Selasa, 17 April 2012

PACARAN MENURUT HUKUM AGAMA ISLAM ...

Pahamilah untuk semua.....

Assallamuallaikum wr wb....
Istilah pacaran tidak bisa lepas dari remaja, karena salah satu ciri
remaja yang menonjol adalah rasa senang kepada lawan jenis disertai
keinginan untuk memiliki. Pada masa ini, seorang remaja biasanya
mulai "naksir" lawan jenisnya. Lalu ia berupaya melakukan pendekatan
untuk mendapatkan kesempatan mengungkapkan isi hatinya. Setelah
pendekatannya berhasil dan gayung bersambut, lalu keduanya mulai
berpacaran.

Pacaran dapat diartikan bermacam-macam, tetapi intinya adalah
jalinan cinta antara seorang remaja dengan lawan jenisnya. Praktik
pacaran juga bermacam-macam, ada yang sekedar berkirim surat,
telepon, menjemput, mengantar atau menemani pergi ke suatu tempat,
apel, sampai ada yang layaknya pasangan suami istri.

Di kalangan remaja sekarang ini, pacaran menjadi identitas yang
sangat dibanggakan. Biasanya seorang remaja akan bangga dan percaya
diri jika sudah memiliki pacar. Sebaliknya remaja yang belum
memiliki pacar dianggap kurang gaul. Karena itu, mencari pacar di
kalangan remaja tidak saja menjadi kebutuhan biologis tetapi juga
menjadi kebutuhan sosiologis. Maka tidak heran, kalau sekarang
mayoritas remaja sudah memiliki teman spesial yang disebut "pacar".

Lalu bagaimana pacaran dalam pandangan Islam???
Istilah pacaran sebenarnya tidak dikenal dalam Islam. Untuk istilah
hubungan percintaan antara laki-laki dan perempuan pranikah, Islam
mengenalkan istilah "khitbah (meminang". Ketika seorang laki-laki
menyukai seorang perempuan, maka ia harus mengkhitbahnya dengan
maksud akan menikahinya pada waktu dekat. Selama masa khitbah,
keduanya harus menjaga agar jangan sampai melanggar aturan-aturan
yang telah ditetapkan oleh Islam, seperti berduaan, memperbincangkan
aurat, menyentuh, mencium, memandang dengan nafsu, dan melakukan
selayaknya suami istri.

Ada perbedaan yang mencolok antara pacaran dengan khitbah. Pacaran
tidak berkaitan dengan perencanaan pernikahan, sedangkan khitbah
merupakan tahapan untuk menuju pernikahan. Persamaan keduanya
merupakan hubungan percintaan antara dua insan berlainan jenis yang
tidak dalam ikatan perkawinan.
Dari sisi persamaannya, sebenarnya hampir tidak ada perbedaan antara
pacaran dan khitbah. Keduanya akan terkait dengan bagaimana orang
mempraktikkannya. Jika selama masa khitbah, pergaulan antara laki-
laki dan perempuan melanggar batas-batas yang telah ditentukan
Islam, maka itu pun haram. Demikian juga pacaran, jika orang dalam
berpacarannya melakukan hal-hal yang dilarang oleh Islam, maka hal
itu haram.

Jika seseorang menyatakan cinta pada lawan jenisnya yang tidak
dimaksudkan untuk menikahinya saat itu atau dalam waktu dekat,
apakah hukumnya haram? Tentu tidak, karena rasa cinta adalah fitrah
yang diberikan allah, sebagaimana dalam firman-Nya berikut:
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan
untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung
dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa
kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar-Rum: 21)

Allah telah menjadikan rasa cinta dalam diri manusia baik pada laki-
laki maupun perempuan. Dengan adanya rasa cinta, manusia bisa hidup
berpasang-pasangan. Adanya pernikahan tentu harus didahului rasa
cinta. Seandainya tidak ada cinta, pasti tidak ada orang yang mau
membangun rumah tangga. Seperti halnya hewan, mereka memiliki
instink seksualitas tetapi tidak memiliki rasa cinta, sehingga
setiap kali bisa berganti pasangan. Hewan tidak membangun rumah
tangga.
Menyatakan cinta sebagai kejujuran hati tidak bertentangan dengan
syariat Islam. Karena tidak ada satu pun ayat atau hadis yang
secara eksplisit atau implisit melarangnya. Islam hanya memberikan
batasan-batasan antara yang boleh dan yang tidak boleh dalam
hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri.

Di antara batasan-batasan tersebut ialah:

1. Tidak melakukan perbuatan yang dapat mengarahkan kepada zina
Allah SWT berfirman, "Dan janganlah kamu mendekati zina:
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu
jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32) Maksud ayat ini, janganlah kamu
melakukan perbuatan-perbuatan yang bisa menjerumuskan kamu pada
perbuatan zina. Di antara perbuatan tersebut seperti berdua-duaan
dengan lawan jenis ditempat yang sepi, bersentuhan termasuk
bergandengan tangan, berciuman, dan lain sebagainya.

2. Tidak menyentuh perempuan yang bukan mahramnya
Rasulullah SAW bersabda, "Lebih baik memegang besi yang panas
daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau
ia tahu akan berat siksaannya). "

3. Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya
Dilarang laki dan perempuan yang bukan mahramnya untuk berdua-duan.
Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,
maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan
yang tidak mahramnya, karena ketiganya adalah setan." (HR. Ahmad)

4. Harus menjaga mata atau pandangan
Sebab mata kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang
sering membawa kepada perbuatan zina. Oleh karena itu Allah
berfirman, "Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka
memalingkan pandangan (dari yang haram) dan menjaga kehormatan
mereka.....Dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka
meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan
mereka..." (QS. An-Nur: 30-31)
Yang dimaksudkan menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan,
tidak melepaskan pandangan begitu saja apalagi memandangi lawan
jenis penuh dengan gelora nafsu.

5. Menutup aurat
Diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat dan dilarang
memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk
suaminya. Dalam hadis dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah
dengan berpakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh, memakai minyak
wangi yang baunya semerbak, memakai "make up" dan sebagainya setiap
langkahnya dikutuk oleh para Malaikat, dan setiap laki-laki yang
memandangnya sama dengan berzina dengannya. Di hari kiamat nanti
perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga (apa lagi
masuk surga)
Selagi batasan di atas tidak dilanggar, maka pacaran hukumnya boleh.
Tetapi persoalannya mungkinkah pacaran tanpa berpandang-pandanga n,
berpegangan, bercanda ria, berciuman, dan lain sebagainya. Kalau
mungkin silakan berpacaran, tetapi kalau tidak mungkin maka jangan
sekali-kali berpacaran karena azab yang pedih siap menanti Anda.
Wassallamu`allaikumsallam wr wb...

Memelihara IMAN kita ...


Berikut ini sejumlah tips praktis harian untuk memelihara grafik besar
iman untuk terus meningkat.

1. Kata Terakhir dan Kata Pertama. Pastikan bahwa " ALlah " adalah kata
terakhir yang terucap sebelum Anda terlelap, begitu juga kata yang pertama
terucap saat Anda terbangun. Mudah-mudahan cara ini akan mendorong Anda
untuk mengisi waktu diantara kedua saat itu dengan sebanyak mungkin
mengingat Dia.

2. Bangun Malam Hari. Hal pertama berwudhulah, dan shalatlah di malam hari
sendirian. " Umar ibn Khatab (semoga Allah meridhainya) selalu minta
disediakan secawan air di sebelah tempat tidurnya. Begitu terbangun,
tangannya di basahinya dan di usapkannya kewajahnya, langsung bangkit
berwudhu dan shalat.

3. BUkalah AL-Qur'an di tengah malam. Bacalah pelan-pelan di malam hari
sendirian, baca terjemahannya, resapi maknanya karena itu disampaikan
Allah khusus untuk Anda.

4. Bangunkan orang lain. Sebelum subuh bangunkan anggota keluarga Anda
yang lain dengan lemahlembut untuk melakukan hal yang sama dengan Anda.

5. Shalat Subuh berjama'ah. Bagi laki-laki shalat subuh di masjid
hampir-hampir wajib. Sampai Rasulullah berkata, untuk orang munafiq,
shalat berjama'ah di masjid yang paling berat adalah 'isya dan shubuh. Ada
saja alasan untuk menghindarinya. Bagi perempuan, shalat berjama'ah di
rumah pun baik.

6. Bacakan ayat dan hadist. Pilihlah satu ayat Al-Qur'an dan satu hadist
Rasulullah kepada orang-orang di rumah Anda sebagai hadiah di pagi hari.
Jadikan ayat dan hadist itu bahan obrolan pertama Anda sebelum berbincang
tentang hal lain.

7. Baca sirah Nabi. Usahakan membaca satu atau dua halaman sirah
Rasulullah di pagi hari untuk menambah kecintaan dan keshidiqan kita
kepada Muhammad Nabiyullah yang namanya kita sebut dalam syahadat Ke
Islaman kita.

8. Sebelum keluar rumah. Jangan lewati pintu rumah untuk berangkat bekerja
atau menuntut ilmu urusan lainnya, sebelum menyatakan tawakal kita hanya
kepada Allah dalam segala urusan. Ucapakan Bismillahittawakalt u'ala ALlahi
Laa Hawla wa laa quwwata illa billahi... Dengan nama Allah aku bertwakal
(menggantungkan semua urusannku) hanya kepada Allah, tidak ada kemampuan
kecuali dengan izin Allah.

9. Mendengar AL-Qur'an. Usahakan tetap mendengar lantunan Al-Qur'an
kemanapun Anda pergi hari ini, baik dari alat elektronik yang bisa Anda
setel, atau dari senandung Anda sendiri dari hafalan maupun bacaan anda.

10. 24 Jam doa. Ucapkanlah berbagai macam doa sehari - hari (mulai dari
doa masuk kamar kecil sampai doa berkendaraan) yang di ajarkan Rasulullah,
dengan niat hanya kepada Allah. Semakin kita tergantung hanya kepada
Allah. Semakin kita tergantung hanya kepada Allah dalam segala urusan,
semakin independen kita dari pengaruh manusia lain, siapapun dia, stinggi
apapun jabatannya tehadap kita, sebanyak apapun hartanya di bandingkan
dengan diri kita. Begitu Allah melihat bukti bahwa kita hanya bergantung
kepada-Nya, PASTI Dia akan mengangkat derajat kita di hadapan manusia
lain, dan memudahkan semua urusan kita.

11. Kegiatan Utamaku shalat. Aturlah Agenda harian Anda berdasarkan rotasi
5 waktu shalat. Rancanglah semua agenda kerja dan kegiatan sedemikian
rupa, yang membuat Anda sudah berada di tempat menunaikan shalat dalam
keadaan berwudhu minimal 15 menit sebelum adzan berkumandang. Rasakan
berkah demi berkah akan di limpahkan kepada Anda.

12. Wudhu Sempurna. Peliharalah wudhu Anda selama mungkin. Berwudhulah
dengan sempurna. PerhatikanLlah air yang menetes dari kulit wajah
danbagian - bagian tubug Anda,saksikan dosa-dosa Anda bercucuran besama
air itu.

13. Shalat terakhir. Laksanakan shalat seakan - akan itu shalat Anda yang
terakhir. Hadapkan tubuh anda lurus-lurus ke arah Ka'bah Baitullah.
TUndukkan jiwa Anda di hadapan Allah Pencipta dan Pemelihara Hidup Anda.
EJalah satu demi satu bacaan shalat dengan kerendahan hati dan kehinaan
diri di hadapan Allah.

14. Berpuasa. Lakukanlah puasa sunnah sebanyak mungkin, karena orang yang
berpuasa doanya langsung di kabulkan Allah. Sedangkan doa adalah senjata
utama orang Mu'min.

15. Berinfaq dan bershadaqah. Apapun bentuk harta yang Anda miliki, itu
sepenuhnya hak Allah. Gunakan harta itu sesuai kehendak pemiliknya yang
sejati. Perbanyak Shadaqah dan berinfaq untuk menunjukkan kepada Allah,
bahwa harta yang ada pada kita sama sekali tidak mengganggu kesadaran
kita, " Bahwa ini semua milik Engkau ya Allah ".

16. Bersahabat. Bergaul dan bersahabatlah sebanyak dan sesering mungkin
dengan sesama orang yang memiliki iman. Dahulukan iman, ibadah, ilmu dan
amal shalih sebagai kriteria kita memilih atau tidak memilihnya menjadi
teman apalagi shabat karib. Bila bergaul dengan orang yang masih lemah
iman, atau bahkana kafir, pasanglah niat yang kuat, bahwa Anda bergaul
dengannya dengan tujuan membagi kelezatan iman yang sudah kita rasakan.
Kalau ditawari yang lezat-lezat dia menolak, ya tak usah buang - buang
waktu menjadi temannya. Karena kata Nabi, di akhirat kita akan di
hidupkan bersama dengan teman kita semasa hidup. Wallaahu a'lam
bishshawwab.

TIP'S MENCARI CINTA SEJATI ...


JANGAN TERTARIK KEPADA SESEORANG KARENA

parasnya, sebab keelokan paras dapat
menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada
kekayaannya karena kekayaan dapat
musnah. Tertariklah kepada seseorang
yang dapat membuatmu tersenyum, karena
hanya senyum yang dapat membuat
hari-hari yang gelap menjadi cerah.
Semoga kamu menemukan orang seperti itu.
#
Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu
sangat merindukan seseorang sehingga
ingin hati menjemputnya dari alam mimpi
dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga
kamu memimpikan orang seperti itu.
#
Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu
impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu
ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu
inginkan, karena kamu hanya memiliki
satu kehidupan dan satu kesempatan untuk
melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
#
Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang
cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan
yang cukup untuk membuatmu kuat,
kesedihan yang cukup untuk membuatmu
manusiawi, pengharapan yang cukup untuk
membuatmu bahagia dan uang yang cukup
untuk membeli segala keperluanmu.
#
Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup,
pintu yang lain dibukakan. Tetapi acap
kali kita terpaku terlalu lama pada
pintu yang tertutup sehingga tidak
melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
#
Sahabat terbaik adalah dia yang dapat
duduk berayun-ayun di beranda bersamamu,
tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan
kemudian kamu meninggalkannya dengan
perasaan telah berbincang-bincang lama dengannya
#
Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa
yang kita miliki sampai kita
kehilangannya, tetapi sungguh benar pula
bahwa kita tidak tahu apa yang belum
pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya
#
Pandanglah segala sesuatu dari kacamata
orang lain. Apabila hal itu menyakitkan
hatimu, sangat mungkin hal itu
menyakitkan hati orang lain pula.
#
Kata-kata yang diucapkan sembarangan
dapat menyulut perselisihan. Kata-kata
yang kejam dapat menghancurkan suatu
kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada
tempatnya dapat meredakan ketegangan.
Kata-kata yang penuh cinta dapat
menyembuhkan dan membawa berkat.
#
Awal dari cinta adalah membiarkan orang
yang kita cintai menjadi dirinya
sendiri, dan tidak merubahnya menjadi
gambaran yang kita inginkan. Jika tidak,
kita hanya mencintai pantulan diri
sendiri yang kita temukan di dalam dia.
#
Orang-orang yang paling berbahagiapun
tidak selalu memiliki hal-hal terbaik,
mereka hanya berusaha menjadikan yang
terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
#
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu
dengan beberapa orang yang salah sebelum
bertemu dengan orang yang tepat, kita
harus mengerti bagaimana berterimakasih
atas karunia itu.
#
Hanya diperlukan waktu semenit untuk
menaksir seseorang, sejam untuk menyukai
seseorang dan sehari untuk mencintai
seseorang, tetapi diperlukan waktu
seumur hidup untuk melupakan seseorang.
#
Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang
menangis, mereka yang disakiti hatinya,
mereka yang mencari dan mereka yang
mencoba. Karena hanya mereka itulah yang
menghargai pentingnya orang-orang yang
pernah hadir dalam hidup mereka.
#
Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa,
gairah, romantika dan masih tetap
perduli padanya.
#
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah
ketika kamu bertemu seseorang yang
sangat berarti bagimu dan mendapati pada
akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan
kamu harus melepaskannya.
#
Cinta dimulai dengan sebuah senyuman,
bertumbuh dengan sebuah ciuman dan
berakhir dengan tetesan air mata.
#
Cinta datang kepada mereka yang masih
berharap sekalipun pernah dikecewakan,
kepada mereka yang masih percaya
sekalipun pernah dikhianati, kepada
mereka yang masih mencintai sekalipun
pernah disakiti hatinya.
#
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang
yang tidak mencintaimu, tetapi lebih
menyakitkan adalah mencintai seseorang
dan tidak pernah memiliki keberanian
untuk mengutarakan cintamu kepadanya.
#
Masa depan yang cerah selalu tergantung
pada masa lalu yang dilupakan. Kamu
tidak dapat hidup terus dengan baik jika
kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit
hati di masa lalu.
#
Jangan pernah mengucapkan selamat
tinggal jika kamu masih mau mencoba,
jangan pernah menyerah jika kamu masih
merasa sanggup, jangan pernah mengatakan
kamu tidak mencintainya lagi jika kamu
masih tidak dapat melupakannya.
#
Memberikan seluruh cintamu kepada
seseorang bukanlah jaminan dia akan
membalas cintamu. Jangan mengharapkan
balasan cinta, tunggulah sampai cinta
berkembang di hatinya, tetapi jika
tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.
#
Ada hal-hal yang sangat ingin kamu
dengar tetapi tidak akan pernah kamu
dengar dari orang yang kamu harapkan
untuk mengatakannya. Namun demikian,
janganlah menulikan telinga untuk
mendengar dari orang yang mengatakannya
dengan sepenuh hati.
#
Waktu kamu lahir, kamu menangis dan
orang-orang di sekelilingmu tersenyum.
Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu
kamu meninggal, kamu tersenyum dan
orang-orang di sekelilingmu menangis.

Minggu, 15 April 2012

Mars SMAN 1 Kawedanan



Siswi SMASAKA
BERGERAK MAJU MENGEMBANGKAN ILMU
ULET TEKUN TAK PERNAH RAGU
MEMBANGUN PENDIDIKAN UNTUK INDONESIA
SMA NEGERI 1 KAWEDANAN
MELANGKAH PENUH CITA – CITA
DISIPLIN, BERMORAL, BERKUALITAS DAN KEKELUARGAAN
...
MENDIDIK PUTRA – PUTRI
BERBUDI BERPRESTASI
MENCIPTAKAN SUASANA PENUH KEBERSAMAAN
SMA NEGERI 1 KAWEDANAN
BERBUDAYA BERSIH DAN TERTIB
MENINGKATKAN IMAN DAN KETAQWAAN ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI

SMA NEGERI 1 KAWEDANAN
BERBUDAYA BERSIH DAN TERTIB
MENINGKATKAN IMAN DAN KETAQWAAN ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI
MAJULAH... SMA NEGERI 1... MAJULAH... SMA NEGERI 1 KAWEDANAN
(-http://khuswandani11.blogspot.com-)
Magetan, Jawa Timur

HIKMAH MENUNDUKKAN PANDANGAN ...

Assallamu`allaikum Warrohmatullohi Wabarrokatuh....

Segala peristiwa berawal dari pandangan mata
Jilatan api bermula dari setitik bara
Berapa banyak pandangan yang membelah hati
Laksana anak panah yang melesat dari tali
Selagi manusia masih memiliki mata untuk memandang
Dia tidak lepas dari bahaya yang menghadang
Senang di permulaan dan ada bahaya di kemudian hari
Tiada ucapan selamat datang dan ada bahaya saat kembali

(Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah)


Cahaya dan keceriaan yang datang karena menahan mata ini bisa terlihat di mata,wajah dan seluruh bada.

Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh karena menahan pandangan mata, Ibnu Qayyim Al-jauziyyah (1417:75) merincinya sebagai berikut :

~MEMBERSIHKAN DIRI DARI DERITA PENYESALAN~
Siapa yang suka mengumbar pandangan matanya maka penyesalan yang dia rasakan tiada henti-hentinya. Pandangan akan menyusup ke dalam hati seperti anak panah yang meluncur saat dibidikkan.Jika tidak membunuh tentu anak panah akan membuat luka .atau pandangan itu seperti bara api yang dilemparkan kedahan-dahan kering.jika tidak membakar semuanya,tentu ia akan membakar sebagian diantaranya.
Ada pula sebuah Hadis yang serupa dengan ini,dan bahkan merupakan bagian darinya,"Pandangan mata itu (laksana)anak panah beracun dari berbagai macam anak panah iblis.Barang siapa menahan pandanganya dari keindahan-keindahan wanita,maka Allah mewariskan kelezatan di dalam hatinya,yang akan dia dapatkan hingga dari dia bertemu dengan-Nya".

~MENDATANGKAN KEKUATAN FIRASAT Y4NG BENAR~
Menahan pandangan bisa mendatangkan kekuatan firasat,karena firasat itu termasuk cahaya dan buah dari cahaya. Jika hati bercahaya,maka firasat juga tidak akan meleset,sebab hati itu kedudukanya seperti cermin yang memperlihatkan seluruh data seperti apa adanya,Sedangkan orang yang mengumbar pandangan matanya,maka seperti orang yang menghembuskan nafas di cermin hatinya,sehingga cahayanya menjadi pudar.
Syuja' Al-Karmany berkata, "jika zhahir seseorang mengiktui sunnah,bathinya merasakan pengawasan Allah,dia menahan pandangan dari hal-hal yang diharamkan,menahan diri dari syahwat dan memakan makanan yang halal,tentu firasatnya tidak akan meleset". Syuja' ini dikenal sebagai orang yang firasatnya tidak pernah meleset.

Membuka pintu dan jalan ilmu serta memudahkan untuk mendapatkan sebab-sebab ilmu
Hal ini terjadi karena adanya hati.Jika hati bersinar terang,maka akan muncul hakikat-hakikat pengetahuan di dalamnya dan mudah dikuak,sehingga sebagian demi sebagian ilmu itu bisa diserap. Namun siapa yang mengumbar pandangan matanya,maka hatinya akan menjadi kelam dan gelap.Jalan dan pintu ilmu menjadi tertutup.

~MENDATANGKAN KEKUATAN HATI,KETEGUHAN DAN KEBENARAN~
Dengan begitu seseorang yang menahan pandangan matanya bisa menguasai pandangan itu yang disertai dengan Hujjah. Di dalam atsar disebutkan,"Siapa yang menentang hawa nafsunya,maka setan merasa takut kepadanya. "Oleh karena itu,diantara orang yang mengikuti hawa nafsunya ada yang hatinya menjadi hina dan lemah,jiwanya kerdil dan tak ada harganya,karena Allah juga menjadikanya orang yang mementingkan hawa nafsunya dari pada Keridhaan-Nya".

~MENDATANGKAN KEGEMBIRAAN,KESENANGAN DAN KANIKMATN~
Tidak dapat diragukan,jika seseoramh menentang hawa nafsunya,tentu kesudahanya adalah kegembiraan,kesenangan dan kenikmatan yang jauh lebih besar dari pada kenikmatan mengikuti hawa nafs. Oleh karena itulah akal lebih menonjol dari pada hawa nafsu

~MEMBEBASKAN HATI DARI TAWANAN SYAHWAT~
Sesungguhnya orang yang layak disebut tawanan adalah orang yang bisa ditawan oleh syahwat dan hawa nafsunya,seperti yang dikatakan didalam pepatah "Orang yang mengumbar pandangan matanya adalah seorang tawanan."Jika syahwat dan nafsu sudah menawan hati manusia ,maka memungkinkan bagi musuh dari rivalnya untuk melancarkan siksaan kepadanya,sehingga dia seperti anak burung ditangan anak kecil yang memainkanya sesuka hati.

~MENUTUP PINTU NERAKA JAHANNAM~
Pandangan mata adalah pintu syahwat yang menuntut pelaksanaanya. Pengharaman Allah dan syariat-Nya merupakan tabir penghalang untuk mengumbar pandangan.Siapa yang merusak tabir ini ia akan berani melanggar larangan.Dia tidak akan berhenti pada satu tujuan saja.Jiwa manusia tidak akan menentang tujuan yang sudah diperoleh,lalu ia ingin mendapatkan kesenangan dalam hal yang baru lagi. Orang yang terbiasa dengan sesuatu yang pernah ada,tidak menolak untuk menerima sesuatu yang baru,apalagi sesuatu yang baru itu tampak lebih indah,Menahan mata bisa menutup pintu ini,yang karenanya banyak raja-raja tidak mempu mewujudkan apa yang didinginkanya.

~MENGUATKAN DAN MENGOKOHKAN AKAL SEHAT~
Mengumbar pandangan tidak akan dilakukan kecuali oleh orang yang lemah akalnya,gegabah dan tidak mempedulikan akibatnya di kemudian hari. Orang yang cemerlang akalnya adalah orang yang bisa mmempertimbangkan akibat. Andaikata orang yang mengumbar pandangan mengetahui akibat dari perbuatanya,tentu tidak akan berani lancang mengumbar pandanganya.

Membebaskan hati dari syahwat yang memabukkan dan kelalaian yang melenakan.
Mengumbar pandangan mata pasti akan membuat pelakunya lalai terhadap Allah dan memikirkan hari akhirat serta membuatnya mabuk kepayang dalam tawanan cinta.
Pandangan mata adalah segelas arak dan cinta yang dapat mabuk bila meminumnya. Mabuk cinta jauh lebih parah dari pada mabuk karena arak,Orang yang mabuk karena arak bisa segera sadar kembali,tapi jika mabuk karena cinta jarang yang bisa sadar kembali,kecuali jika dia sudah diambang kematian.

Faidah menahan pandangan mata dan bencana mengumbarnya jauh lebih banyak dari yang disebutkan disini,Ini dimaksudkan hanya untuk memberi peringatan,terutama pandangan kepada sesuatu yang tidak dibutuhkan menurut ketentuan syariat,seperti memandangi pemuda yang tampan,dan atau wanita yang cantik karena memandangi mereka akan menimbulkan nafsu dan merupakan racun yang mematikan dan penyakit yang ganas.Semoga bermanfaat
Wassallamu`allaikum Warrohmatullohi Wabarrokatuh....

CINTA dan PERNIKAHAN ...



Assallamu`allaikum Warrohmatullohi Wabbarokatuh....
Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya?

Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting
yang kamu anggap paling menakjubkan, artinyakamu telah menemukan cinta".

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"

Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)". Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya"

Gurunya kemudian menjawab "Jadi ya itulah cinta"

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?"

Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan saja. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?"

Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya"

Gurunya pun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan"
************ ********* *****
CATATAN - KECIL :

Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur.
Terimalah cinta apa adanya.

Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir" (Ar Ruum : 21)

Semoga kita menjadi bagian dari kaum-kaum yang berfikir tersebut.
************ *****
Memutuskan Untuk Menikah
Berikut Janji Allah bagi orang yang akan menikah sebagaimana kami kutip dari sebuah sumber di internet. Semoga kita tidak menjadi orang-orang yang ragu untuk menikah.


"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)"(An Nuur : 26)

Dikatakan, jika kita ingin mendapat jodoh yang baik, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki diri. Semoga masing-masing dari kita mendapatkan yang terbaik dari Allah SWT.

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui" (An Nuur: 32).

Amiin.. semoga Allah memberi jalan keluar kepada kita yang berniat menikah atas kesulitan yang tengah kita hadapi (melalui usaha yang maksimal tentunya).

"Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya" (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

Dikatakan, bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.

"Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani).
Wassallamu`allaikum Warrohmatullohi Wabbarokatuh.....

Selasa, 03 April 2012

Kisah Wanita Sholehah ...

Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu’ berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.

Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya. Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh. Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada di rumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang ta’jub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis.

Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam. Doa ‘Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jama’a bainakuma fii khairin’ mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya. Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.
Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri ke rumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah. 

Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangung mimpi-mimpinya. Dimana di kamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya. 

Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang mandolin yang tergeletak di sudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik. Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya. 

Oh…segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, Alhamdulillah ‘ala kulli halin. “Ya bagaimanapun yang dihadapi alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban.”

Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. “Ya Allah, aku harus kuat dan tabah, sikap baik kepada suami adalah jalan hidupku.” Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya.

Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, “Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini di dunia ini.” Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah ta’ala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya. Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushalla-nya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang. 

Sang suami menuturkan, “Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur di kamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar di tengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada di peraduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk di malam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri di hadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat. Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik dalam kekhusyu’annya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku.” 

Seusai shalat ia memandang ke arah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya. Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Qur’an yang demikian syahdu menggugah hati. Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri. Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya.

Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap di taman kenikmatan, di hadapan Rabbnya.

Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyuan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya. Inilah buah dari doa wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup. 

Beberapa tahun kemudian, segala wujud pertobatan lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi da’i besar di kota Madinah.

Memang benar, wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan “bukan permata biasa”.

(Dari kumpulan kisah nyata, Abdur Razak bin Al Mubarak)

Senin, 02 April 2012

Wanita Yang Mendapat Pujian Dan Wanita Yang Dilakanat Allah ...


Prince of Jihad

 ... Sejarah telah mencatat beberapa nama wanita terpandang yang di antara mereka ada yang dimuliakan Allah dengan surga, dan di antara mereka ada pula yang dihinakan Allah dengan neraka. Karena keterbatasan tempat, tidak semua figur bisa dihadirkan saat ini, namun mudah-mudahan apa yang sedikit ini bisa menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita.

Wanita Yang Beriman

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Seutama-utama wanita ahli surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim.” (HR. Ahmad)

1]. Khadijah binti Khuwailid

Dia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang terhormat sehingga mendapat tempaan akhlak yang mulia, sifat yang tegas, penalaran yang tinggi, dan mampu menghindari hal-hal yang tidak terpuji sehingga kaumnya pada masa jahiliyah menyebutnya dengan ath thahirah (wanita yang suci).

Dia merupakan orang pertama yang menyambut seruan iman yang dibawa Muhammad tanpa banyak membantah dan berdebat, bahkan ia tetap membenarkan, menghibur, dan membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat semua orang mendustakan dan mengucilkan beliau. Khadijah telah mengorbankan seluruh hidupnya, jiwa dan hartanya untuk kepentingan dakwah di jalan Allah. Ia rela melepaskan kedudukannya yang terhormat di kalangan bangsanya dan ikut merasakan embargo yang dikenakan pada keluarganya.

Pribadinya yang tenang membuatnya tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan mengikuti kebanyakan pendapat penduduk negerinya yang menganggap Muhammad sebagai orang yang telah merusak tatanan dan tradisi luhur bangsanya. Karena keteguhan hati dan keistiqomahannya dalam beriman inilah Allah berkenan menitip salamNya lewat Jibril untuk Khadijah dan menyiapkan sebuah rumah baginya di surga.

Tersebut dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata:

Jibril datang kepada Nabi kemudian berkata: Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang membawa bejana berisi lauk pauk, makanan dan minuman. Maka jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya dan dari aku, dan sampaikan kabar gembira untuknya dengan sebuah rumah dari mutiara di surga, tidak ada keributan di dalamnya dan tidak pula ada kepayahan.” (HR. Al-Bukhari).

Besarnya keimanan Khadijah pada risalah nubuwah, dan kemuliaan akhlaknya sangat membekas di hati Rasulullah sehingga beliau selalu menyebut-nyebut kebaikannya walaupun Khadijah telah wafat. Diriwayatkan dari Aisyah, beliau berkata: “Rasulullah hampir tidak pernah keluar dari rumah sehingga beliau menyebut-nyebut kebaikan tentang Khadijah dan memuji-mujinya setiap hari sehingga aku menjadi cemburu maka aku berkata: Bukankah ia seorang wanita tua yang Allah telah meng-gantikannya dengan yang lebih baik untuk engkau? Maka beliau marah sampai berkerut dahinya kemudian bersabda: Tidak! Demi Allah, Allah tidak memberiku ganti yang lebih baik darinya. Sungguh ia telah beriman di saat manusia mendustakanku, dan menolongku dengan harta di saat manusia menjauhiku, dan dengannya Allah mengaruniakan anak padaku dan tidak dengan wanita (istri) yang lain. Aisyah berkata: Maka aku berjanji untuk tidak menjelek-jelekkannya selama-lamanya.”

2]. Fatimah

Dia adalah belahan jiwa Rasulullah, putri wanita terpandang dan mantap agamanya, istri dari laki-laki ahli surga yaitu Ali bin Abi Thalib.

Dalam shahih Muslim menurut syarah An Nawawi Nabi bersabda: “Fathimah merupakan belahan diriku. Siapa yang menyakitinya, berarti menyakitiku.”

Dia rela hidup dalam kefakiran untuk mengecap manisnya iman bersama ayah dan suami tercinta. Dia korbankan segala apa yang dia miliki demi membantu menegakkan agama suami.

Fathimah adalah wanita yang penyabar, taat beragama, baik perangainya, cepat puas dan suka bersyukur.


3]. Maryam binti Imran

Beliau merupakan figur wanita yang menjaga kehormatan dirinya dan taat beribadah kepada Rabbnya. Beliau rela mengorbankan masa remajanya untuk bermunajat mendekatkan diri pada Allah, sehingga Dia memberinya hadiah istimewa berupa kelahiran seorang Nabi dari rahimnya tanpa bapak.


4]. Asiyah binti Muzahim

Beliau adalah istri dari seorang penguasa yang lalim yaitu Fir’aun laknatullah ‘alaih. Akibat dari keimanan Asiyah kepada kerasulan Musa, ia harus rela menerima siksaan pedih dari suaminya. Betapapun besar kecintaan dan kepatuhannya pada suami ternyata di hatinya masih tersedia tempat tertinggi yang ia isi dengan cinta pada Allah dan RasulNya. Surga menjadi tujuan akhirnya sehingga kesulitan dan kepedihan yang ia rasakan di dunia sebagai akibat meninggalkan kemewahan hidup, budaya dan tradisi leluhur yang menyelisihi syariat Allah ia telan begitu saja bak pil kina demi kesenangan abadi. Akhirnya Asiyah meninggal dalam keadaan tersenyum dalam siksaan pengikut Fir’aun.

Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu alaihi wasalam berkata:

“Fir’aun memukulkan kedua tangan dan kakinya (Asiyah) dalam keadaan terikat. Maka ketika mereka (Fir’aun dan pengikutnya) meninggalkan Asiyah, malaikat menaunginya lalu ia berkata: Ya Rabb bangunkan sebuah rumah bagiku di sisimu dalam surga. Maka Allah perlihatkan rumah yang telah disediakan untuknya di surga sebelum meninggal.”

Wanita yang durhaka

1]. Istri Nabi Nuh

2]. Istri Nabi Luth

Mereka merupakan figur dua orang istri dari para kekasih Allah yang tidak sempat merasakan manisnya iman. Hatinya lebih condong kepada apa yang diikuti oleh orang banyak daripada kebenaran yang dibawa oleh suaminya. Mereka justru membela kepentingan kaumnya karena tidak ingin dimusuhi dan dibenci oleh orang-orang yang selama ini mencintai dan menghormati dirinya. Maka kesenangan sesaat ini Allah gantikan dengan kebinasaan yang didapat bersama kaumnya. Istri Nabi Nuh ikut tenggelam oleh banjir besar bersama kaumnya yang menyekutukan Allah dengan menyembah patung-patung orang shalih, sedangkan istri Nabi Luth ditelan bumi karena adzab Allah atas kaumnya yang melakukan liwath (homoseksual).

Semua cerita ini telah Allah rangkum dalam sebuah firmanNya yang indah dalam surat At-Tahrim ayat 10-12, yang artinya: “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah: dan dikatakan (kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka). Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisimu dalam Surga. Dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dhalim. Dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehor-matannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitabnya dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.”

Semoga kisah para wanita ini bisa menjadi pelajaran bagi para wanita zaman ini untuk berkaca diri, kira-kira saya termasuk golongan yang mana? Apakah golongan yang dicintai Allah atau yang dimurkaiNya?

Bagi wanita yang belum berumah tangga, saat ini merupakan kesempatan besar baginya untuk memperbanyak amalan shalih dan mendekatkan diri pada Allah, bukannya justru menghabiskan masa mudanya dengan hura-hura dan kegiatan lain yang tidak bermanfaat. Dan bagi mereka yang sudah berumah tangga, selain menjaga keistiqomahannya dalam berIslam dia juga diberi beban tambahan oleh Allah untuk membantu suami menjalankan agamanya. Istri yang demikian meru-pakan harta yang paling berharga.

Dari kisah mereka, kita juga bisa mengambil pelajaran bahwa dalam keadaan bagaimanapun, hendaknya ketundukan kepada syariat Allah dan RasulNya harus tetap di atas segala-galanya. Asalkan berada di atas kebenaran, kita tidak perlu takut dibenci oleh masyrakat, sahabat, maupun orang yang paling istimewa di hati kita. Justru kewajiban kita adalah menunjukkan yang benar kepada mereka. Dengan begitu kita akan mendapatkan cinta sejati .. cinta Allah Rabbul ‘alamin.

Mudah-mudahan kita selalu diberi keistiqomahan untuk menapaki dan mengamalkan syariat yang haq (benar) walaupun kita seorang diri. Amin.

Maraji’:

1]. Ahkamun Nisa’, Ibnul Jauzi.

2]. Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Atsqalani.

3]. Tuhfatul Ahwadzi, Al Mubarakfuri.

4]. Wanita-wanita Shalihat Dalam Lintas Sejarah Islam, Muhyidin Abdul Hamid.

http://arrahmah.com/read/2009/06/25/4768-wanita-yang-mendapat-pujian-dan-wanita-yang-dilakanat-allah.html

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...

MANFAAT-MANFAAT MENGHAFAL AL-QUR'AN UNTUK KITA ...



Oleh:
Abduldaem Al-Kaheel

Berbagai kajian kontemporer membuktikan bahwa hafalan Al-Qur’an dapat menjaga seseorang dari berbagai penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan kreatifitas d...an relaksasi.

Amal terbaik yang bisa dikerjakan seseorang adalah membaca Al-Qur’an, mengamalkan kandungannya, menerapkan perintah Allah, dan menjauhi larangan Allah. Selama pengalaman interaksi dengan Al-Qur’an dalam kurun waktu lebih dari dua puluh tahun, saya menemukan sebuah kepastian bahwa Al-Qur’an memiliki pengaruh yang besar terhadap kepribadian manusia.

Ketika Anda membaca sebuah bukti tentang Neuro Linguistic Programming, atau tentang seni manajemen waktu, atau seni bergaul, maka penulisnya akan mengatakan: membaca buku ini dapat mengubah hidup Anda. Artinya, kitab apapun yang dibaca seseorang itu akan memengaruhi perilaku dan kepribadiannya, karena kepribadian meurpakan hasil dari wawasan dan pengalaman seser, serta apa yang dibaca, dilihat dan didengarnya.

