Jumat, 13 Juli 2012

~.::*Wanita Sholehah adalah Bidadari Surga*::.~

Bismillahirrahmanirrahiim..
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

~.::*ღ•❀☺•ღ*::.~❀☺*::.~•ღ

Sahabat Saudaraku fillah..yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana kita ketahui bersama,bahwa Bidadari adalah gambaran wanita sholehah, setiap wanita tentunya pasti mendambakan menjadi wanita sholehah, dan wanita-wanita surga ini sering disebut dengan Bidadari.

Bidadari terbagi menjadi dua yaitu bidadari yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan langsung sebagai bidadari, dan sudah ditempatkan di dalam surga dan wanita-wanita sholehah mukmin yang ada di bumi yang kelak masuk surga menjadi bidadari.

Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan didalam Surga, diantaranya yaitu :

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan." (QS. Al Waqiah : 10-21)

Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak, akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia yaitu :

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

"Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik."(QS. Al Waqiah : 22-23).

"Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin."(QS. Ar Rahman : 56)

"Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya." (QS. Al Waqiah : 35-37)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita sholehah penduduk Surga.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Bersabda :

"Seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya."(HR. Bukhari dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu)

Dari Imam Ath-Thabrany mengisahkan dalam sebuah Hadits, dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha :

Dia berkata : ” Wahai Rasulullah, Jelaskan kepadaku firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang bidadari yang bermata jeli?”

Beliau Menjawab: “Bidadari yg kulitnya putih,matanya jeli dan lebar,rambutnya berkilau seperti sayap burung nazar”,

Saya bertanya lagi ” “Jelaskanlah kepada ku tentang firman Allah Subhanahu wa Ta’ala ” Laksana Mutiara yang tersimpan baik” (Q.S Al-Waqi’ah : 23)

Beliau Menjawab : ” Kebeningannya bagaikan kebeningan mutiara didalam lautan yg tak pernah tersentuh tangan manusia”

Saya Bertanya lagi : “Wahai Rasulullah, jelaskan pada ku firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “didalam surga itu ada bidadari – bidadari lagi baik dan cantik”(Q.S. Ar-Rahman : 70)

Beliau Menjawab: “Akhlaqnya baik dan wajahnya cantik pula”

Saya Bertanya lagi,Jelaskan firman Allah, Subhanahu wa Ta’ala” seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik”(Q.S Ash-Shaffat : 49)

Beliau Menjawab : “Kelembutanya seperti kelembutan kulit yang ada pada bagian dalam telur dan terlindungi dari kulit luar, atau yang bisa disebut putih telur”

Saya Berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Penuh cinta lagi sebaya umurnya”(Q.S Al-Waqi’ah : 37)

Beliau Menjawab : ” Mereka adalah wanita yg meninggal dunia pada usaha lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. itulah yg dijadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala tatkala mereka sudah tahu, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan mereka gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya”.

Saya Bertanya lagi, ” Wahai Rasulullah Manakah yang lebih utama wanita sholehah Dunia atau Bidadari yang bermata jeli ?

Beliau Menjawab: “Wanita-wanita Sholehah Dunia lebih utama dari bidadari bermata jeli ,seperti kelebihan tampak pada apa yang tidak tampak”

Saya Beratanya lagi : Karena apa wanita Sholehah dunia lebih utama?”

Beliau Menjawab: ” Karena Shalat mereka , shaum dan ibadah mereka pada Allah Subhanahu wa Ta’ala,dan Allah Subhanahu wa Ta’ala meletakan Cahaya pada Wajah mereka , tubuh mereka adalah kain sutera,kulit putih bersih,pakaianya berwarna hijau, Perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya dan sisirnya terbuat dari emas”.

‘Mereka berkata: “Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali , Kami mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, Kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Bahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya”

Saya Berkata lagi, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami, pernah menikah dengan 2,3 atau 4 laki-laki lalu meninggal dunia. dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. siapakah diantara suaminya yang akan menjadi suaminya disurga???”…

Beliau Menjawab: “Wahai ummu Salamah..wanita itu disuruh memilih, lalu ia pun memilih diantara mereka yang akhlaqnya yg paling bagus, lalu dia berkata : “Wahai Rabb-Ku, sesungngguhnya lelaki inilah yg paling baik dan bagus akhlaqnya. Maka nikahilah aku dengannya, wahai ummu salamah… akhlaq yang baik dan bagus itu akan pergi membawa dua kebaikan; yaitu di dunia dan di akhirat”

Sahabat saudaraku fillah..Betapa indah perkataan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang menggambarkan tentang bidadari bermata jeli. Namun betapa lebih indah lagi dikala beliau mengatakan bahwa wanita dunia yang taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,lebih utama dibandingkan seorang bidadari surga.

Betapa mulianya seorang muslimah yang kaffah diin Islamnya. mereka yang senantiasa menjaga ibadah dan akhlaqnya, senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah Allah Subhanahu wa Ta’ala,.

Sungguh, betapa indah gambaran Allah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada wanita sholehah, yang menjaga kehormatan diri dan suaminya, tatkala cobaan dan ujian menimpa hanya kesabaran, dan keikhlasan yang ia tunjukkan. Di saat gemerlap dunia kian dahsyat menerpa, ia tetap teguh mempertahankan keimanannya.

Sebaik-baik perhiasan ialah wanita sholehah,dan wanita sholehah adalah mereka yang menerapkan Islam secara menyeluruh di dalam dirinya, sehingga kelak ia menjadi penyejuk mata bagi orang-orang di sekitarnya,serta senantiasa merasakan kebaikan di manapun ia berada.

Sahabat saudaraku fillah yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, Mudah-mudahan manfaat buat kita semua sebagai Renungan. Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . Senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahum Aamiin.

~.::*Sahabat Saudaraku fillah..Silakan di Tag/Share semua Untuk Umat dan Syiar Islam,,Bantu Tag Sahabat-sahabat yang lain…. Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum.

~.::*SaLam Santun Erat SiLaturrahim dan Ukhuwah Fillah*::.~

~.::*ღ•❀☺•ღ*::.~❀☺*::.~•ღ

•.✿ Marah itu Cinta ✿.•

.♥.Bismillah.♥.

Assalamu'alaikum warahmatullahi
wabarakatuh..

Sahabat fillah..

Siapa yg tidak pernah
merasakan dimarahi orang-orang
disekitarnya. Bisa jadi pagi2 sudah
dicemberuti istri/suami, anak2 yg
rewel, di kantor atasan ngomel2,
tetangga pura-pura gak peduli,
sahabat karib gak mau terima telpon..

Ooopss... tunggu dulu, jangan buru-
buru terpancing emosi untuk ikutan
marah pada mereka..

Sahabatku, marah adalah sifat dasar
manusia. Namun pernahkah... engkau
sadari bahwa marah adalah ekspresi
seseorang menunjukkan rasa
sayangnya pada kita..??

Coba
perhatikan ketika anak kita marah,
biasanya karena kita tidak
memperhatikan mata bening mereka
ketika sedang seru bercerita, atau
ketika mereka merasa kita tidak adil,
lebih sayang pada adik/kakaknya..

Jadi
marah bisa saja adalah ekspresi
seseorang untuk menunjukkan bahwa
mereka sebenarnya sayang dan
perhatian pada kita.
Sahabatku, usahlah terburu-buru
menilai negatif/su udzhon bahkan
ikutan marah juga pada orang yg
sedang memusuhi/marah pada kita..

Dinginkan hati dan kepala, segera
berwudhu lalu sholat lah, pasti pikiran
kita jadi terbuka dan bisa memahami
penyebab kemarahan mereka..

Jika kita
berfikir bahwa marah nya mereka itu
adalah ekspresi rasa sayang dan
perhatian pada kita, maka sudah
semestinya kita tidak akan terpancing
emosi..

Sahabatku yg dirahmati Allah Ta'Ala,
Dengan hati yg lapang, jiwa yg tenang
dan kepala yg dingin, seharusnya kita
berterima kasih pada orang yg saat ini
sedang marah/kesal pada kita..

Mengapa..? Karena mereka sebenarnya
sedang mengajarkan kita kesabaran,
mereka sedang menunjukkan
perhatiannya pada kita dengan
memperlihatkan kesalahan2 diri yg
harus kita perbaiki..

Marahnya mereka
justru membuat kita instropeksi diri
dan berproses menjadi manusia yg
lebih baik dan bijak..

Jadi, jika ada yg
sedang marah padamu saat ini, jangan
tinggalkan mereka apalagi balik
memusuhinya, rangkullah dan mohon
maaflah.. Paling tidak lakukanlah
karena Allah Ta'Ala..

Sahabatku, catatan sederhana ini
adalah renungan untuk diri saya pribadi,
sebagai manusia yg acapkali lalai dan
lemah..

saya sangat berharap ada
manfaatnya pula bagi sahabat2ku yg
membacanya..

Insya Allah..

Aamiin Ya Rabbal'alamiin....

Dipersilahkan bagi sahabat'' yang ingin
SHARE / TaG,,,
Bantulah sahabat'' lain yg
membutuhkan bantuan Tag,
Semoga menjadi amal Shaleh
bersama,InsyaALLAH..

ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ
´´´¶¶¶¶¶¶´´´´´´¶¶¶¶¶¶´´´
´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
´´´
´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´´¶¶¶¶
´´´
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´´¶¶¶¶
´´´
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´¶¶¶¶¶
´´´
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶ ´¶¶¶¶¶
´´´
´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
´´
´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
´´´
´´´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´
´´´´´´´¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶´´´
´´´´´´´´´¶¶¶¶¶¶¶¶´´´
´´´´´´´´´´´¶¶¶¶´´´Love U cOz
ALLAH
´´´´´´´´´´´´¶¶ ´´´
(´'`v´'`)
`•.¸.•´♫" ♫•*¨*•

☀ Nasihat Berharga Untuk Wanita Muslimah ☀

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Oleh: Yusuf bin Abdullah at-Turky

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد

Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Rasulullah, para keluarga dan para sahabat beliau, serta kepada orang-orang yang mengikuti jejak dan petunjuk beliau sampai hari pembalasan.

Ada nasihat yang sederhana ini kepada setiap ukhti muslimah, yang telah rela Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Rasul Allah.

Wahai saudariku, ukhti Muslimah. Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidak beriman seseorang di antara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (Muttafaq Alaih)

Maka, baris-baris sederhana ini sengaja ditulis untuk anda dari sesama saudara muslim yang bersaksi atas nama Allah bahwa ia sangat mencintai saudarinya sebagaimana cintanya kepada keluarga dan saudari-saudari muslimah lainnya.
Wahai saudariku, ukhti Muslimah. Hendaknya kita tahu dengan penuh keyakinan, kita tidak diciptakan main-main tanpa ada arti dan tidak pula dibiarkan begitu saja tanpa tujuan dan pertanggung-jawaban. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang Sebenarnya; tidak ada tuhan (yang paling berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan (yang Mempunyai) Arasy yang Mulia.” (QS. Al-Mu’minun: 115-116).

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung-jawaban)?” (QS. Al-Qiyamah: 36).

Tapi kita telah diciptakan oleh Allah, Pencipta alam yang indah ini, untuk suatu tujuan yang agung, sebagai mana firman Nya:

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Allah juga telah menerangkan kepada kita tentang ibadah tersebut dengan pengertiannya yang meliputi seluruh aspek kehidupan melalui para Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana firman Nya:

“Sesungguhnya Kami telah mengutus para rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat melaksanakan keadilan.” (QS. Al-Hadid: 25).

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada setiap umat (untuk menyerukan): ’Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu.” (QS. An-Nahl:36).

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan kepada kita nikmat dengan mengutus Muhammad bin Abdullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai nabi terakhir dan rasul yang diutus untuk seluruh umat manusia. Allah Ta’ala berfirman:

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah (Rasulullah) dan penutup para nabi.” (QS. Al-Ahzab:40).

“Katakanlah: ‘Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang paling berhak disembah) selain Dia, Yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Maka berimanlah kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat Nya (kitab-kitab Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS. Al-A’raf: 158).

Maka segala puji bagi Allah atas nikmat islam.

Wahai saudariku, Ukhti Muslimah. Ketahuilah –semoga Allah memberi taufiq kepada anda untuk setiap kebaikan-, bahwa Islam telah mengatur kehidupan seorang muslim dan muslimah sesuai dengan sistem yang datang dari Pencipta alam ini, Dzat Yang Maha Tinggi dan Maha Suci, Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Untuk itu, saya wasiatkan agar anda berpegang teguh pada ajaran–ajaran agama Islam ini, baik yang kecil maupun yang besar, di setiap waktu dan tempat. Dan hendaknya Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi sinar penerang yang menerangi jalan anda. Semoga Allah menjaga dan memelihara anda.

…Saya wasiatkan agar anda berpegang teguh pada ajaran–ajaran agama Islam ini, baik yang kecil maupun yang besar, di setiap waktu dan tempat…

Wahai saudariku, ukhti Muslimah. Ketahuilah –semoga Allah menjaga anda- bahwa kebahagiaan di dunia dan akhirat tergantung pada pelaksanaan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam kehidupan kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedang ia beriman, maka sesungguhnya Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya Kami akan berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).

Dan berhati-hatilah dari pengaruh kebatilan syaitan dari kalangan manusia dan jin, yang sudah dimake up sedemikian rupa oleh mereka, karena mereka sangat berbahaya. Pencipta Anda dan Pencipta alam semesta ini telah mengingatkan dalam Al-Qur’an:

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan dari (jenis) manusia dan (jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (QS. Al-An’am: 112).

“Dan demikian juga, telah Kami jadikan untuk setiap nabi musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi Petunjuk dan Penolong.” (QS. Al-Furqan:31).

Wahai saudariku, ukhti Muslimah. Berbekallah dengan ilmu agama dari Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Usahakan agar dapat menghafal Kitabullah atau semampumu yang dapat anda hafalkan. Belajarlah rukun-rukun Iman, rukun-rukun Islam, dan Ihsan. Praktekkanlah semua itu dalam kehidupan nyata anda. Jadilah anda –semoga Allah memberi taufik kepada anda untuk apa yang dicintai dan diridhai Nya- suri tauladan yang baik untuk keluarga dan saudari-saudari anda, yang lain, yang muslimah.

..Wahai saudariku, ukhti Muslimah. Berbekallah dengan ilmu agama dari Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.

Usahakan agar dapat menghafal Kitabullah atau semampumu yang dapat anda hafalkan…

Wahai saudariku, ukhti Muslimah. Belajar dan laksanakanlah hadits berikut ini; Dari Umar bin Khattab radhiyallah ‘anhu berkata: “Ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu hari tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian putih sekali dan rambut hitam pekat, tidak tampak padanya bekas perjalanan jauh dan tak seorang pun di antara kita yang mengenalnya, sampai duduk dekat beliau kemudian menyandarkan kedua dengkulnya dengan dengkul beliau dan berkata: ‘Hai Muhammad, beritahu aku tentang Islam!’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Islam adalah agar engkau bersaksi bahwa tiada tuhan (yang paling berhak disembah) selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan agar engkau menunaikan haji ke Baitullah jika engkau mampu melaksanakan perjalanan kesana.’

Ia berkata: ‘engkau benar.’

Kami semua heran kepadanya karena dia bertannaya pada beliau dan membenarkannya.

Kemudian ia bertannya: ’Beritahu aku tentang Iman’.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ’Agar engkau beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, Hari Kemudian, dan agar engkau beriman kepada Qadar yang baik dan yang buruk.’

Ia berkata: ‘engkau benar’

Kemudian ia bertanya lagi : ’Beritahu aku tentang Ihsan!’

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Agar engkau beribadah kepada Allah seakan –akan engkau melihat Nya, jika engkau tidak melihat Nya sesungguhnya Dia melihat engkau.’

Tanyanya lagi: ‘Beritahu aku tentang Kiamat.’

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Yang ditanya tidak lebih tahu tentangnya daripada yang menanya.”

Tanyanya lagi: ‘Beritahu aku rentang tanda-tanda nya (Kiamat).’

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Seorang budak perempuan melahirkan majikannya, dan engkau lihat orang-orang bangkit tanpa sandal dan tanpa pakaian dan tanpa khitan, para penggembala kambing membangun gedung-gedung pencakar langit.’

Kemudian orang tersebut pergi dan saya diam lama sekali, lalu beliau bertanya: ’Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya tadi?’

Aku jawab: ‘Allah dan Rasul Nya lebih tahu’.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Dia adalah Jibril telah datang padamu untuk agamamu kepadamu.” (Riwayat Muslim).

Wahai saudariku, ukhti Muslimah. Hayatilah ayat-ayat berikut ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonan mereka(dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah sebagian turunan yang lain.” (QS. Ali Imran:195).

“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”. Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada Kami dan telah (memberi) kepada Kami tempat ini sedang Kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang Kami kehendaki; Maka surga Itulah Sebaik-baik Balasan bagi orang-orang yang beramal.” (QS. Az-Zumar:73-74)


_☺☺_
Bagi yang berminat taq atau share untuk saudaranya dipersilahkan..
Insya Allah akan dicatat suatu amal baik

☆Jazakumullahu khayran wa barakallahu fiikum☆

♥.•Salam santun erat silaturrahmi dan ukhuwah fillah•.♥

☀ Nasihat Berharga Untuk Wanita Muslimah ☀

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Oleh: Yusuf bin Abdullah at-Turky

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد

Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Rasulullah, para keluarga dan para sahabat beliau, serta kepada orang-orang yang mengikuti jejak dan petunjuk beliau sampai hari pembalasan.

Ada nasihat yang sederhana ini kepada setiap ukhti muslimah, yang telah rela Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Rasul Allah.

Wahai saudariku, ukhti Muslimah. Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidak beriman seseorang di antara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (Muttafaq Alaih)

Maka, baris-baris sederhana ini sengaja ditulis untuk anda dari sesama saudara muslim yang bersaksi atas nama Allah bahwa ia sangat mencintai saudarinya sebagaimana cintanya kepada keluarga dan saudari-saudari muslimah lainnya.
Wahai saudariku, ukhti Muslimah. Hendaknya kita tahu dengan penuh keyakinan, kita tidak diciptakan main-main tanpa ada arti dan tidak pula dibiarkan begitu saja tanpa tujuan dan pertanggung-jawaban. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang Sebenarnya; tidak ada tuhan (yang paling berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan (yang Mempunyai) Arasy yang Mulia.” (QS. Al-Mu’minun: 115-116).

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung-jawaban)?” (QS. Al-Qiyamah: 36).

Tapi kita telah diciptakan oleh Allah, Pencipta alam yang indah ini, untuk suatu tujuan yang agung, sebagai mana firman Nya:

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Allah juga telah menerangkan kepada kita tentang ibadah tersebut dengan pengertiannya yang meliputi seluruh aspek kehidupan melalui para Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana firman Nya:

“Sesungguhnya Kami telah mengutus para rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat melaksanakan keadilan.” (QS. Al-Hadid: 25).

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada setiap umat (untuk menyerukan): ’Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu.” (QS. An-Nahl:36).

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan kepada kita nikmat dengan mengutus Muhammad bin Abdullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai nabi terakhir dan rasul yang diutus untuk seluruh umat manusia. Allah Ta’ala berfirman:

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah (Rasulullah) dan penutup para nabi.” (QS. Al-Ahzab:40).

“Katakanlah: ‘Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang paling berhak disembah) selain Dia, Yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Maka berimanlah kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat Nya (kitab-kitab Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS. Al-A’raf: 158).

Maka segala puji bagi Allah atas nikmat islam.

Wahai saudariku, Ukhti Muslimah. Ketahuilah –semoga Allah memberi taufiq kepada anda untuk setiap kebaikan-, bahwa Islam telah mengatur kehidupan seorang muslim dan muslimah sesuai dengan sistem yang datang dari Pencipta alam ini, Dzat Yang Maha Tinggi dan Maha Suci, Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Untuk itu, saya wasiatkan agar anda berpegang teguh pada ajaran–ajaran agama Islam ini, baik yang kecil maupun yang besar, di setiap waktu dan tempat. Dan hendaknya Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi sinar penerang yang menerangi jalan anda. Semoga Allah menjaga dan memelihara anda.

…Saya wasiatkan agar anda berpegang teguh pada ajaran–ajaran agama Islam ini, baik yang kecil maupun yang besar, di setiap waktu dan tempat…

Wahai saudariku, ukhti Muslimah. Ketahuilah –semoga Allah menjaga anda- bahwa kebahagiaan di dunia dan akhirat tergantung pada pelaksanaan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam kehidupan kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedang ia beriman, maka sesungguhnya Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya Kami akan berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).

Dan berhati-hatilah dari pengaruh kebatilan syaitan dari kalangan manusia dan jin, yang sudah dimake up sedemikian rupa oleh mereka, karena mereka sangat berbahaya. Pencipta Anda dan Pencipta alam semesta ini telah mengingatkan dalam Al-Qur’an:

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan dari (jenis) manusia dan (jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (QS. Al-An’am: 112).

“Dan demikian juga, telah Kami jadikan untuk setiap nabi musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi Petunjuk dan Penolong.” (QS. Al-Furqan:31).

Wahai saudariku, ukhti Muslimah. Berbekallah dengan ilmu agama dari Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Usahakan agar dapat menghafal Kitabullah atau semampumu yang dapat anda hafalkan. Belajarlah rukun-rukun Iman, rukun-rukun Islam, dan Ihsan. Praktekkanlah semua itu dalam kehidupan nyata anda. Jadilah anda –semoga Allah memberi taufik kepada anda untuk apa yang dicintai dan diridhai Nya- suri tauladan yang baik untuk keluarga dan saudari-saudari anda, yang lain, yang muslimah.

..Wahai saudariku, ukhti Muslimah. Berbekallah dengan ilmu agama dari Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.

Usahakan agar dapat menghafal Kitabullah atau semampumu yang dapat anda hafalkan…

Wahai saudariku, ukhti Muslimah. Belajar dan laksanakanlah hadits berikut ini; Dari Umar bin Khattab radhiyallah ‘anhu berkata: “Ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu hari tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian putih sekali dan rambut hitam pekat, tidak tampak padanya bekas perjalanan jauh dan tak seorang pun di antara kita yang mengenalnya, sampai duduk dekat beliau kemudian menyandarkan kedua dengkulnya dengan dengkul beliau dan berkata: ‘Hai Muhammad, beritahu aku tentang Islam!’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Islam adalah agar engkau bersaksi bahwa tiada tuhan (yang paling berhak disembah) selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan agar engkau menunaikan haji ke Baitullah jika engkau mampu melaksanakan perjalanan kesana.’

Ia berkata: ‘engkau benar.’

Kami semua heran kepadanya karena dia bertannaya pada beliau dan membenarkannya.

Kemudian ia bertannya: ’Beritahu aku tentang Iman’.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ’Agar engkau beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, Hari Kemudian, dan agar engkau beriman kepada Qadar yang baik dan yang buruk.’

Ia berkata: ‘engkau benar’

Kemudian ia bertanya lagi : ’Beritahu aku tentang Ihsan!’

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Agar engkau beribadah kepada Allah seakan –akan engkau melihat Nya, jika engkau tidak melihat Nya sesungguhnya Dia melihat engkau.’

Tanyanya lagi: ‘Beritahu aku tentang Kiamat.’

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Yang ditanya tidak lebih tahu tentangnya daripada yang menanya.”

Tanyanya lagi: ‘Beritahu aku rentang tanda-tanda nya (Kiamat).’

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Seorang budak perempuan melahirkan majikannya, dan engkau lihat orang-orang bangkit tanpa sandal dan tanpa pakaian dan tanpa khitan, para penggembala kambing membangun gedung-gedung pencakar langit.’

Kemudian orang tersebut pergi dan saya diam lama sekali, lalu beliau bertanya: ’Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya tadi?’

Aku jawab: ‘Allah dan Rasul Nya lebih tahu’.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Dia adalah Jibril telah datang padamu untuk agamamu kepadamu.” (Riwayat Muslim).

Wahai saudariku, ukhti Muslimah. Hayatilah ayat-ayat berikut ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonan mereka(dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah sebagian turunan yang lain.” (QS. Ali Imran:195).

“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”. Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada Kami dan telah (memberi) kepada Kami tempat ini sedang Kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang Kami kehendaki; Maka surga Itulah Sebaik-baik Balasan bagi orang-orang yang beramal.” (QS. Az-Zumar:73-74)


_☺☺_
Bagi yang berminat taq atau share untuk saudaranya dipersilahkan..
Insya Allah akan dicatat suatu amal baik

☆Jazakumullahu khayran wa barakallahu fiikum☆

♥.•Salam santun erat silaturrahmi dan ukhuwah fillah•.♥

Kamis, 12 Juli 2012

~¤~ Hukum Rebonding ~¤~


ﺑِﺴْﻢِ ﭐﻟﻠَّـﻪِ ﭐﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﭐﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ


Ass.wr.wb.
Ustadzah, saya ingin menanyakan tentang hukum rebonding dalam Islam

Saat ini banyak salon-salon kecantikan muslimah yang menggunakannya, dan ada yang menyatakan boleh asalkan tidak permanent,
Bagaimana hal itu ?
Wss.wr.wb
0813542xxxx

Ass.wr.wb
Bagaimana hukum rebonding dan keriting?
Katanya asalkan tidak permanent tidak apa-apa ?

Ustadzah, sebenarnya bagaimana fakta rebonding dan keriting?



