Tiap tetesnya pun seperti menghangat...
Apa kau tau Rindu?

Bahwa aku semakin berharap pada sepotong pelangi yang belum juga datang...
Dan,Sampaikan ini pada sebuah nama yang belum kukenal...
Bahwa aku menunggunya seperti menunggu hujan datang lagi...

dan lagi...
Kini atau nanti..aku tetap seorang pengagum hujan...
Menanti senyum damai diujung pelangi..
Maka peluklah aku dengan rintikmu,..
Dan salam rindu untuk gerimis hangat dimatamu...
{^_^}

Kepadamu yang akan memilihku nanti... Ingatlah ini...

Aku bukanlah muslimah luar biasa yang menguasai (banyak) ilmu agama...
Aku bukanlah muslimah cantik yang (bisa) membuatmu bangga...
Aku (juga) bukanlah muslimah kaya yang bisa membuatmu sejahtera...
Aku hanya muslimah yang (sangat) biasa...

Satu hal yang (mampu) kujanjikan hanyalah..."Selama kau membawaku semakin dekat dengan Alloh,selama bersamamu membuatku semakin cinta pada-NYA...maka selama itu pula aku akan mengabdikan hidupku (cintaku) padamu..."

● teruntuk dia yang (pada saatnya) akan menjadi Imamku {^_^}

♥♥♥

JIKA KAU TAK MALU..BUATLAH SESUKA HATIMU...


 

Wanita..Apapun yang dilakukannya akan mendapat perhatian laki laki..
Kalau dia berbuat baik..dikagumi...
Jika berbuat jahat..Ada juga yang minati..
Apabila dia memakai pakaian menutup aurat..Terlihat menawan..
Andai dia berpakaian tidak menutup aurat (seksi)...dilihat menggoda..
Dan macam-macam lagi yang menarikperhatian...

Karena itu Allah Swt menganugerahkan pada wanita sifat malu...
Dengan sifat malu itu mereka akan berfikir panjang sebelum melakukan sembarang
tindakan...

Dalam sebuah hadis..Nabi Saw bersabda..
"Terdapat 99 bagian tarikan pada wanita dibanding lelaki..lalu Allah menganugerahkan atas mereka sifat malu." (Hadis riwayat Baihaqi) ..
Begitulah peranan malu yang bisa membantu dalam tindak-tanduk seorang wanita..

Tapi bagaimana kalau yang tidak tahu malu..?
Tentu mereka tak akan memikirkan semua itu..tak Peduli apa kata orang..
peduli apa kalau orang lihat..tak merasa resah kalau ada orang yang mengganggu dan mengoda.. bahkan kadang mereka merasa senang dan bahagia dengan keadaan begitu...

Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari Nabi Saw bersabda..
"Jika kamu tidak malu..buatlah sesuka hatimu." ....

Hadis ini merupakan sindiran dalam cegahan...Sifat malu itu adalah pokok akhlak yang mulia dan budi pekerti yang terpuji...

Barangkali wanita hari ini kebanyakkannya tidak malu atau kurang malu..karena itu mereka sanggup melakukan apa saja..dosa dan maksiat...

Atau barangkali jika sifat malu yang dikaruniakan Allah itu sudah tidak berfungsi sepenuhnya...Kalau demikian..berarti tak ada iman di dada mereka...

Jelasnya..mereka tidak takut kepada Allah..Mereka tidak takut dengan hukuman yang bakal Allah timpakan pada hidup dan mati mereka nanti...Ini tandanya mereka tak ada iman.

Allah melarang para wanita untuk ''tabarruj'' setelah memerintahkan mereka menetap di rumah...
Tapi apabila ada keperluan mereka ke luar rumah,..hendaknya tidak ke luar sambil mempertontonkan keindahan dan kecantikannya pada laki-laki asing yang bukan muhrimnya...

Tabarruj adalah wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya kepada laki-laki (Ibnu Manzhur di Lisanul Arab)...
Menurut syari'ah..tabarruj adalah setiap perhiasan atau kecantikan yang ditujukan wanita kepada mata-mata orang yang bukan muhrim...
Termasuk orang yang mengenakan cadar..dimana seorang wanita membungkus wajahnya..jika warna-warnanya mencolok dan ditujukan agar dinikmati orang lain.. ini termasuk tabarruj jahiliyah terdahulu.

Allah juga melarang mereka melakukan tabrruj seperti tabarruj-nya orang-orang jahiliyah terdahulu...

"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat.. tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya...
Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu..hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (QS. Al-Ahzab : 33)...

Sayang..wanita yang sepatutnya lebih istimewa daripada laki laki..menjadi serendah-rendahnya hanya disebabkan sifat malunya tidak berfungsi sepenuhnya...

Sekarang kita hidup di zaman banyak dan beragam fitnah serta godaan..
karena interaksi kita dengan dunia luar..Wanita dibiarkan berkeliaran ke mana saja tanpa batas dan bergaul dengan siapa saja..serta dengan dandanan model zamannya.

SILAHKAN DI BAGIKAN / DI TANDAI DI SALAH SATU FOTO DI ALBUM JIKA YANG DI TANDAI DAPAT TERMOTIVASI TUK BAIK,. INSYAALAH AKAN DI CATATKAN SEBAGAI SUATU AMAL BAIK, AAMIIN,.


♥ TANDA CINTA KEPADA ALLAH SWT ♥


Bismillahir rohmanir rohiim.
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakhatuhu.
.

♥ TANDA CINTA KEPADA ALLAH SWT ♥

●▬▬▬▬▬▬▬▬●ஜ۩۞۩ஜ●▬▬▬▬▬▬▬▬●


.
Sahabat Saudaraku Fillah...

Ramai manusia yang mengaku mencintai Allah tetapi kebanyakan kata-kata mereka tidak lepas dari kerongkong-kerongkong mereka. Cinta itu ada tandanya untuk dikenal pasti yang manakah cinta palsu dan yang manakah cinta yang hakiki.

Ketahuilah cinta itu seperti magnet yang akan menarik kekasih kepada kekasihnya. Orang yang mencintai seseorang akan suka bertemu dengan kekasihnya. Orang yang berkasihkan Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak merasa berat untuk bermusafir dari tanah airnya untuk tinggal bersama Kekasihnya menikmati nikmat pertemuan denganNya.

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang suka bertemu Allah Swt, maka Allah Swt suka bertemu dengannya.” Sebagian salaf berkata: “Tidak ada suatu perkara yang lebih disukai Allah Swt pada seseorang hamba selepas hamba tersebut suka untuk bertemu dengan-Nya daripada banyak sujud kepada-Nya, maka dia mendahulukan kesukaannya bertemu Allah Swt dengan memperbanyakkan sujud kepada-Nya.”

Sufyan al Thauri dan Bisyr al Hafi berkata: “Tidak membenci kematian melainkan orang yang ragu dengan tuhannya karena kekasih itu pada setiap masa dan keadaan tidak membenci untuk bertemu dengan kekasihnya."

Allah SWT berfirman,"Maka cita-citakanlah mati (supaya kamu dimatikan sekarang juga), jika betul kamu orang-orang yang benar". (al-Baqarah: 94)

Seseorang itu tidak suka kepada kematian kadang kala disebabkan kecintaannya kepada dunia, sedih untuk berpisah dari keluarga, harta dan anak-anaknya. Ini menafikan kesempurnaan kasihnya kepada Allah Swt karena kecintaan yang sempurna akan menenggelamkan seluruh hatinya.

Namun, ada kalanya seseorang itu tidak suka kepada kematian ketika berada pada permulaan makam Mahabbatullah. Dia bukan membenci kematian tetapi tidak mau saat itu dipercepatkan sebelum dia benar-benar bersedia untuk bertemu dengan Kekasihnya. Maka dia akan berusaha keras untuk menyiapkan segala kelengkapan dan bekal sebelum menjelangnya saat tersebut. Keadaan ini tidak menunjukkan kekurangan kecintaannya.

Orang yang mencintai Allah Swt sentiasa mengutamakan apa yang disukai Allah Swt daripada kesukaan zahir dan batinnya. Maka dia akan sentiasa merindukan amal yang akan mendekatkannya kepada Kekasihnya dan menjauhkan diri daripada mengikut nafsunya.

Orang yang mengikut nafsunya adalah orang yang menjadikan nafsu sebagai tawanan dan kekasihnya, sedangkan orang yang mencintai Allah Swt meninggalkan kehendak diri dan nafsunya karena kehendak Kekasihnya. Bahkan, apabila kecintaan kepada Allah Swt telah dominan dalam diri seseorang, dia tidak akan lagi merasa seronok dengan selain Kekasihnya.

Sebagaimana diceritakan, bahwa setelah Zulaikha beriman dan menikah dengan Nabi Yusuf a.s, maka dia sering bersendirian dan bersunyi-sunyian beribadat serta tidak begitu tertarik dengan Yusuf a.s sebagaimana sebelumnya.

Apabila Yusuf AS bertanya, maka dia berkata: “Wahai Yusuf! Aku mencintai kamu sebelum aku mengenali-Nya. Tetapi setelah aku mengenali-Nya, tidak ada lagi kecintaan kepada selainNya, dan aku tidak mau menukarnya”. (Ihya’ Ulumiddin, Imam al Ghazali Jilid 5 H: 225)

Kecintaan kepada Allah Swt merupakan sebab Allah Swt mencintainya. Apabila Allah Swt telah mengasihinya, maka Allah Swt akan melindunginya dan membantunya menghadapi musuh-musuhnya. Musuh manusia itu ialah nafsunya sendiri. Maka Allah Swt tidak akan mengecewakannya dan menyerahkannya kepada nafsu dan syahwatnya.

Oleh yang demikian Allah berfirman,"Dan Allah lebih mengetahui berkenaan musuh-musuh kamu, (oleh itu awasilah angkara musuh kamu itu). Dan cukuplah Allah sebagai pengawal yang melindungi, dan cukuplah Allah sebagai Penolong (yang menyelamatkan kamu dari angkara mereka)". (al-Nisa’: 45)

Orang yang mencintai Allah Swt, lidahnya tidak pernah terlepas dari menyebut nama Kekasih-Nya dan Allah tidak pernah hilang dari hatinya. Tanda cinta kepada Allah Swt, dia suka menyebut-Nya, suka membaca al Quran yang merupakan kalam-Nya, suka kepada Rasulullah SAW dan suka kepada apa yang dinisbahkan kepada-Nya.

Orang yang mencintai Allah Swt kegembiraan dan keseronokannya bermunajat kepada Allah Swt dan membaca Kitab-Nya. Dia melazimi solat tahajjud dan bersungguh-sungguh beribadah pada waktu malam yang sunyi dan tenang. Siapa yang merasakan tidur dan berbual-bual lebih lezat daripada bermunajat dengan Allah, bagaimanakah hendak dikatakan kecintaannya itu benar?

Orang yang mencintai Allah Swt tidak merasa tenang melainkan dengan Kekasihnya. Firman Allah,"(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikrullah. Ketahuilah, dengan zikrullah itu, tenang tenteramlah hati manusia". (al Ra’d: 28)

Orang yang mencintai Allah Swt tidak merasa sedih jika kehilangan sesuatu dari dunia ini tetapi amat sedih jika hatinya tidak lagi memiliki cinta kepada Allah Swt. Besar kesalahan baginya jika ada saat-saat yang berlalu tidak diisi dengan zikrullah dan ketaatan kepadaNya, apatah lagi jika melakukan larangan Allah Swt.

Orang yang mencintai Allah Swt juga merasa nikmat dan tidak berasa berat melakukan ketaatan. Dia tidak merasa ketaatan yang dilakukan semata-mata karena tunduk dengan perintah-Nya tetapi dilakukan karena kecintaan terhadap Kekasihnya. Imam al Junaid r.a berkata: “Tanda orang yang cinta Allah Swt, sentiasa bersemangat dan cerdas melakukan amal ibadah dan hatinya tidak pernah lalai dan letih daripada mengingatiNya. Dia tidak pernah merasa sakit menghadapi hinaan orang-orang yang mennghinanya karena melaksanakan perintah Allah Swt. Semua yang datang dari Kekasihnya sama ada suka atau duka diterima dengan hati yang gembira dan reda.

Orang yang telah mengenal dan merasakan cinta Allah Swt tidak akan tertarik dengan cinta yang lain. Itulah magnet cinta Allah Swt. Alangkah ruginya orang yang hatinya tidak ingin mengenal cinta Allah, cinta yang hakiki dan sejati.

(Sumber : mutiarahati68)

Silahkan yang mau taq/share foto ini dan jangan lupa juga taq sahabat yang lain,Semua untuk kita dan kepentingan syiar Islam.
Semoga bermanfat untuk kita semuanya, Aamiin Allahumma Aamiin...

Wa billahi Taufiq Walhidayah Wassalamu Alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakhatuhu.
:) Keep Smile.. Keep Istiqomah...

PESAN CINTA DARI RASULULLAH ...

 


Janganlah takut jatuh cinta, tidak ada yang aneh dengan cinta, cinta adalah tanda orang yang waras jiwanya, cinta memang diciptakan sebagai bagian dari manusia itu sendiri

ومن ايته ان خلق لكم من انفسكم ازواجا لتسكنوا اليها وجعل بينكم
مودة ورحمة ان في ذ لك لا يات لقوم يتفكرون

Dan sebagian dari dari tanda-tanda kebesaran Nya adalah Dia menciptakan pasangan–pasangan bagi kalian dari jenis kalian, agar kalian merasa tenang pada pasangan kalian dan Dia menjadikan diantara kalian rasa kasih sayang dan cinta. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda – tanda bagi orang-orang yang berfikir. (QS. Ar-Ruum: 26)

Setiap waktu, begitu banyak orang yang kecewa karena cinta dan menuangkan rasa kecewanya dengan makian yang mungkin sedikit membantunya, namun bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati, oleh sebab itu sebagai bentuk pencegahan ada sebuah pesan dari Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi, dalam kitab sunannya, nomor 1920.

أَحْبِبْ حَبِيبَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ بَغِيضَكَ يَوْمًا مَا وَأَبْغِضْ بَغِيضَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ حَبِيبَكَ يَوْمًا مَا

Cintailah kekasihmu sesederhana mungkin, karena bisa saja kekasihmu itu suatu hari nanti menjadi musuhmu, dan bencilah musuhmu sesederhana mungkin karena bisa saja suatu hari musuhmu itu menjadi kekasihmu.

Pesan hadits ini memang sangat sulit untuk di laksanakan, namun paling tidak pesan ini akan dapat meredam kekecewaan yang sudah terlanjur terjadi karena perasaan cinta yang luar biasa telah dihianati dan timbul kebencian yang luar biasa pula. Pada saat itu kita mulai belajar untuk membencinya sesederhana mungkin karena bisa saja dia menjadi kekasih kita lagi.

Genggamlah Dunia Dengan Tanganmu...

         Tapi Jangan Kau Letakan Ia Dihatimu... Cinta Dunia vs Cinta Akhirat Al-Imam Hasan al- Basri r.hm. berkata: “tidaklah aku berasa pelik terhadap sesuatu seperti yang kurasai ke atas orang yang tidak menggangap cinta dunia sebahagian dari dosa besar. Demi Allah! Sungguh orang yang mencintainya benar-benar termasuk dosa yang besar. Dan tidaklah dosa-dosa menjadi bercabang-cabang melainkan kerana mencintai dunia. Bukankah punca menyembah patung serta menderhakai al- Rahman adalah kerana cinta dunia dan lebih mengutamakannya?” (Mawa’izh al-imam hasan al-basri, hal 138) Al-imam sufyan al-tsauri r.hm. berkata: “telah sampai kepadaku bahawasanya akan datang satu masa kepada umat manusia di mana pada masa itu semua hati- hati manusia dipenuhi oleh kecintaan terhadap dunia, sehingga hati-hati tersebut tidak dapat dimasuki rasa takut terhadap Allah s.w.t. 
          Dan itu dapat engkau ketahui apabila engkau telah memnuhi sebuah bakul kulit dengan sesuatu hingga penuh, kemudian engkau cuba memasukkan barang lain ke dalamnya namun engkau tidak mendapati ruang untuknya lagi.” Beliau berkata lagi : “sesungguhnya aku benar-benar dapat mengenali kecintaan seseorang terhadap dunia berdasarkan cara penghormatannya terhadap ahli dunia.” (Mawa’izh al-imam sufyan al-tsauri, hal 120) Sifat orang cinta dunia 1. Tamak terhadap sesuatu 2. Tidak memberi peluang kepada orang lain 3. Suka salahkan orang apabila gagal 4. Menghalalkan segala cara dalam mencari rezeki 5. Sibuk dengan urusan dunia hingga melupakan akhirat 6. Tidak memiliki pendirian yang kuat dalam mencari kebenaran Cinta akhirat Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: “Sesiapa yang menjadikan akhirat harapannya, Allah akan menjadikan rasa cukup di dalam hatinya serta mempersatukannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan menyerah diri. Tetapi sesiapa yang dunia menjadi harapannya, Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya serta mencerai- beraikannya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali dalam sekadar apa yang telah ditetapkan baginya.” (Riwayat al- Tirmizi) Firman Allah yang bermaksud: “Sesiapa yang menghendaki keuntungandi akhirat akan kami tambah keuntungan itu baginya. 
            Dan sesiapa yang menghendaki keuntungan di dunia, kami berikan kepadanya sebahagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian pun di akhirat.” (Surah al-Syura 42:20) Mereka yang cinta akhirat diberi kemudahan menikmati dunia. Firman Allah yang bermaksud: “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu. Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian daripada rezekinya dan hanya kepadanya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (Surah al- Mulk 67:15) Untung cinta akhirat 1. Siapa yang beramal untuk akhiratnya, Allah akan mencukupkan dunianya. 2. Siapa yang memperbaiki hubungan antara dirinya dengan Allah, Allah akan memperbaiki hubungan dirinya dengan manusia lain. 3. Siapa yang memperbaiki keadaan batinnya, Allah akan memperbaiki keadaan lahirnya. 4. Siapa yang menjadikan aktivitinya untuk akhirat, maka tidak akan lewat satu haripun melainkan dia akan kembali Orang yang ingat akhirat 
          1. Tidak melihat urusan dunia kecuali dia akan mengaitkan dengan akhirat 2. Tidak berkumpul dengan keluarganya kecuali membayangkan akan berkumpul bersama penduduk syurga 3. Tidak mengenakan pakaian kecuali teringat akan pakaian sutera milik penghuni syurga 4. Tidak menyeberangi sebuah jambatan kecuali teringat akan titian sirat di atas neraka 5. Tidak mendengar suara yang kuat melainkan mengingatkannya akan tiupan sangkakala 6. Tidak pernah berbicara tentang suatu perkara, melainkan ada kaitannya dengan akhirat 
 
                                                                                                   Sumber : majalah solusi isu 18 hal 13