Sudah barang tentu buku-buku karangan manusia ini pengaruhnya terbatas. Tetapi, ketika berbicara tentang Kitab Allah yang menciptakan manusia, dimana Dia lebih mengetahui apa yang ada dalam diri manusia dan apa yang menjadikannya lebi hbaik, maka sudah barang tentu kita menemukan dalam kitab ini informasi-informasi yang dibutuhkan manusia dalam kehidupannya di dunia dan akhirat. Karena Al-Qur’an adalah cahaya, obat dan petunjuk. Di dalam kita temukan masa lalu dan masa mendatang. Allah berfirman, “Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS Fushshilat [41]: 42).

Dapat saya tegaskan bahwa setiap ayat yang Anda baca, renungkan dan hafal itu dapat menciptakan perubahan dalam hidup Anda! Bagaimana dengan orang yang membaca dan menghafal seluruh Al-Qur’an? Tidak diragukan bahwa bacaan Al-Qur’an, perenungan, dan penyimakan dengan khusyuk itu dapat merekonstruksi kepribadian seseorang, karena Al-Qur’an mengandung berbagai prinsip dan dasar-dasar yang solid bagi caracter building.

Saya akan menyampaikan pengalaman sederhana tentang sejauh mana pengaruh Al-Qur’an terhadap kepribadian seseorang, bahkan satu ayat saja! Saya pernah membaca firman Allah: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah [2]: 216) Dalam hati saya berkata, ayat ini pasti mengandung sebuah hukum pasti yang memberi kebahagiaan bagi orang yang mengimplemensikannya dalam hidup.

Sebelum membaca ayat ini, saya sedang merasa sedih karena mengalami suatu musibah, atau merasakan ketakutan terhadap masa depan, karena saya sedang mencemaskan suatu hal.

Setelah merenungkan ayat ini dalam waktu yang cukup lama, saya menyadari bahwa Allah telah menadirkan segala sesuatu, dan Dia tidak akan memilihkan untukku selain yang terbaik bagiku, karena Dia mengetahui masa depan, sedangkan saya tidak. Demikianlah, akhirnya saya memandang segala sesuatu dengan optimis, meskipun secara lahir menyedihkan. Saya selalu mengharapkan terjadinya hal baik, meskipun menurut perhitungan tidak demikian.

Allah telah menetapkan setiap hal yang akan terjadi padaku sejak usiaku 42 hari dalam kandungan. Lalu, untuk apa aku bersedih. Selama Allah mendengar dan mengatur alam semesta ini, untuk apa takut dan cemas? Karena Allah yang menakdirkan dan memilihkannya untukku, maka itu pasti baik, bermanfaat, dan memberi kebahagiaan.

Demikianlah, kepribadian saya berubah dari akarnya menjadi pribadi yang optimis dan bahagia, dan terbebas dari banyak masalah yang mungkin saja terjadi seandainya Allah tidak memberiku kesempatan untuk merenungkan ayat ini, memahami, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulannya, berpegang teguh pada Al-Qur’an dan menjaga tilawahna itu dapat berpengaruh positif terhadap kepribadian seseorang, meninggalkan sistem kekebalan dalam dirinya, melindunginya dari berbagai penyakit psikologis, membantunya untuk sukses dan mengambil keputusan-keputusan yang sulit. Jadi, Al-Qur’an adalah jalan Anda untuk menjadi kreatif, memimpin, bahagia dan sukses!

http://www.eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/abduldaem-al-kaheel-manfaat-manfaat-menghafal-alqur-an.htm

Raih Amal Sholeh!
Sebarkan Informasi Ini...

*MEMBUMIKAN AL-QUR'AN*...


oleh:
Dr. M. Quraish Shihab

Bukti Kebenaran Al-Quran
...
Al-Quran mempunyai sekian banyak fungsi. Di antaranya adalah menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad saw. Bukti kebenaran tersebut dikemukakan dalam tantangan yang sifatnya bertahap. Pertama, menantang siapa pun yang meragukannya untuk menyusun semacam Al-Quran secara keseluruhan (baca QS 52:34). Kedua, menantang mereka untuk menyusun sepuluh surah semacam Al-Quran (baca QS 11:13). Seluruh Al-Quran berisikan 114 surah. Ketiga, menantang mereka untuk menyusun satu surah saja semacam Al-Quran (baca QS 10:38). Keempat, menantang mereka untuk menyusun sesuatu seperti atau lebih kurang sama dengan satu surah dari Al-Quran (baca QS 2:23).

Dalam hal ini, Al-Quran menegaskan: Katakanlah (hai Muhammad) sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan mampu membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. (QS 17 :88).

Seorang ahli berkomentar bahwa tantangan yang sedemikian lantang ini tidak dapat dikemukakan oleh seseorang kecuali jika ia memiliki satu dari dua sifat: gila atau sangat yakin. Muhammad saw. sangat yakin akan wahyu-wahyu Tuhan, karena "Wahyu adalah informasi yang diyakini dengan sebenarnya bersumber dari Tuhan."

Walaupun Al-Quran menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad, tapi fungsi utamanya adalah menjadi "petunjuk untuk seluruh umat manusia." Petunjuk yang dimaksud adalah petunjuk agama, atau yang biasa juga disebut sebagai syari'at. Syari'at, dari segi pengertian kebahasaan, berarti ' jalan menuju sumber air." Jasmani manusia, bahkan seluruh makhluk hidup, membutuhkan air, demi kelangsungan hidupnya. Ruhaninya pun membutuhkan "air kehidupan." Di sini, syari'at mengantarkan seseorang menuju air kehidupan itu.

Dalam syari'at ditemukan sekian banyak rambu-rambu jalan: ada yang berwarna merah, yang berarti larangan; ada pula yang berwarna kuning, yang memerlukan kehati-hatian; dan ada yang hijau warnanya, yang melambangkan kebolehan melanjutkan perjalanan. Ini semua, persis sama dengan lampu-lampu lalulintas. Lampu merah tidak memperlambat seseorang sampai ke tujuan. Bahkan ia merupakan salah satu faktor utama yang memelihara pejalan dari mara bahaya. Demikian juga halnya dengan "lampu-lampu merah" atau larangan-larangan agama.

Kita sangat membutuhkan peraturan-peraturan lalulintas demi memelihara keselamatan kita. Demikian juga dengan peraturan lalulintas menuju kehidupan yang lebih jauh, kehidupan sesudah mati. Di sini, siapakah yang seharusnya membuat peraturan-peraturan menuju perjalanan yang sangat jauh itu?

Manusia memiliki kelemahan-kelemahan. Antara lain, ia seringkali bersifat egoistis. Disamping itu, pengetahuannya sangat terbatas. Lantaran itu, jika ia yang diserahi menyusun peraturan lalulintas menuju kehidupan sesudah mati, maka diduga keras bahwa ia, di samping hanya akan menguntungkan dirinya sendiri, juga akan sangat terbatas bahkan keliru, karena ia tidak mengetahui apa yang akan terjadi setelah kematian.

Jika demikian, yang harus menyusunnya adalah "Sesuatu" yang tidak bersifat egoistis, yang tidak mempunyai sedikit kepentingan pun, sekaligus memiliki pengetahuan yang Mahaluas. "Sesuatu" itu adalah Tuhan Yang Mahaesa, dan peraturan yang dibuatnya itu dinamai "agama".

Sayang bahwa tidak semua manusia dapat berhubungan langsung secara jelas dengan Tuhan, guna memperoleh informasi-Nya. Karena itu, Tuhan memilih orang-orang tertentu, yang memiliki kesucian jiwa dan kecerdasan pikiran untuk menyampaikan informasi tersebut kepada mereka. Mereka yang terpilih itu dinamai Nabi atau Rasul.

Karena sifat egoistis manusia, maka ia tidak mempercayai informasi-informasi Tuhan yang disampaikan oleh para Nabi itu. Mereka bahkan tidak percaya bahwa manusia-manusia terpilih itu adalah Nabi-nabi yang mendapat tugas khusus dari Tuhan.

Untuk meyakinkan manusia, para Nabi atau Rasul diberi bukti-bukti yang pasti dan terjangkau. Bukti-bukti tersebut merupakan hal-hal tertentu yang tidak mungkin dapat mereka --sebagai manusia biasa (bukan pilihan Tuhan)-- lakukan. Bukti-bukti tersebut dalam bahasa agama dinamai "mukjizat".

Para Nabi atau Rasul terdahulu memiliki mukjizat-mukjizat yang bersifat temporal, lokal, dan material. Ini disebabkan karena misi mereka terbatas pada daerah tertentu dan waktu tertentu. Ini jelas berbeda dengan misi Nabi Muhammad saw. Beliau diutus untuk seluruh umat manusia, di mana dan kapan pun hingga akhir zaman.

Pengutusan ini juga memerlukan mukjizat. Dan karena sifat pengutusan itu, maka bukti kebenaran beliau juga tidak mungkin bersifat lokal, temporal, dan material. Bukti itu harus bersifat universal, kekal, dapat dipikirkan dan dibuktikan kebenarannya oleh akal manusia. Di sinilah terletak fungsi Al-Quran sebagai mukjizat.

Paling tidak ada tiga aspek dalam Al-Quran yang dapat menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad saw., sekaligus menjadi bukti bahwa seluruh informasi atau petunjuk yang disampaikannya adalah benar bersumber dari Allah SWT.

Ketiga aspek tersebut akan lebih meyakinkan lagi, bila diketahui bahwa Nabi Muhammad bukanlah seorang yang pandai membaca dan menulis. Ia juga tidak hidup dan bermukim di tengah-tengah masyarakat yang relatif telah mengenal peradaban, seperti Mesir, Persia atau Romawi. Beliau dibesarkan dan hidup di tengah-tengah kaum yang oleh beliau sendiri dilukiskan sebagai "Kami adalah masyarakat yang tidak pandai menulis dan berhitung." Inilah sebabnya, konon, sehingga angka yang tertinggi yang mereka ketahui adalah tujuh. Inilah latar belakang, mengapa mereka mengartikan "tujuh langit" sebagai "banyak langit." Al-Quran juga menyatakan bahwa seandainya Muhammad dapat membaca atau menulis pastilah akan ada yang meragukan kenabian beliau (baca QS 29:48).

Ketiga aspek yang dimaksud di atas adalah sebagai berikut. Pertama, aspek keindahan dan ketelitian redaksi-redaksinya. Tidak mudah untuk menguraikan hal ini, khususnya bagi kita yang tidak memahami dan memiliki "rasa bahasa" Arab --karena keindahan diperoleh melalui "perasaan", bukan melalui nalar. Namun demikian, ada satu atau dua hal menyangkut redaksi Al-Quran yang dapat membantu pemahaman aspek pertama ini.

Seperti diketahui, seringkali Al-Quran "turun" secara spontan, guna menjawab pertanyaan atau mengomentari peristiwa. Misalnya pertanyaan orang Yahudi tentang hakikat ruh. Pertanyaan ini dijawab secara langsung, dan tentunya spontanitas tersebut tidak memberi peluang untuk berpikir dan menyusun jawaban dengan redaksi yang indah apalagi teliti. Namun demikian, setelah Al-Quran rampung diturunkan dan kemudian dilakukan analisis serta perhitungan tentang redaksi-redaksinya, ditemukanlah hal-hal yang sangat menakjubkan. Ditemukan adanya keseimbangan yang sangat serasi antara kata-kata yang digunakannya, seperti keserasian jumlah dua kata yang bertolak belakang.

Abdurrazaq Nawfal, dalam Al-Ijaz Al-Adabiy li Al-Qur'an Al-Karim yang terdiri dari tiga jilid, mengemukakan sekian banyak contoh tentang keseimbangan tersebut, yang dapat kita simpulkan secara sangat singkat sebagai berikut.

A. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan antonimnya. Beberapa contoh, di antaranya:

*Al-hayah (hidup) dan al-mawt (mati), masing-masing sebanyak 145 kali;
*Al-naf' (manfaat) dan al-madharrah (mudarat), masing-masing sebanyak 50 kali;
*Al-har (panas) dan al-bard (dingin), masing-masing 4 kali;
*Al-shalihat (kebajikan) dan al-sayyi'at (keburukan), masing-masing 167 kali;
*Al-Thumaninah (kelapangan/ketenangan) dan al-dhiq (kesempitan/kekesalan), masing-masing 13 kali;
*Al-rahbah (cemas/takut) dan al-raghbah (harap/ingin), masing-masing 8 kali;
*Al-kufr (kekufuran) dan al-iman (iman) dalam bentuk definite, masing-masing 17 kali;
*Kufr (kekufuran) dan iman (iman) dalam bentuk indifinite, masing-masing 8 kali;
*Al-shayf (musim panas) dan al-syita' (musim dingin), masing-masing 1 kali.

B. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya.

*Al-harts dan al-zira'ah (membajak/bertani), masing-masing 14 kali;
*Al-'ushb dan al-dhurur (membanggakan diri/angkuh), masing-masing 27 kali;
*Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati [jiwanya]), masing-masing 17 kali;
*Al-Qur'an, al-wahyu dan Al-Islam (Al-Quran, wahyu dan Islam), masing-masing 70 kali;
*Al-aql dan al-nur (akal dan cahaya), masing-masing 49 kali;
*Al-jahr dan al-'alaniyah (nyata), masing-masing 16 kali.

C. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjuk kepada akibatnya.

*Al-infaq (infak) dengan al-ridha (kerelaan), masing-masing 73 kali;
*Al-bukhl (kekikiran) dengan al-hasarah (penyesalan), masing-masing 12 kali;
*Al-kafirun (orang-orang kafir) dengan al-nar/al-ahraq (neraka/ pembakaran), masing-masing 154 kali;
*Al-zakah (zakat/penyucian) dengan al-barakat (kebajikan yang banyak), masing-masing 32 kali;
*Al-fahisyah (kekejian) dengan al-ghadhb (murka), masing-masing 26 kali.

D. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya.

*Al-israf (pemborosan) dengan al-sur'ah (ketergesa-gesaan), masing-masing 23 kali;
*Al-maw'izhah (nasihat/petuah) dengan al-lisan (lidah), masing-masing 25 kali;
*Al-asra (tawanan) dengan al-harb (perang), masing-masing 6 kali;
*Al-salam (kedamaian) dengan al-thayyibat (kebajikan), masing-masing 60 kali.

E. Di samping keseimbangan-keseimbangan tersebut, ditemukan juga keseimbangan khusus.

(1) Kata yawm (hari) dalam bentuk tunggal sejumlah 365 kali, sebanyak hari-hari dalam setahun. Sedangkan kata hari yang menunjuk kepada bentuk plural (ayyam) atau dua (yawmayni), jumlah keseluruhannya hanya tiga puluh, sama dengan jumlah hari dalam sebulan. Disisi lain, kata yang berarti "bulan" (syahr) hanya terdapat dua belas kali, sama dengan jumlah bulan dalam setahun.

(2) Al-Quran menjelaskan bahwa langit ada "tujuh." Penjelasan ini diulanginya sebanyak tujuh kali pula, yakni dalam ayat-ayat Al-Baqarah 29, Al-Isra' 44, Al-Mu'minun 86, Fushshilat 12, Al-Thalaq 12, Al-Mulk 3, dan Nuh 15. Selain itu, penjelasannya tentang terciptanya langit dan bumi dalam enam hari dinyatakan pula dalam tujuh ayat.

(3) Kata-kata yang menunjuk kepada utusan Tuhan, baik rasul (rasul), atau nabiyy (nabi), atau basyir (pembawa berita gembira), atau nadzir (pemberi peringatan), keseluruhannya berjumlah 518 kali. Jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, rasul dan pembawa berita tersebut, yakni 518 kali.

Demikianlah sebagian dari hasil penelitian yang kita rangkum dan kelompokkan ke dalam bentuk seperti terlihat di atas.

Kedua adalah pemberitaan-pemberitaan gaibnya. Fir'aun, yang mengejar-ngejar Nabi Musa., diceritakan dalam surah Yunus. Pada ayat 92 surah itu, ditegaskan bahwa "Badan Fir'aun tersebut akan diselamatkan Tuhan untuk menjadi pelajaran generasi berikut." Tidak seorang pun mengetahui hal tersebut, karena hal itu telah terjadi sekitar 1200 tahun S.M. Nanti, pada awal abad ke-19, tepatnya pada tahun 1896, ahli purbakala Loret menemukan di Lembah Raja-raja Luxor Mesir, satu mumi, yang dari data-data sejarah terbukti bahwa ia adalah Fir'aun yang bernama Maniptah dan yang pernah mengejar Nabi Musa a.s. Selain itu, pada tanggal 8 Juli 1908, Elliot Smith mendapat izin dari pemerintah Mesir untuk membuka pembalut-pembalut Fir'aun tersebut. Apa yang ditemukannya adalah satu jasad utuh, seperti yang diberitakan oleh Al-Quran melalui Nabi yang ummiy (tak pandai membaca dan menulis itu). Mungkinkah ini?

Setiap orang yang pernah berkunjung ke Museum Kairo, akan dapat melihat Fir'aun tersebut. Terlalu banyak ragam serta peristiwa gaib yang telah diungkapkan Al-Quran dan yang tidak mungkin dikemukakan dalam kesempatan yang terbatas ini.

Ketiga, isyarat-isyarat ilmiahnya. Banyak sekah isyarat ilmiah yang ditemukan dalam Al-Quran. Misalnya diisyaratkannya bahwa "Cahaya matahari bersumber dari dirinya sendiri, sedang cahaya bulan adalah pantulan (dari cahaya matahari)" (perhatikan QS 10:5); atau bahwa jenis kelamin anak adalah hasil sperma pria, sedang wanita sekadar mengandung karena mereka hanya bagaikan "ladang" (QS 2:223); dan masih banyak lagi lainnya yang kesemuanya belum diketahui manusia kecuali pada abad-abad bahkan tahun-tahun terakhir ini. Dari manakah Muhammad mengetahuinya kalau bukan dari Dia, Allah Yang Maha Mengetahui!

Kesemua aspek tersebut tidak dimaksudkan kecuali menjadi bukti bahwa petunjuk-petunjuk yang disampaikan oleh Al-Quran adalah benar, sehingga dengan demikian manusia yakin serta secara tulus mengamalkan petunjuk-petunjuknya.



MEMBUMIKAN AL-QURAN
Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat
Dr. M. Quraish Shihab
Penerbit Mizan, Cetakan 13, Rajab 1417/November 1996
Jln. Yodkali 16, Bandung 40124
Telp. (022) 700931 - Fax. (022) 707038
mailto:mizan@ibm.net

http://media.isnet.org/islam/Quraish/Membumi/Benar.html
Raih Amal Sholeh!

MENGHALALKAN SEGALA CARA..

Orang yang melakukan kesalahan..akan dikatakan melanggar hanya apabila orang tersebut masuk dalam kategori tahu..sengaja dan tidak terpaksa...
Jika seseorang melanggar tapi tidak tahu..misalnya orang yang baru ma...suk Islam.. tidak tahu bahwa merokok membatalkan puasa..kemudian pada saat mulai ikut berpuasa ia merokok..maka tidaklah dia dihukumi melanggar...
Hanya setelah diberitahu,..hukum melanggar berlaku baginya...

Hanya sekarang banyak kesalahan yang dilakukan..ingkar terhadap perintah Allah dan melanggar larangan justru bukan disebabkan ketidaktahuan...

Bahkan pengetahuan banyak..tapi tidak mau tahu...

- Seorang gadis mengaku Islam..tapi tidak mengenakan jilbab...lalu temannya menasehatinya...
Gadis itu pun beralasan..
“ Yang pentingkan saya berpakaian sopan dan berbuat baik sesama manusia”..

Padahal Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman..
Katakanlah kepada wanita yang beriman..“Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya..dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya..kecuali yang (biasa) nampak daripadanya..
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya..kecuali kepada suami mereka….(Q.S 24:31)

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu..anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin..
“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”...
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal..karena itu mereka tidak diganggu..Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang (Q.S 33:59)..



- Sekelompok wanita sedang ngerumpi dan menggosip tentang si A dengan asyiknya..kemudian seorang wanita yang ‘alim menasehati mereka...
Kemudian mereka beralasan..
“Loh yang kami ceritakan ini kenyataan..memang si A itu orangnya sombong dan jelek lagi”..



- Sepasang kekasih sedang pacaran bermesraan di tempat gelap..
Sang pria merayu si gadis untuk berbuat mesum..lalu si gadis menolak dan memberitahukan akibat buruk dari tindakan itu..
Kemudian sang pria berlasan..
“Tenang sayang..aku tidak akan menikahimu”...



- Seorang pelajar mendatangi paranormal tentang nasibnya di masa depan..
Lalu temannya menasehatinya untuk tidak mempercayai paranormal tersebut..
Namun dia beralasan..
“Aku kan cuma bertanya dan cuma menguji kehebatan dan kebenarannya..bukan beriman kepadanya ”..


- Seorang pedagangsedang sakit hati dengan pedagang lainnya yang lebih laris darinya..lalu dia berniat untuk meracuni saingannya itu sampai mati...
Kemudian istrinya menasehatinya...
Pedagang itu pun beralasan..
“Tenang aku akan melakukannya sembunyi-sembunyi.. ini untuk kesuksesan karirku sebagai pedagang mi dan kebahagiaanmu juga sayang”..



- Ketika Adzan berkumandang..seseorang masih sibuk dengan Facebooknya...
Lalu ibunya menasehatinya..
kemudian ia beralasan..
“ Bentar lagi ma..Waktu sholat masih panjang kog...nanti juga pasti shalat..”..



- Segerombolan anak muda sedang gila-gilaan memainkan musik dan nyanyian-nyanyian cengeng dan mengumbar syahwat.. lalu seorang ‘alim menasehati mereka...
Kemudian mereka beralasan..“Musik kan tak ada dosanya dalam Islam”..

Padahal Allah Azza wa Jalla berfirman..
Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan ucapan yang tidak berguna” (Q.S Luqman : 6)..

Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda..
“Sesungguhnya akan ada segolongan orang dari kaumku yang menghalalkan zina.. kain sutera..khamr dan alat musik” (H.R Bukhari)..



- Beberapa orang sedang asyik membaca zodiac..serta bergurau dengan sesamanya seolah-olah itu akan terjadi...Kemudian seseorang menasehati mereka.. dan mereka pun beralasan..
“ Hei kami kan cuma main-main..kami bukannya percaya dengan beginian”..

Padahal Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda..
“Ramalan mujur-sial adalah syirik..(Beliau mengulanginya tiga kali) dan tiap orang pasti terlintas dalam hatinya perasaan demikian..tapi Allah menghilangkan perasaan itu dengan bertawakal”. (HR. Bukhari dan Muslim)


Jika nafsu sudah berkuasa..maka hasratpun mengembara...

Orang yang berakal baik akan memikirkan ayat-ayat ini..

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya...Sesungguhnya pendengaran..penglihatan dan hati..semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”..
(Q.S Al-Israa’: 36)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”..
(Q.S: Ali Imran:190)

Katakanlah..“Tidak sama yang buruk dengan yang baik..meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu..maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal.. agar kamu mendapat keberuntungan” (Q.S: Al-Maidah:100)

Wallahu A’lam.

Ya Allah..
Tunjukkanlah kami yang benar itu benar dan kuatkan kami untuk melaksanakannya..
Dan tunjukkan kami yang salah itu salah dan kuatkan kami untuk menghindarinya.. Aamiin..

❀::Risalah Untukmu, Saudaraku...::❀


Sesungguhnya setiap manusia akan mengalami kesudahan.

Betapa pun lezatnya dia merasakan kenikmatan hidup didunia,
... betapa pun panjang umurnya, betapa pun dia memuaskan syahwat dan meneguk kenikmatan dunia,

Dirinya tetap akan mengalami kesudahan. Kelak di suatu hari, dirinya akan terusung di atas keranda.
Kematian! Itulah kesudahan tersebut. Sesuatu yang tidak dapat dihindari. Allah ta’ala berfirman,

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185)

Pada hari tersebut seluruh makhluk kembali menghadap kepada Allah Azza wa jalla untuk dihisab seluruh amalannya. Allah ta’ala berfirman,

“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah” (QS. Al Baqarah: 281)

Hari yang sering terlupakan,
hari yang paling akhir, hari di mana kerongkongan tersekat.
Tiada hari setelahnya dan tidak ada yang semisal dengannya.


Itulah hari yang dahsyat dan telah Allah tetapkan bagi seluruh makhluk-Nya, Hari kiamat, pertemuan yang telah dijanjikan.

Namun sebelum itu, ada waktu di mana setiap manusia berpindah dari kampung yang penuh tipu daya menuju kampung abadi sesuai dengan amalannya.

Pada waktu itu, manusia akan melayangkan pandangannya yang terakhir kali kepada anak dan kerabatnya, dirinya akan memandang dunia ini untuk kali yang terakhir.

Di saat itulah, tanda-tanda sekarat akan nampak di wajahnya. Muncul rasa sakit dan tarikan nafas yang teramat dalam dari lubuk hatinya.

Di waktu itu, manusia akan mengetahui betapa hinanya dunia ini. Di waktu itu, dirinya akan menyesali setiap waktu yang telah disia-siakannya. Dirinya akan memanggil, “Wahai Rabb-ku!”,

“Dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” (QS. Al Mu’minuun: 99-100)


Di waktu itulah, kebinasaan dan kematian akan menjemputnya. Malaikat maut akan menghampirinya seraya memanggil dirinya.

"Duhai! Apakah yang akan dia serukan? Seruan menuju surga ataukah seruan menuju neraka?!!

Ketahuilah, sesungguhnya pengasingan yang hakiki adalah pengasingan dalam lahad tatkala diri diliputi kain kafan. Tidakkah kita membayangkan bagaimana diri diletakkan di atas dipan,

Sekarat semakin keras dialami dan kematian menarik ruh di setiap urat. Kemudian ruh tersebut kembali menuju kepada Pencipta-nya. Alangkah dahsyatnya kejadian itu!

jasad diturunkan ke dalam kubur. Sendirian, tanpa seorang pun yang menemani.
Di sanalah seorang akan merasakan keterasingan dan ketakutan yang teramat sangat.

Dalam sekejap, hamba akan berpindah dari kampung yang hina menuju negeri yang dipenuhi kenikmatan jika dirinya termasuk seorang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal yang shalih.

Atau sebaliknya, dia akan menuju negeri kesengsaraan dan dipenuhi azab yang pedih, seorang yang senang mendurhakai Allah Sang Pencipta.

Sisi kehidupan dunia yang menipu telah dilipat, dan nampaklah di hadapan hamba ketakutan di hari kebangkitan. Hiburan dan kesenangan berlalu, dan yang tersisa hanyalah kelelahan (di hari berbangkit).


Demikianlah, dunia dan seisinya berlalu dan berakhir sedemikian cepatnya.Ruhnya kembali kepada penciptanya dan berpindah menuju kampung akhirat dengan berbagai keadaannya yang begitu menakutkan.

Dalam sekejap, seorang singgah di awal persinggahan akhirat dan menghadapi kehidupan yang baru. Entah itu kehidupan yang bahagia, atau kehidupan yang mengenaskan. Wal ‘iyadzu billah..

Saudaraku, rehatlah sejenak dan mari berintrospeksi diri!

Sungguh diri yang teramat lemah untuk memikul dan menahan azab-Nya. Gunung yang tinggi lagi kokoh jika dilabuhkan sejenak di neraka, maka dia akan meleleh dikarenakan panasnya yang teramat sangat.

Lalu, bagaimana dengan diri ini, wahai manusia yang lemah?

Kita mungkin dapat sabar menahan lapar dahaga, menahan derita musibah dan beban hidup. Namun, demi Allah, Zat yang tiada sesembahan yang berhak disembah selain-Nya, kita tidak akan mampu bersabar dalam menahan azab neraka.

Sumber : muslim.or.id
Semoga bermanfaat untuk renungan diri, dipersilahkan yang ingin tag atau share..

`*.¸.*´-°
¸.•´¸.•*¨) Uhibbukum Fillah
(Keep istiqomah wa hamasah♥
。*¯`♥*•.¸,¤°\•*´♥¯゚・♥..:*`*.¸.

Minggu, 01 April 2012

Kemuliaan...

Pemuda dan Serambi Masjid

Sejatinyalah, masjid adalah rumah yang begitu agung dan mulia untuk beribadah kepada-Nya. Tempat persinggahan jiwa-jiwa beriman yang senantiasa merindukan ketenangan. Menjadi bahtera keselamatan bagi insan-insan yang takut kepada Allah.
Pernahkah membaca atau mendengarkan cerita tentang pemuda dan serambi masjid?kisah seorang pemuda yang teguh menjalankan kebaikan, bahkan menjadi ujung tombak dalam melakukan aktivitas kebaikan. Mereka menyemarakkan masjid dengan shalat berjamaah, mengadakan kajian, menyelenggarakan kegiatan social, mengajar anak-anak TPA, dan berdakwah pada para pemuda lainnya. Para pemuda inilah yang meneguhkan hati, yang membuat siapapun yang cinta agama Allah merasa tenang dengan masa depan, mereka para pemuda yang dibina dalam naungan masjid, rumah-rumah Allah. Mereka tumbuh besar dalam ketaatan pada Allah.
Pemandangan keramaian masjid di desa saya masih sangat memprihatinkan. Pemuda-pemuda semakin terkikis semangatnya untuk memakmurkan masjid. Hanya bulan tertentu saja mushola dirumah ramai akan pemuda, tentu saja dibulan ramadhan. Tiga hari setelah ramadhan pergi, sangat sepi sekali mushola ini. Kembali seperti hari-hari biasanya, yaa biasa hanya beberapa jamaah yang masih istiqomah untuk melaksanakan shalat di mushola ini. Dulu masih banyak simbah-simbah yang shalat, tapi satu per satu mbah-mbah telah dipanggil Allah. Seharusnya kan kata pepatah “Mati satu tumbuh seribu?”, satu generasi hilang akan muncul banyak generasi muda, tapi jauh berbeda dengan kenyataan sebenarnya.
Beginikah keadaan pemuda desa yang memprihatinkan?banyak orang yang biasanya berkata demikian “wah, kalau orang desa biasanya alim-alim ya nduk pemudanya?” ingiin sekali melihat kenyataan itu di desa saya.
“Tidaklah seseorang menjadikan masjid untuk shalat dan berdzikir, melainkan Allah akan gembira kepadanya sebagaimana kegembiraan seseorang yang kehilangan teman-temannya apabila teman-temannya datang menemuinya”(Riwayat Ibnu majah, dishahihkan Al Albani).

Teringat kata-kata bapak, “kalau punya anak laki enak nduk, bapak ada yang ngganti adzan”, terkagum juga dengan semangat bapak, terkadang sehari hanya beliau yang adzan, dari subuh sampai isya, dan subuh pun hanya beberapa gelintir jamaah saja yang datang :-D . semoga para pemuda diberi kesadaran dan niat yang kuat untuk bisa memakmurkan masjid-masjid. Siapa lagi jika bukan pemuda yang menjadi ujung tombaknya, yang masih diberi kuat fisik untuk melaksanakan segala aktivitas.
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir”
(At Taubah:18)
Dan tidaklah kita ingin menjadi salah satu generasi yang disebutkan Rasulullah , “… dan seseorang yang hatinya selalu terkait dengan masjid ..”
(Muttafaq’alaih)

Inti hidup ini

Lembaran Baru

Saudaraku, hadapkan diri sepenuhnya pada Allah Ta’ala. Lembaran-lembaran yang ada dihadapmu masih dalam keadaan putih, tanpa goresan. Berhati-hatilah jangan sampai kita nodai kembali, perbanyaklah dzikir untuk mengingat Allah dan istighfar memohon ampunan pada-Nya. Semoga lembaran-lembaran yang baru menjadi titik yang lebih baik untuk kita semua dalam perjalanan mendekatkan diri pada-Nya. amiin …

Alhamdulillah…, terimakasih ya Rabbi atas indahnya hidup ini dan atas nikmat yang telah engkau berikan. Rasa syukur sudah seharusnya selalu saya panjatkan kehadirat Mu, teristimewa untuk hari ini karena hari ini bisa memulai lembaran baru ditahun baru bagi umat muslim sedunia.
Ya Allah yang Maha Kuasa, Kau ciptakan Manusia termasuk, dengan penuh kemuliaan, tetapi kenapa saya jalani hidup ini  dengan kenistaan.
Hijrah ditahun lalu masih jauh sekali dari kekurangan, saya sadar ya Allah, saya masih sering melakukan dosa…
Saat mendengar adzan dan masuk waktu sholat terkadang masih sering menunda sholat dengan menyibukkan diri dengan urusan diniawi, lebih mementingkan pekerjaan.
Saat bersedekah masih ada yang memberatkan dalam hati, masih memilih-milih lembaran uang ketika akan dimasukkan ke kotak infaq, padahal rejeki itu sudah ada yang metetapkan untuk saya Allah.
Puasa sunah ?? terkadang masih terlalai, lupa akan waktu yang telah Engkau berikan
Membaca Al Qur’an, hanya lembaran-lembaran yang terbaca dan belum bisa mentadzaburi isi-isi yang terkandung didalamnya. sepertinya hanya rutinitas yang saya jalnkan
Qiyamul Lail… terkadang masih belum saya dapatkan kekhusu’annya ya Allah,..

Ya Allah… saya memang tidak semulia pada saat Engkau ciptakan, tetapi apakah saya masih dapat Engkau berikan kesempatan untuk terus berusaha mendapatkan kemuliaan itu kembali dihadapanMu sampai di akhir hidup ini?
Ya Allah berilah  kesempatan untuk memperbaiki diri ini, berikan saya  kesempatan untuk lebih mendekatkan diri ini padaMU ya Rabbi… berikan saya petunjuk agar  selalu berada pada jalanMu yang engkau ridhoi.
Ya Allah  kini waktu sudah terganti, Engkaulah sandaran napas hamba, peganggam hamba, tempat hamba menggantungkan sejuta asa, saya memohon dengan segenap kerendahan hati, dengan segala kepasrahan maka jadikanlah ruang dan waktu yang akan hamba lewati kedepan adalah ruang yang penuh dengan ibadah, waktu yang penuh dengan asma-Mu yang maha indah …
Salam Maal Hijrah 1432 H
Semoga bisa menjadi muslimah yang lebih baik dari kemarin, amiin :-D

Bangkit dari Keterpurukan

Berbenah Diri

Bismillah..
Ya Allah, memang banyak sekali kekurangan pada pribadi ini.
Kadang masih terlena dengan pujian, terlalu banyak pujian yang terlontar justru akan melemahkan hati ini.
Teledor, tidak bisa memanaje sesuatu, semuanya ingin serba instan, ingin segera seleasi tetapi kurang memperhatikan proses, tujuan utama, dan esensi dalam diri
Banyak lupa, lupa adalah fitrah manusia, tapi terlalu banyak lupa bisa menjadikan orang lain terdzolimi, bahkan hak-hak pada diri sendiri yang seharusnya terpenuhi, bisa HILANG karena LUPA
Mengeluh, mengeluh karena tugas, amanah, dan banyak hal, seakan diri inilah yang paling banyak mendapatkan pekerjaan itu
Membuang waktu, seakan waktu masih kita miliki tak berfikir entah kapan batas hidup ini. Membuang yang telah lewat dengan begitu saja.
Ambillah hikmah dari setiap kejadian
Teringat kisah dari sebatang pensil,  sebuah pensil selalu meninggalkan tanda atau goresan. Seperti juga manusia, kita harus selalu sadar dan waspada karena apa pun yang kita perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan dan goresan. Maka berhati-hatilah dalam berpikir, berucap, dan bertindak. Sehingga, goresan yang kita tinggalkan akan menjadi guratan yang memberi manfaat bagi diri dan orang lain.”

Tak lupa, saat melakukan berbagai kesalahan, kita belajar berbenah diri untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik. Saat kita maju, tak lupa untuk tetap belajar semoga apa yang telah dan akan kita pikir, ucapkan, dan perbuat, mampu bermanfaat untuk orang lain.

Saat kita masih kecil, saat kita melakukan suatu kesalahan, atau keteledoran yang mungkin akan membahayakan diri atau pun orang lain, ibuk selalu memarahi, memberikan segala nasihat agar tidak melakukan hal itu lagi, tetapi saat kita sudah berinjak dewasa apapun yang kita lakuakan adalah pilihan kita, seorang ibu tak selama nya berada disamping kita yang selalu mengatakan ini benar dan ini salah, tapi hati masing-masing yang menjadi ratunya.

Berbenah diri dimulai dari hari ini…
Sampai waktu yang tidak ditentukan…
Wahai Dzat Yang Menggenggam jiwa-jiwa kami,
Bersamai kami dalam pembenahan diri ini,
Agar berbenah kami selalu pada apa yang Engkau inginkan atas kami..amiin..

Sentuhan Hati

Jangan Ambil Penglihatanku

Tidaklah mengapa jika mata ini buta, tapi jangan sampai hati ini mati dan ikut buta pula. Karena jika hati kita yang buta, kita tidak akan pernah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sehingga dapat menejerumuskan kita.

“De, besok kita kerumah bu Wal yuk, silaturahim sekalian jenguk beliau”, ajak kakak beberapa hari yang lalu. Bu wal salah seorang guru SD sekaligus guru TPA saya sewaktu kecil. Mungkin saya mengenal beliau sejak usia sebelum TK karena sering ikut kakak mengaji meskipun hanya ikut-ikutan saja. Terakhir bertemu beliau mungkin libur semester yang lalu, saat saya berkunjung di TPA. Setelah masuk di perguruan tinggi dan merantau di Semarang, sangat jarang sekali menjenguk ke TPA, karena memang hari TPA kamis dan ahad sore dan waktu-waktu itu harus ada di Semarang jika tak libur panjang.
Maha suci Allah yang telah menciptakan kita dengan segala kesempurnaannya, namun manusia seringkali tidak bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah karuniakan.
Ternyata beliau sekarang sudah tak bisa melihat, Innalillahi. “Bu, ini Erma, masih ingat kan?”, sambil mencium tangan beliau. “Alhamdulillah ya masih ingat, kog nggak pernah main sekarang nduk?” jawab beliau sambil mengelus pundak saya. Beliau lah yang mengajarkan saya mengeja huruf dan angka sewaktu kelas satu SD, beliau lah yang membantu saya mengeja alif, ba’, ta’ dan sekarang beliau sudah tak dapat melihat lagi. Maha suci Allah yang telah menciptakan kita dengan segala kesempurnaannya, namun manusia seringkali tidak bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah karuniakan.
Terkadang kita baru merasakan nikmat itu ketika nikmat itu hilang, seperti hal nya kesehatan, begitu pula dengan  nikmat penglihatan. syafakillah Bu..semoga selalu diberikan kesabaran dan kekuatan oleh Allah.
Ya Allah .. jangan ambil penglihatan saya,,,
Saya masih ingin mengagumi indah nya penciptaan Mu,,
Tapi jika mata ini Engkau butakan, semoga hati ini tidak ikut mati..
Jadikan hamba Mu ini, menjadi makhluk yang selalu bersyukur atas pemberian Mu ya Allah..