***


ﺑِﺴْﻢِ ﭐﻟﻠَّـﻪِ ﭐﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﭐﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ


Memang sebelum menentukan hukumnya, perlu diketahui terlebih dahulu faktanya, Baru kemudian kita bisa menentukan hukumnya

Proses mengeriting dan meluruskan rambut secara kimiawi berarti mengubah struktur ikatan protein rambut

Suatu protein yang disebut dengan keratin, merupakan protein yang membentuk rambut manusia, terdiri dari unsur cystine, yaitu senyawa asam amino yang memiliki unsur sulfida, dalam jumlah persentase yang cukup tinggi

Jembatan disulfida -S-S- dari cystine merupakan salah satu faktor utama yg bertanggung jawab atas berbagai bentuk dari rambut kita

Rambut lurus atau keriting dikarenakan keratin mengandung jembatan disulfida yang memampukan molekul untuk mempertahankan bentuk-bentuk tertentu

Di dalam proses keriting atau ‘perm’ (permanent waves) , rambut diberikan senyawa pereduksi yang membuka beberapa ikatan -S-S-



* Bagaimana dengan hukum rebonding atau keriting ini?

Perlakuan Rebonding adalah mengubah struktur protein rambut secara permanen dan terkategori tindakan mengubah ciptaan Allah, sehingga hukumnya HARAM

Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata:
“Allah ‘Azza Wa Jalla melaknat orang yang mentato dan yang minta ditato, yang mencukur alisnya dan mengikir giginya untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah”
(HR. Bukhori-Muslim)


* Bagaimana kalau tujuan rebonding ini dalam rangka kebaikan, misalnya mempercantik agar menyenangkan di depan suami?

Berhias atau tazayyun dianjurkan bagi istri untuk menyenangkan pandangan suaminya, Namun memang perlu difahami agar berhias ini tidak termasuk pada bentuk-bentuk keharaman sebagaimana yang disebutkan dalam nash-nash syar’i

Rebonding sendiri adalah meluruskan rambut agar rambut jatuh lebih lurus dan lebih indah,
Namun kenyataannya rebonding sering menyebabkan rambut kita rusak, merah, kasar dan bercabang, sehingga perlu perawatan lanjutan dg shampoo khusus

Misalnya untuk produk yang cukup trend adalah merk makarizo (vitamin sesudah keramas) atau Johny Andrean (ion rebonding)

Kemudian seminggu sekali untuk melembutkan rambut, digunakan hair mask dan hair tonic

Akhirnya perawatan ini akan mengeluarkan biaya yang lumayan mahal

Rebonding sendiri menggunakan proses kimiawi pada rambut, dg tujuan mengubah struktur protein rambut

Wajar bila selanjutnya harus ada perawatan intensif pada rambut yang direbonding, karena perubahan struktur secara paksa bisa menyebabkan rambut rapuh



* Ustadzah, masih tentang rebonding
Saat ini kan katanya banyak temuan-temuan terbaru tentang proses rebonding sehingga memungkinkan terjadinya pembaruan dalam proses,
Apakah mungkin kemudian hukumnya menjadi boleh?

Asalkan tidak menyebabkan permanent, dalam arti mengubah struktur protein tentu tidak masalah,
Sementara kenyataannya rebonding yang trend saat ini menyebabkan helai rambut berubah bentuk secara permanent

Pemulihan rambut yang terlihat, bukan dari bagian helai rambut yang terkena perlakuan rebonding, karena bagian tersebut memang telah rusak dan tidak bisa pulih, tetapi dari bagian helai rambut yang baru muncul menggantikan rambut yang telah rusak

Dalam proses mengubah tatanan rambut, bisa saja menggunakan bahan-bahan dan peralatan yang tidak menyebabkan perubahan secara permanent

Seperti misalnya, roll (menggulung rambut) tanpa proses kimiawi atau menjalin rambut kecil-kecil agar lebih lurus ketika dibuka jalinannya

Semua hal ini bila tidak mengubah struktur ikatan protein rambut, tidak akan bersifat permanen

Paling lama bertahan hanya satu hingga dua hari, Tetapi tentu yang terpenting adalah tidak melanggar hukum syara’

Memang ada perbedaan pendapat tentang hukum kebolehan rebonding, Namun bagi setiap muslimah adalah berusaha mencari hukum yang diyakininya paling tepat tentang masalah tersebut berdasarkan pemahaman terhadap fakta hukum tersebut dan dalil-dalil syar’i yang terkait


Baru saja · Suka · Bila ingin membahagiakan suami, cantikkanlah hati kita dg bentuk perhatian, kasih sayang dan sering-seringlah bersyukur pada Allah

“Alhamdulillah ya de, aku beruntung punya istri kaya kamu … cantik secara lahi batin”


Wallahuàlam …



======= ¤ ======= ¤ ======= ¤ =======
Referensi :
℡. http://mediaislamnet.com/2010/01/hukum-rebonding-dalam-islam/
======= ¤ ======= ¤ ======= ¤ =======
======= ¤ ======= ¤ ======= ¤ =======
.

mukzizat Alllah, ....

Bismillahir-Rahmanir-Rahim..

Allahuakbar !!

Perbuatan-perbuatan dalam solat adalah simbol bagi nama Nabi

احمد = ا + ح + م + د = Ahmad

Ketahuilah bahawa Ahmad ialah salah satu nama lain bagi Nabi Muhammad s.a.w. Dan mengikut sejarah, ibunya Aminah mahu namakan anaknya itu dengan nama Ahmad, tetapi kemudian datuknya Abdul Mutalib memberikannya nama Muhammad.

Walaubagaimana pun, Ahmad dan Muhammad di dalam bahasa Arab maksudnya sama saja, iaitu 'Yang Terpuji'.

"Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: "Hai bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, iaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)" ...... " (Surah As-Shaaf : Ayat 6)


Otak manusia dalam keadaan seperti orang sujud dalam solat

Bentuk otak manusia pun jika diperhatikan dengan teliti akan kelihatan seperti orang yang sedang sujud. Bersesuaian sekali kerana otak berada di dalam tempurung kepala yang digunakan untuk sujud.

Otak berada di bahagian paling atas manusia, tetapi apabila kita sujud, ia berada di tempat paling rendah, menandakan pengabdian kita pada Yang Menciptakan kita. Maka mengapa masih ada manusia yang sombong dan angkuh tidak mahu SUJUD kepada Tuhan yang mencipta kita?

~*Cinta*~

Bismillahir-Rahmanir-Rahim..

♥ Cintakan harta, Harta akan kehabisan….

♥ Cintakan bunga, bunga akan layu…

♥ Cintakan kecantikan, kecantikan akan pudar….

♥ Cintakan dunia, dunia akan lenyap…

♥ Cintakan manusia, manusia akan mati…

♥ Sebaliknya, serahkanlah cintamu kepada yang lebih berhak….

♥ Cintakan Al-Quran, ia akan bagi jawapan untuk segala kemusykilan…

♥ Cintakan Hadis, ia akan menjadi panduan untuk kita…

♥ Cintakan ilmu, pengetahuan kita akan bertambah…

♥ Cintakan iman, diri akan jadi kuat dari hasutan syaitan dan nafsu…

♥ Cintakan kebaikan, pahala akan sedia menanti untuk kita…

♥ Cintakan pahala, akan menjadi bekalan di akhirat…

♥♥ Cintakan Rasulullah saw, cinta dan semangatnya akan sentiasa mengalir dalam diri kita…. ♥

dan yang paling utama… CINTAKAN ALLAH SWT…ITULAH YANG KEKAL ABADI…… ♥♥

~*AMALAN MENJADI WANITA SOLEHAH*~

Bismillahir-Rahmanir-Rahim..

Memang semua wanita bercita-cita untuk menjadi wanita solehah dan semua lelaki juga menginginkan pasangannya itu seorang wanita solehah. Antara amalam-amalan yang boleh dipraktikan untuk menjadi wanita solehah:

1. Mendirikan solat
Semua manusia yang sudah mencapai umur baligh diwajibkan ke atasnya solat fardhu 5 waktu sehari semalam. Solat fardhu dengan rajin dan lakukannya juga solat sunat sebagai menampung kekurangan yg terdapat pada solat wajib itu tadi.


2. Menjaga solatnya.
Seseorang yang wajib solat dituntut juga khusyuk ketika menunaikan kewajipan itu.Selain khusyuk , menunaikan solat juga dituntut beristiqamah iaitu melakukan solat dengan berterusan mengerjakannya serta menjaga waktunya, ini bermaksud solat itu mesti di awal waktu dan tidak melengah-lengahkannya.


3. Bersyukur dan redha.
Manusia ini biasa mempunyai tabiat yg buruk kerana apabila ditimpakan ujian atau musibah sering mengeluh dan adakalanya seperti menyalahkan takdir. Tetapi apabila senang dan kaya sedikit mereka cepat lupa diri. Sebaiknya kita bersyukur dan redho dgn setiap pemberian Allah. Janji Allah dlm alquran, apabila kamu bersyukur aku akan tambahkan nikmat kpdmu tetapi sekiranya kamu kufur ingatlah azabku amat pedih.


4. Selalu bersedekah.
Murah hati adalah sifat yang mulia. Kehidupan akan menjadi indah dan bahagia apabila semua orang ada perasaan ingin saling bantu membantu sesama saudara seagama. Sehinggakan malaikat berdoa agar orang yg rajin memberi sedekah itu Allah swt akan gantikan dengan ganjaran yg berlipat kali ganda.


5. Menjaga maruah diri.
Untuk menjadi wanita solehah hendaklan wanita itu menjaga maruahnya dengan menutup aurat dgan betul. Memelihara diri dan kehormatannya serta menjauhi perlakuan yg boleh mendorongnya melakukan kemaksiatan dan perbuatan keji.


6. Takut murka Allah.
Wanita solehah sentiasa patuh kepada ajaran Allah dan menjauhi semua larangan Nya. Walaupun Allah tidak dapat dilihat tetapi sentiasa merasakan Allah itu Maha Melihat semua perbuatan Hambanya. Malu melakukan kejahatan dan kemaksiatan kerana takut akan azab dan pembalasan dari Allah swt.


7.Menjaga amanah.
Sebagai wanita perlulah menjaga amanah yang telah dipikulkan ke atasnya seperti amanah menjadi seorang isteri, seorang ibu, seorang pekerja dan seorang tetangga. Amanah kepada Allah, seprtia didalam surah Fatihah ” kepada Engkau kami menyembah dan kepada Engkau kami memohon pertolongan.


8. Pandai mengaji Al-Quran.
Wanita solehah selain solat, menjaga solatnya dgn istiqamah, menjaga amanah dan memelihara diri ,mestilah juga tahu mengaji Quran dan suka/sering menjadikan Quran itu sebagai sahabatnya. Kerana rumah yg tiadak diperdengarkan alunan bacaan Quran ibarat seperti sebuah kubur.


Begitulah serba sedikit amalan-amalan untuk menjadi wanita solehah. Sebagai panduan buat kita semua yg bercita-cita menjadi wanita solehah..InsyaAllah.


…Wallahu’ alam…

~*Gambaran Pintu Syurga*~

Bismillahir-Rahmanir-Rahim..

Keindahan Syurga digambarkan mempunyai 8 pintu yg dibuat daripada emas,perak,belian, manikam dan pelbagai barang yg bermutu tinggi.

Pintu pertama
Ia tertulis "Tiada tuhan yg berhak disembah selain ALLAH,dan Nabi Muhammad adalah utusannya... .
Itulah pintu untuk para para Nabi Nabi,para Rasul,para Syahid dan para dermawan... ..

Pintu kedua
Pintu untuk org yg melakukan solat dgn menyempurnakan solat dan wuduknya...

Pintu ketiga
Bagi mereka yg tidak lupa pada zakatnya

Pintu keempat
Pintu bagi mereka yg menyuruh bebuat baik dan mencegah kejahatan

Pintu kelima
Pintu bagi mereka yg berjaya menahan diri dari menuruti nafsu syahwat kearah kejahatan... .

Pintu keenam
Pintu mereka yg telah menunaikan haji dan umrah... ..

Pintu ketujuh
Pintu bagi mereka yg menyambungkan perjuangan Rasullallah yg berjuang dijalan ALLAH

Pintu kelapan
Pintu bagi org yg menahan matanya dari pandangan yg diharamkan oleh ALLAH,melakukan kebaikan dan kebajikan seperti berbakti kpd kedua ibu bapanya atau org tua serta bergaul dengan baik dgn keluarga dan melakukan perbuatan yg baik-baik

Credit: Muhasabah

ALERGI DENGAN SHALAT TARAWIH 23 RAKAAT...???

Sebagian orang berpandangan bahwa di antara ciri khas seorang ahli sunah adalah alergi dengan shalat tarawih 23 rakaat secara mutlak. Ini adalah anggapan yang tidak benar. Memang benar, kita tentu sangat tidak setuju jika shalat tarawih 23 rakaat dilakukan dengan ngebut.

Perlu diketahui bahwa sebagian ulama ahli sunah menilai bahwa riwayat shalat tarawih di masa Umar itu 23 rakaat adalah riwayat yang valid. Di antara mereka adalah imam ahli sunah di zaman ini yaitu Syaikh Abdul Aziz bin Baz. Sehingga berdasarkan hal tersebut, maka shalat tarawih 23 rakaat adalah sunah sahabat dan sunah khulafaur rasyidin.

Andaipun riwayat ini lemah, bukan berarti shalat tarawih lebih dari 11 rakaat itu terlarang karena shalat tarawih adalah bagian dari shalat malam sedangkan shalat malam itu tidak memiliki batas maksimal sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar yang diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim.

Oleh karena di antara anggapan yang kurang tepat adalah kesimpulan sebagian orang bahwa jika riwayat Umar tentang Shalat Tarawih 23 rakaat adalah riwayat yang lemah maka berarti maksimal shalat Tarawih adalah 11 atau 13 rakaat.

Berikut ini adalah penjelasan Syaikh Ibnu Baz tentang masalah ini:

ومن الأمور التي قد يخفى حكمها على بعض الناس:
ظن بعضهم أن التراويح لا يجوز نقصها عن عشرين ركعة،

“Di antara hal yang hukumnya tidak diketahui oleh sebagian orang adalah anggapan sebagian orang bahwa shalat tarawih itu tidak boleh kurang dari 20 rakaat.

وظن بعضهم أنه لا يجوز أن يزاد فيها على إحدى عشرة ركعة أو ثلاث عشرة ركعة، وهذا كله ظن في غير محله بل هو خطأ مخالف للأدلة.

Demikian pula anggapan sebagian orang bahwa shalat tarawih itu tidak boleh lebih dari 11 atau 13 rakaat. Kedua anggapan ini adalah anggapan yang tidak pada tempatnya bahkan keduanya adalah anggapan yang menyelisihi banyak dalil.

وقد دلت الأحاديث الصحيحة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم على أن صلاة الليل موسع فيها ، فليس فيها حد محدود لا تجوز مخالفته،

Terdapat banyak hadits yang sahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan bahwa bilangan rakaat shalat malam itu longgar, tidak ada batasan baku yang tidak boleh dilanggar.

بل ثبت عنه صلى الله عليه وسلم أنه كان يصلي من الليل إحدى عشرة ركعة، وربما صلى ثلاث عشرة ركعة، وربما صلى أقل من ذلك في رمضان وفي غيره.

Bahkan terdapat riwayat yang sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau shalat malam sebanyak 11 rakaat dan terkadang 13 rakaat. Terkadang pula beliau shalat malam kurang dari 11 rakaat ketika Ramadhan atau pun di luar Ramadhan.

ولما سئل صلى الله عليه وسلم عن صلاة الليل قال: مثنى مثنى ، فإذا خشي أحدكم الصبح صلى ركعة واحدة توتر له ما قد صلى . متفق على صحته .

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang shalat malam, beliau mengatakan, “Shalat malam itu dua rakaat salam, dua rakaat salam. Jika kalian khawatir waktu subuh tiba maka hendaknya dia shalat sebanyak satu rakaat sebagai witir untuk shalat malam yang telah dia kerjakan” (HR Bukhari dan Muslim).

ولم يحدد ركعات معينة لا في رمضان ولا في غيره،

Jadi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menentukan jumlah rakaat tertentu untuk shalat malam di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.

ولهذا صلى الصحابة رضي الله عنهم في عهد عمر رضي الله عنه في بعض الأحيان ثلاثا وعشرين ركعة، وفي بعضها إحدى عشرة ركعة،

Oleh karena itu para sahabat di masa Umar terkadang shalat tarawih sebanyak 23 rakaat dan terkadang sebanyak 11 rakaat.

كل ذلك ثبت عن عمر رضي الله عنه وعن الصحابة في عهده.

Kedua riwayat tersebut adalah riwayat yang sahih dari Umar dan para sahabat di masa Umar.

وكان بعض السلف يصلي في رمضان ستا وثلاثين ركعة ويوتر بثلاث،

Sebagian salaf ketika bulan Ramadhan shalat tarawih sebanyak 36 rakaat terus ditambah witir 3 rakaat.

وبعضهم يصلي إحدى وأربعين،

Sebagian salaf yang lain shalat tarawih sebanyak 41 rakaat.

ذكر ذلك عنهم شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله وغيره من أهل العلم،

Kedua riwayat di atas disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan para ulama selainnya.

كما ذكر رحمة الله عليه أن الأمر في ذلك واسع، وذكر أيضا أن الأفضل لمن أطال القراءة والركوع والسجود أن يقلل العدد، ومن خفف القراءة والركوع والسجود زاد في العدد، هذا معنى كلامه رحمه الله.

Ibnu Taimiyyah juga menyebutkan bahwa permasalahan bilangan shalat malam adalah permasalahan yang ada kelonggaran di dalamnya. Ibnu Taimiyyah juga menyebutkan bahwa yang paling afdhol bagi orang yang mampu untuk berdiri, ruku dan sujud dalam waktu yang lama adalah mempersedikit jumlah rakaat yang dia lakukan. Sedangkan orang yang berdiri, ruku dan sujudnya tidak lama hendaknya memperbanyak jumlah rakaat yang dikerjakan. Inilah inti dari perkataan Ibnu Taimiyyah dalam masalah ini.

ومن تأمل سنته صلى الله عليه وسلم علم أن الأفضل في هذا كله هو صلاة إحدى عشرة ركعة، أو ثلاث عشرة ركعة، في رمضان وغيره؛

Siapa saja yang merenungkan dengan baik sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentu dia akan berkesimpulan bahwa bilangan rakaat shalat malam yang terbaik adalah 11 rakaat atau 13 rakaat baik di bulan Ramadhan ataupun di luar Ramadhan.

لكون ذلك هو الموافق لفعل النبي صلى الله عليه وسلم في غالب أحواله، ولأنه أرفق بالمصلين وأقرب إلى الخشوع والطمأنينة ، ومن زاد فلا حرج ولا كراهية كما سبق.

Ada dua alasan untuk kesimpulan di atas:

Pertama, itulah yang sesuai dengan perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mayoritas shalat malam yang beliau kerjakan

Kedua, itulah yang lebih mudah bagi banyak orang sehingga orang-orang yang melakukannya bisa lebih khusyu’ dan tenang ketika mengerjakan shalat. Sedangkan orang yang ingin lebih dari 11 atau 13 rakaat maka hukumnya adalah mubah dan tidak makruh sebagai penjelasan di atas”.

Sumber: Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawi’ah jilid 15 hal 18-19, terbitan Dar Ashda’ al Mujtama’ cetakan ketiga 1428 H.

Artikel www.ustadzaris.com

Sabtu, 07 Juli 2012

ROK MINI YANG MERUSAK EMANSIPASI WANITA Dan ISLAM MEMBERIKAN HAK-HAK WANITA DENGAN SEMPURNA

(Nach bagi yg masih pake rok mini apa sudah kita ganti dengan jilbab yuuuuk)

Sesungguhnya Islam menempatkan wanita di tempat yang sesuai pada tiga bidang :

1. Bidang Kemanusiaan :
Islam mengakui haknya sebagai manusia dengan sempurna sama dengan pria. Umat-umat yang lampau mengingkari permasalahan ini.

2. Bidang Sosial :
Telah terbuka lebar bagi mereka (terpisah dari kaum pria, pent) di segala jenjang pendidikan, di antara mereka menempati jabatan-jabatan penting dan terhormat dalam masyarakat sesuai dengan tingkatan usianya, masa kanak-kanak sampai usia lanjut. Bahkan semakin bertambah usianya, semakin bertambah pula hak-hak mereka, usia kanak-kanak; kemudian sebagai seorang isteri, sampai menjadi seorang ibu yang menginjak lansia, yang lebih membutuhkan cinta, kasih dan penghormatan.

3. Bidang Hukum
Islam memberikan pada wanita hak memiliki harta dengan sempurna dalam mempergunakannya tatkala sudah mencapai usia dewasa dan tidak ada seorang pun yang berkuasa atasnya baik ayah, suami, atau kepala keluarga.

Hak-hak ini semua tidak terdapat dalam faham yang menamakan dirinya �faham modern�, yang menyerukan �Emansipasi Wanita� itu. (Bahkan sebaliknya) mereka mengatakan bahwa Islam menghilangkan hak-hak wanita dan memenjarakannya di dalam rumah.

Apakah karena Islam tidak menjadikan wanita sebagai dagangan murah yang bisa dinikmati setiap pandangan mata dan pemuas nafsu mereka yang bejat itu?

Inikah kebebasan yang mereka kumandangkan? Dan inikah hak yang mereka tuntut? Apakah mereka menginginkan kita mengeluarkan puteri-puteri dan isteri-isteri kita ke jalan raya dengan pakaian telanjang, bercampur baur dengan kaum pria? Lalu di mana rasa cemburu terhadap kehormatan dan harga diri kita??

Benarlah apa yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap mereka dan pendukung mereka, sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Imam Bukhari, dari Ibnu Mas�ud Radhiallahu ‘anhu:

إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ اْلأُوْلىَ : إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَاشِعْتَ

�Sesungguhnya termasuk yang didapati manusia dari salah satu ucapan kenabian yang terdahulu adalah : jika kamu tidak mempunyai perasaan malu, maka berbuatlah semaumu�.

Demi Allah! Yang demikian itu berarti terjerumus ke dalam rayuan dan ajakan Salibis yang dengki dan Zionis yang jahat.

Tidaklah mereka itu, melainkan corong-corong yang berbunyi menurut perintah bos-nya dari Barat dan Timur, untuk menghancurkan kita dalam beragama Islam.

Dan saya mengatakan dengan tegas, sesungguhnya mereka itu tidak menyerukan kebebasan dan hak-hak wanita, karena Allah Azza wa Jalla telah memberikan hak-hak mereka dengan sempurna, tetapi mereka � demi Allah � menyerukan kebebasan tubuh-tubuh wanita agar melanggar batas-batas akhlak yang utama dan adat istiadat yang baik, sehingga tersebarlah kerusakan dan kebejatan moral di muka bumi.

Alangkah jauhnya angan-angan mereka, sementara di sana telah siap putera-putera yang telah bersumpah untuk menjadi tentara Allah yang jujur di jalan agama, untuk mengorbankan segala apa yang ada pada diri mereka.

GUNAKAN HIJABMU WAHAI SAUDARIKU…..

Di bawah ini keterangan bagaimana hijab yang syar�i, yang telah diperintahkan oleh Allah Azza wa Jalla padamu. jangan biarkan hijab anda seperti apa yang mereka kehendaki, dengan alasan cinta dan kasih sayang.

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menghendaki jilbab itu sebagai penutup tubuhmu dari pandangan matamata serigala, penjaga rasa malu, dan memelihara kehormatanmu. Karena itu, jangan anda campakkan rasa malu itu dengan menjauhi perintah-Nya, sebaliknya pegang teguhlah perintah itu, karena perasaan malu selalu membawa kepada kebaikan.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari � Muslim dari �Imran bin Hushain Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْحَيَاءُ لاَيَأْتِيْ إِلاَّ بِخَيْرٍ

�Tidaklah rasa malu itu ada, kecuali selalu mendatangkan kebaikan�.

Demikian juga Imam Hakim dan yang lainnya mengeluarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiallahu anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْحَيَـاءُ وَالإِيْمَانُ قُرِنَا جَمِيْعًا, فَإِذَا رُفِعَ أَحَدُهُمَا رُفِعَ اْلآخَرُ.

�Perasaan malu dan iman itu selalu berdampingan, bila salah satunya hilang, hilanglah yang lainnya�.

Maka peganglah dengan teguh perkara yang dapat membawa kebaikan dan mendekatkan diri anda kepada Allah Azza wa Jalla. Ketahuilah bahwa kehidupan di dunia ini adalah sementara, sedang kehidupan akhirat adalah kekal/selama-lamanya.jangan anda jual kenikmatan yang abadi itu dengan harta dunia yang sirna ini.

Allah Subhanahu wa ta’ala, berfirman:

وَمَـا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ اْلآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِيْنَ يَتَقُوْنَ أَفَلاَ تَعْقِلُوْنَ – الأنعام :۳۲

�Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan sendau gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahami-nya?� (QS Al An�am : 32).

Berikut ini sifat hijab yang syar�i, saya mohon kepada Allah Azza wa Jalla agar memberikan pertolongan kepada anda untuk memegang teguh padanya, dan menjadikan anda termasuk orang-orang yang mendengarkan nasehat dan mengikuti jalan yang baik.

1. Hijab itu hendaknya menutupi seluruh badan, dari atas kepala, sampai di bawah mata kaki, kecuali bagian-bagian yang dikecualikan oleh syariat.
2. Hendaknya jilbab itu luas dan longgar, sehingga tidak nampak bentuk tubuh dan anggota-anggota badan.
3. Kain jilbab itu harus tebal, sehingga tidak menampakkan warna kulit atau yang lainnya.
4. Tidak bersifat menghias tubuh yang menarik pandangan pria, karena tujuan jilbab itu sendiri adalah untuk menutupi keindahan tubuh.
5. Tidak menyerupai pakaian pria.
6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir.
7. Tidak menyolok dan menarik pandangan orang.
8. Tidak memakai pewangi atau minyak wangi yang tercium baunya.

Demikianlah syarat-syarat jilbab yang Syar�i, yang masing-masing ada dalilnya baik dari Al Qur�an maupun Sunnah, dan sengaja tidak saya cantumkan supaya tidak terlalu panjang pembahasannya.

Untuk lebih jelasnya, saya sarankan anda membaca dengan teliti kitab �Hijabul Mar�atul Muslimah menurut Al Qur�an dan As Sunnah� yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, semoga Allah memanjangkan umur beliau, karena banyak manfaatnya bagi kaum muslimin. (Beliau rahimahullah sudah wafat, semoga ruhnya ditempatkan bersama para syuhada dan shalihin, amin, pent).

Referensi: Buku “Membina Keharmonisan Berumah Tangga Menurut Al Qur’an dan Sunnah dan Bahaya Emansipasi Wanita” Hal. 23-28 Penerbit Cahaya Tauhid

Rabu, 30 Mei 2012

RAHASIA DO'A DIKABULKAN ...


 

Saudaraku, setelah tarawih tadi kami mendapatkan sebuah artikel yang menarik tapi penulisnya disini tidak disebutkan yaitu tentang tips agar doa dikabulkan. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi renungan kita semua. aamiin.
_________________________

... “Kenapa sih doa ku ga dikabulkan? katanya Allah Maha Mengabulkan? tapi apa buktinya?” “Padahal aku dah berdoa dan berusaha, kenapa tidak dikabulkan?”

Mungkin selalu dalam kehidupan kita sering bertanya kira kira seperti di atas, bahkan sudah banyak orang-orang sudah tidak percaya lagi dengan doa karena merasa apapun doa yang dia lakukan hasilnya nihil,tidak bisa menghadapi kenyataan yang ada, sehingga jadi orang yang ingkar dan tidak percaya dengan Allah, naudzubillah… nah,berikut saya mencoba jelaskan kepada sobat bagaimana rahasia agar doa kita dikabulkan dengan kemungkinan lebih besar, dan tentu saja semua hasilnya kembali kepada Allah dengan kepercayaan dan keikhlasan. Allah berfirman:

“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan do’amu.” (QS. Al-Mu’min 40:60) Tipe terkabulnya doa ada dua yaitu cash dan delayed. Pengabulan do’a ada yang cash (langsung/kontan). Misalnya, saat tahajud kita minta jodoh yang shaleh. Ternyata, siang harinya ada yang melamar dan besoknya menikah. Inilah do’a yang cash (kontan). Ada juga do’a yang delayed (tertunda / ditangguhkan). Misalnya, hari ini kita berdo’a, tetapi dikabulkannya baru lima tahun kemudian. Inilah do’a yang delayed (ditangguhkan). Bahkan ada juga do’a yang pengabulannya tidak di dunia, tetapi menjadi deposito amal shaleh kita di akhirat. Ini juga merupakan bentuk pengabulan do’a yang delayed (ditangguhkan).

Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada seorang muslim yang menghadapkan mukanya kepada Allah untuk berdo’a, kecuali Allah akan mengabulkannya (memberikannya). Kadang-kadang, pengabulannya dipercepat (cash) dan kadang diperlambat/ditanggauhkan (delayed).” (HR. Ahmad dan Hakim) Secara manusiawi, apabila permohonan kita tidak atau belum terkabulkan, kita merasa sumpek. Padahal, kemungkinan besar ini yang terbaik untuk kita. Ingat, ilmu kita sangat terbatas, sementara ilmu Allah swt. Maha luas.

Hal ini dijelaskan oleh Allah: “Bisa saja kamu membenci sesuatu padahal hal itu baik untuk kamu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal hal itu buruk bagi kamu. Dan Allah-lah yang mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 2:216)

“Bisa saja kamu membenci sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa 4:19)

Prinsip-prinsip di atas harus dipegang teguh agar kita tidak berprasangka buruk kepada Allah swt. dan tidak putus asa dari rahmat dan karunia-Nya.

Adapun trik agar do’a kita lebih berpeluang untuk dikabulkan adalah sebagai berikut,

1. Awali Do’a dengan Asmaul Husna. “Allah mempunyai Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu…” (QS. Al-A’raf 7:180) Asmaul Husna artinya nama-nama Allah yang baik, seperti Ar-Rahman (Maha Pemurah), Al Hakiim (Maha Bijaksana), Ar-Rahiim (Maha Penyayang), Al Kariim (Maha Dermawan), Al ‘Aliim (Maha Mengetahui), dan lain-lain. Merujuk pada ayat ini, ketika kita akan meminta sesuatu pada Allah swt., maka awali dengan asmaul husna yang kita hafal, misalnya Ýa Rahmaan, Ya Rahiim, dan lain-lain. setelah itu baru kita berdo’a. Berapa kali Asmaul Husna yang harus kita baca pada awal do’a ?

Tidak ada satu dalil pun yang shahih yang menjelaskan jumlahnya. Jadi, baca saja semampu dan semau kita, sesuaikan dengan situasi dan kondisi. Namun, alangkah baiknya kalau Asmaul Husna yang kita baca itu ada korelasi (hubungan) dengan permintaan kita, misalnya kalau minta ilmu, awali dengan Ya ‘Aliim (WahaiYang Maha Tahu), Ya Hakiim (Wahai Yang Maha Bijaksana). Kalau minta ampun, kita awali dengan Ya Ghafuur (Wahai Yang Maha Pengampun), Ya Rahiim (Wahai Yang Maha Penyayang), dan lain-lain.


2. Ucapkan Kalimah Tauhid Setelah membaca Asamul Husna, lalu kita ucapkan Kalimah Tauhid, yaitu pernyataan yang mengekpresikan keimanan kita kepada Allah swt. Kita nyatakan bahwa Allah swt. itu Maha Tunggal, Maha Berkuasa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan lain-lain. Adapun Kalimah Tauhid yang sebaiknya kita baca saat berdo’a adalah sebagai berikut,

[Allahumma inni as aluka bi anni asyhadu annaka antallahu laa ilaaha illa antal ahadu shamadul ladzi lam yalid wa lam yuulad wa lam yakun lahu kufuwan ahad ] “Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ya Allah, dengan bersaksi bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah Yang tiada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Tunggal dan Yang menjadi tempatku bergantung, Yang tidah beranak dan tidak diperanakkan, serta tak ada yang menyamai-Mu seorang pun.” (H.R.Abu Daud, Tirmizdi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Hakim)

[Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru, Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir, laa ilaaha illallaahu, walaa haula walaa quwwata illa billaah]

“Tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya pula segala puji, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada daya serta tak ada kekuatan selain dengan kekuatan yang datang dari Allah.” (H.R.Thabrany)

3. Iringi do’a dengan prasangka baik. Berdo’a harus diiringi dengan prasangka baik kepada Allah swt. bahwa Dia akan selalu mengabulkan do’a kita. Apabila do’a belum dikabulkan, kita harus yakin bahwa apa yang kita pinta mungkin menurut Allah swt. kurang baik, karena itulah Dia tidak mengabulkan permintaan kita, atau tanpa kita sadari Allah telah menggantinya dengah yang lebih baik. Yakinlah, Allah swt. hanya akan mengabulkan permintaan yang sekiranya akan menjadi kebaikan untuk diri kita.

“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla berfirman: “Aku akan mengikuti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdo’a kepada-Ku”. (H.R.Bukhari dan Muslim)

Maksudnya, kalau kita menyangka Allah itu Maha Penyayang, maka Dia akan menyayangi kita. Kalau kita menyangka Allah itu akan mengabulkan do’a kita, maka Dia akan mengabulkannya selama yang kita mintakan itu akan menjadi kebaikan.

4. Berdo’a dengan hati yang mantap Allah akan mengabulkan do’a yang lahir dari hati yang sungguh-sungguh (mantap), karena itu bersungguh-sungguh dan optimislah bahwa do’a kita bakal dikabulkan-Nya.

“Wahai manusia, jika kamu memohon kepada Allah ‘azza wa jalla, mohonlah langsung kehadirat-Nya dengan keyakinan yang penuh bahwa do’amu akan dikabulkan, karena Allah tidak akan mengabulkan do’a yang keluar dari hati yang lalai.” (H.R.Ahmad)

5. Berdo’a dengan kerendahan hati dan suara lembut Kebalikan dari rendah hati adalah sombong. Kalau kita ingin do’a kita dikabulkan, kikislah serta kuburlah sifat-sifat sombong atau takabur. Ketahuilah, Allah hanya akan mengabulkan do’a orang-orang yang rendah hati.

“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf,7 : 55)

Selain dengan rendah hati, berdo’a sebaiknya dilakukan dengan suara yang lembut, karena Allah itu maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Kita tidak perlu berdo’a dengan berteriak. Rasulullah saw. pernah menegur sejumlah shahabat yang berdo’a dengan berteriak-teriak, Sabda Nabi saw.:

“Hai Manusia, sesungguhnya Dzat yang kamu seru itu tidak tuli dan tidak jauh, sesungguhnya Tuhan yang kamu seru itu ada diantara kamu, bahkan diantara leher kamu !” (HR. Muttafaq ‘Alaih)

6. Ulangi Permintaan sebanyak tiga kali Saat berdo’a, Rasulullah saw., suka mengulanginya hingga tiga kali. “Nabi saw., apabila berdo’a, beliau mengulanginya tiga kali, dan apabila meminta, juga mengulanginya tiga kali.” (H.R.Muslim).

7. Iringi do’a dengan ikhtiar (usaha) Do’a dan ikhtiar bagaikan dua sisi dari satu mata uang. Keduanya saling melengkapi, tidak bisa dipisahkan. Kalau kita minta ilmu, barengi dengan belajar, minta harta, dampingi dengan usaha, minta sukses dalam karier, iringi dengan kerja keras, minta kesembuhan, ikuti dengan pengobatan, dan lain-lain.

“…Bekerjalah (berusahalah) kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman akan melihat pekerjaan (ikhtiar)mu itu…” (QS. Attaubah 9:105)

Kesimpulannya, setiap do’a yang kita panjatkan pasti akan dikabulkan Allah swt. Adapun bentuk pengabulannya, ada yang langsung, ada pula yang di tangguhkan hingga beberapa bulan atau tahun, bahkan ada yang ditangguhkan sampai hari akhirat, menjadi deposito pahala di akhirat nanti. Agar do’a berpeluang dikabulkan, kita harus mengawalinya dengan Asmaul Husna, mengucapkan Kalimah Tauhid, berprasangka baik pada Allah, optimis, lakukan dengan rendah hati, ulangi beberapa kali, dan iringi dengan usaha. Inilah tips agar doa kita dikabulkan oleh Allah,

Semoga bisa diamalkan untuk saudaraku semua. Wallahu A’lam.

RUMAHMU ADALAH SURGAMU



Seorang wanita perlu mengetahui bahwa tempat asalnya berdiam adalah dalam rumahnya, dan rumah ini pula yang menjadi tempatnya bekerja. Dalil-dalil dari syariat yang mulia telah menetapkan dan mempersaksikan tentang hal ini, di antaranya:

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman kepada Ummahatul Mukminin:
...
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

“Dan tetaplah kalian tinggal di rumah-rumah kalian.” (Al-Ahzab: 33)

Makna ayat ini, kata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah, adalah perintah untuk selalu menetap dalam rumah. Walaupun sasaran pembicaraan dalam ayat ini ditujukan kepada para istri Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam namun secara makna wanita selain mereka juga termasuk di dalam perintah ini. (Al-Jami’ li Ahkamil Quran, 14/117)

- Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman:

لاَ تُخْرِجُوْهُنَّ مِنْ بُيُوْتِهِنَّ وَلاَ يَخْرُجْنَ

“Janganlah kalian mengeluarkan mereka (istri-istri yang telah ditalak) dari rumah-rumah mereka dan janganlah mereka keluar.” (Ath-Thalaq: 1)

Walaupun ayat di atas berkenaan dengan wanita/ istri yang tengah menjalani masa ‘iddah, namun kata ulama, hukumnya tidaklah khusus bagi mereka namun juga berlaku bagi wanita yang lain. (Daurul Mar’ah fi Tarbiyatul Usrah, Asy-Syaikh Shalih bin Abdillah Alu Fauzan, hal. 1.)

Pelajaran dari kisah antara Nabi Musa 'alaihissalam dengan dua orang wanita di Madyan, yang Allah kisahkan kepada kita dalam Tanzil-Nya:

وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُوْنَ وَوَجَدَ مِنْ دُوْنِهِمُ امْرَأتَيْنِ تَذُوْدَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لاَ نَسْقِيْ حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُوْنَا شَيْخٌ كَبِيْرٌ. فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ. فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِيْ يَدْعُوْكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لاَ تَخَفْ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْن. َقَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَاأَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ اْلأَمِيْنُ

“Tatkala Musa sampai di sumber air negeri Madyan, di sana ia menjumpai sekumpulan orang yang sedang meminumkan ternak mereka dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat ternaknya. Musa berkata: ‘Apa maksud kalian berbuat begini, kenapa kalian tidak ikut meminumkan ternak kalian bersama mereka?’ Kedua wanita itu menjawab: ‘Kami tidak dapat meminumkan ternak kami sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan ternak mereka, sedangkan ayah kami1 telah berusia lanjut.’ Maka Musa memberi minum ternak itu untuk menolong keduanya, kemudian ia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu sembari berjalan dengan malu-malu, ia berkata: ‘Ayahku memanggilmu untuk membalas kebaikanmu memberi minum ternak kami.’ Maka tatkala Musa mendatangi ayahnya, ia menceritakan kisah dirinya. Syu’aib pun berkata:
‘Janganlah takut, engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu (Fir’aun dan pengikutnya).’ Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: ‘Wahai ayahku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja pada kita, karena sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil untuk bekerja pada kita adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya’.” (Al-Qashash: 23-26)

Karena sifat wara dan takwa yang ada pada keduanya, kedua wanita ini enggan untuk bercampur (ikhtilath) dengan para penggembala tersebut. Adapun keduanya keluar rumah untuk memberi minum ternaknya adalah karena darurat, di mana sang ayah telah berusia senja sehingga tak mampu lagi mengurus ternak yang ada. Perjumpaan dengan Nabi Musa 'alaihissalam membuahkan gagasan di benak salah seorang dari wanita tersebut bahwa telah tiba saatnya untuk mengembalikan perkara pada tempat yang semestinya, ia pun berkata kepada sang ayah: “Wahai ayahku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja pada kita, karena sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil untuk bekerja pada kita adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” Sang ayah pun menyambut usulan putrinya, kemudian berkata kepada Nabi Musa:

قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنْكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَى أَنْ تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِنْدِكَ وَمَا أُرِيْدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

“Berkatalah sang ayah: ‘Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan engkau dengan salah seorang dari kedua putriku ini, atas dasar engkau bekerja denganku selama delapan tahun dan jika engkau cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah suatu kebaikan darimu, aku tidaklah hendak memberatkanmu. Dan engkau Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik’.” (Al-Qashash: 27) [Daurul Mar’ah, hal. 1]

Shalat di masjid sebagai satu amalan yang utama disyariatkan kepada kaum lelaki, banyak pahala akan diraih terlebih bila shalat itu dilakukan di Masjid Nabawi. Namun ternyata bersamaan dengan itu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan kaum wanita untuk shalat di rumah mereka. Ketika istri Abu Humaid As-Sa’idi datang kepada beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam seraya menyatakan: “Wahai Rasulullah, aku senang shalat berjamaah bersamamu.” Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:

قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّيْنَ الصَّلاَةَ مَعِيْ, وَصَلاَتُكِ فِيْ بَيْتِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِيْ حُجْرَتِكِ, وَصَلاَتُكِ فِي حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلاَتِكِ فِي دَارِكِ, وَصَلاَتُكِ فِيْ دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ, وَصَلاَتُكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِن ْصَلاَتِكِ فِي مَسْجِدِيْ

“Sungguh aku tahu engkau senang shalat jamaah denganku, namun shalatmu di ruang yang khusus yang ada di rumahmu lebih baik bagimu daripada shalatmu di kamarmu, shalatmu di kamarmu lebih baik daripada shalatmu di rumahmu, shalatmu di rumahmu lebih baik daripada shalatmu di masjid kaummu dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik daripada shalatmu di masjidku.” (HR. Ahmad, 6/371, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah, hal. 155)

Bila seorang wanita tetap tinggal di rumahnya, ia akan bisa menunaikan tugas-tugas dalam rumahnya, memenuhi hak-hak suaminya, mendidik anak-anaknya dan membekali dirinya dengan kebaikan. Sementara bila seorang wanita sering keluar rumah, ia akan menyia-nyiakan sekian banyak kewajiban yang dibebankan kepadanya. (Nashihati Lin Nisa’, Ummu Abdillah Al-Wadi‘iyyah, hal. 101)

Wallahu'alam... Semoga bermanfaat.

Salam ukhuwah selalu... :)