Senin, 02 April 2012

❀::Risalah Untukmu, Saudaraku...::❀


Sesungguhnya setiap manusia akan mengalami kesudahan.

Betapa pun lezatnya dia merasakan kenikmatan hidup didunia,
... betapa pun panjang umurnya, betapa pun dia memuaskan syahwat dan meneguk kenikmatan dunia,

Dirinya tetap akan mengalami kesudahan. Kelak di suatu hari, dirinya akan terusung di atas keranda.
Kematian! Itulah kesudahan tersebut. Sesuatu yang tidak dapat dihindari. Allah ta’ala berfirman,

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185)

Pada hari tersebut seluruh makhluk kembali menghadap kepada Allah Azza wa jalla untuk dihisab seluruh amalannya. Allah ta’ala berfirman,

“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah” (QS. Al Baqarah: 281)

Hari yang sering terlupakan,
hari yang paling akhir, hari di mana kerongkongan tersekat.
Tiada hari setelahnya dan tidak ada yang semisal dengannya.


Itulah hari yang dahsyat dan telah Allah tetapkan bagi seluruh makhluk-Nya, Hari kiamat, pertemuan yang telah dijanjikan.

Namun sebelum itu, ada waktu di mana setiap manusia berpindah dari kampung yang penuh tipu daya menuju kampung abadi sesuai dengan amalannya.

Pada waktu itu, manusia akan melayangkan pandangannya yang terakhir kali kepada anak dan kerabatnya, dirinya akan memandang dunia ini untuk kali yang terakhir.

Di saat itulah, tanda-tanda sekarat akan nampak di wajahnya. Muncul rasa sakit dan tarikan nafas yang teramat dalam dari lubuk hatinya.

Di waktu itu, manusia akan mengetahui betapa hinanya dunia ini. Di waktu itu, dirinya akan menyesali setiap waktu yang telah disia-siakannya. Dirinya akan memanggil, “Wahai Rabb-ku!”,

“Dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” (QS. Al Mu’minuun: 99-100)


Di waktu itulah, kebinasaan dan kematian akan menjemputnya. Malaikat maut akan menghampirinya seraya memanggil dirinya.

"Duhai! Apakah yang akan dia serukan? Seruan menuju surga ataukah seruan menuju neraka?!!

Ketahuilah, sesungguhnya pengasingan yang hakiki adalah pengasingan dalam lahad tatkala diri diliputi kain kafan. Tidakkah kita membayangkan bagaimana diri diletakkan di atas dipan,

Sekarat semakin keras dialami dan kematian menarik ruh di setiap urat. Kemudian ruh tersebut kembali menuju kepada Pencipta-nya. Alangkah dahsyatnya kejadian itu!

jasad diturunkan ke dalam kubur. Sendirian, tanpa seorang pun yang menemani.
Di sanalah seorang akan merasakan keterasingan dan ketakutan yang teramat sangat.

Dalam sekejap, hamba akan berpindah dari kampung yang hina menuju negeri yang dipenuhi kenikmatan jika dirinya termasuk seorang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal yang shalih.

Atau sebaliknya, dia akan menuju negeri kesengsaraan dan dipenuhi azab yang pedih, seorang yang senang mendurhakai Allah Sang Pencipta.

Sisi kehidupan dunia yang menipu telah dilipat, dan nampaklah di hadapan hamba ketakutan di hari kebangkitan. Hiburan dan kesenangan berlalu, dan yang tersisa hanyalah kelelahan (di hari berbangkit).


Demikianlah, dunia dan seisinya berlalu dan berakhir sedemikian cepatnya.Ruhnya kembali kepada penciptanya dan berpindah menuju kampung akhirat dengan berbagai keadaannya yang begitu menakutkan.

Dalam sekejap, seorang singgah di awal persinggahan akhirat dan menghadapi kehidupan yang baru. Entah itu kehidupan yang bahagia, atau kehidupan yang mengenaskan. Wal ‘iyadzu billah..

Saudaraku, rehatlah sejenak dan mari berintrospeksi diri!

Sungguh diri yang teramat lemah untuk memikul dan menahan azab-Nya. Gunung yang tinggi lagi kokoh jika dilabuhkan sejenak di neraka, maka dia akan meleleh dikarenakan panasnya yang teramat sangat.

Lalu, bagaimana dengan diri ini, wahai manusia yang lemah?

Kita mungkin dapat sabar menahan lapar dahaga, menahan derita musibah dan beban hidup. Namun, demi Allah, Zat yang tiada sesembahan yang berhak disembah selain-Nya, kita tidak akan mampu bersabar dalam menahan azab neraka.

Sumber : muslim.or.id
Semoga bermanfaat untuk renungan diri, dipersilahkan yang ingin tag atau share..

`*.¸.*´-°
¸.•´¸.•*¨) Uhibbukum Fillah
(Keep istiqomah wa hamasah♥
。*¯`♥*•.¸,¤°\•*´♥¯οΎŸ・♥..:*`*.¸.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar