Minggu, 01 April 2012

Kemuliaan...

Pemuda dan Serambi Masjid

Sejatinyalah, masjid adalah rumah yang begitu agung dan mulia untuk beribadah kepada-Nya. Tempat persinggahan jiwa-jiwa beriman yang senantiasa merindukan ketenangan. Menjadi bahtera keselamatan bagi insan-insan yang takut kepada Allah.
Pernahkah membaca atau mendengarkan cerita tentang pemuda dan serambi masjid?kisah seorang pemuda yang teguh menjalankan kebaikan, bahkan menjadi ujung tombak dalam melakukan aktivitas kebaikan. Mereka menyemarakkan masjid dengan shalat berjamaah, mengadakan kajian, menyelenggarakan kegiatan social, mengajar anak-anak TPA, dan berdakwah pada para pemuda lainnya. Para pemuda inilah yang meneguhkan hati, yang membuat siapapun yang cinta agama Allah merasa tenang dengan masa depan, mereka para pemuda yang dibina dalam naungan masjid, rumah-rumah Allah. Mereka tumbuh besar dalam ketaatan pada Allah.
Pemandangan keramaian masjid di desa saya masih sangat memprihatinkan. Pemuda-pemuda semakin terkikis semangatnya untuk memakmurkan masjid. Hanya bulan tertentu saja mushola dirumah ramai akan pemuda, tentu saja dibulan ramadhan. Tiga hari setelah ramadhan pergi, sangat sepi sekali mushola ini. Kembali seperti hari-hari biasanya, yaa biasa hanya beberapa jamaah yang masih istiqomah untuk melaksanakan shalat di mushola ini. Dulu masih banyak simbah-simbah yang shalat, tapi satu per satu mbah-mbah telah dipanggil Allah. Seharusnya kan kata pepatah “Mati satu tumbuh seribu?”, satu generasi hilang akan muncul banyak generasi muda, tapi jauh berbeda dengan kenyataan sebenarnya.
Beginikah keadaan pemuda desa yang memprihatinkan?banyak orang yang biasanya berkata demikian “wah, kalau orang desa biasanya alim-alim ya nduk pemudanya?” ingiin sekali melihat kenyataan itu di desa saya.
“Tidaklah seseorang menjadikan masjid untuk shalat dan berdzikir, melainkan Allah akan gembira kepadanya sebagaimana kegembiraan seseorang yang kehilangan teman-temannya apabila teman-temannya datang menemuinya”(Riwayat Ibnu majah, dishahihkan Al Albani).

Teringat kata-kata bapak, “kalau punya anak laki enak nduk, bapak ada yang ngganti adzan”, terkagum juga dengan semangat bapak, terkadang sehari hanya beliau yang adzan, dari subuh sampai isya, dan subuh pun hanya beberapa gelintir jamaah saja yang datang :-D . semoga para pemuda diberi kesadaran dan niat yang kuat untuk bisa memakmurkan masjid-masjid. Siapa lagi jika bukan pemuda yang menjadi ujung tombaknya, yang masih diberi kuat fisik untuk melaksanakan segala aktivitas.
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir”
(At Taubah:18)
Dan tidaklah kita ingin menjadi salah satu generasi yang disebutkan Rasulullah , “… dan seseorang yang hatinya selalu terkait dengan masjid ..”
(Muttafaq’alaih)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar