Rabu, 28 Desember 2011

Istikharah yang Terlupa


"Kamu udah yakin ya neng, mau masuk FK UGM???" tanyaku. "Enak ya, udah jelas arah dan tujuannya." Sahut temanku yang lain.
"Iya mae, do'ain ya...." jawabnya.

Hehe, itulah kira tema pembicaraan yang sering diucapkan saat kelas 3 SMA ini. Sebagian sudah tau mau pilih universitas dan fakultasnya. Dan sebagian lagi masih memenuhi otaknya dengan obsesi-obsesi besar yang akan dicapai. Namun ada pula yang tak jelas ke mana arah dan tujuannya nanti. (Gubrak,, parah yak.....). Contohnya : AKU.

Tiap ada waktu senggang, kami masih sering asyik-asyik berangan-angan, berbagi cerita dari kakak kelas terdahulu, dan berbagi informasi mengenai universitas.

"Waduh,, kira-kira, aku mau masuk mana ya?"
"Kamu suka pelajaran apa mae?"
"Kalau suka sih kimia"
"Kalau nggak farmasi, kimia murni, teknik kimia, atau FKIP..."
"Tapi, kalau farmasi tanggung, enak ambil kedokteran. Kimia murni sama teknik kimia, nggak boleh sama ummi. FKIP, nggak mau ah, jadi guru atau dosen."
"Terus, mau masuk apa??'' "Itu dia, aku bingung."

Aku terlalu sering menanyakan hal itu kepada teman-temanku. Tapi aku belum puas mendapatkan jawaban dari mereka. Suatu hari, barulah teringat oleh ku untuk melakukan shalat istikharah. Shalat yang selama ini terlupa karena sedari dulu aku belum pernah melaksanakannya. Karena aku belum pernah merasakan keraguan yang amat sangat. Shalat yang bukan hanya dilakukan oleh orang yang sedang dikhitbah saja....

Oalah, kenapa aku terlupa akan luasnya ilmu-Mu ya Rabb...... Yang hanya Engkaulah yang mengetahui baik buruknya untuk diriku.

Istikharah = memohon agar dipalingkan perhatian kepada apa yang dipilih Allah Swt. Untuk shalat istikharah, sama halnya dengan shalat sunnah dua rakaat biasa. Bebas memilih bacaan ayat Qur’an seusai Al-Fatihah. Tidak ada dalil kuat yang mengkhususkan bacaan ayat Qur’an dalam salat istikharah. Yang khusus hanyalah doa istikharah;
Allaahumma, innii astakhiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratik. Wa as-aluka min fadhlikal ‘azhiimi, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyuub. Allaahumma, in kunta ta’lamu anna haadzal amra khairul lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii, faqdurhu lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiih. Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amra syarrul lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii, fashrifhu ‘annii, washrifnii ‘anhu, waqdur liyal khaira haitsu kaana, tsumma radhdhinnii bih.
Terjemah doa istikharah:
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan [yang tepat] kepada Engkau dengan ilmu [yang ada pada]-Mu, dan aku memohon kekuasaan-Mu [untuk menyelesaikan urusanku] dengan kodrat-Mu.


Dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, dan Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib.


Ya Allah, sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih baik pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.
Dan sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih buruk untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih buruk pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.

Doa istikharah itu boleh diucapkan secara hafalan atau pun dari lembaran kertas. Doa itu dapat dibaca di dalam salat atau pun sesudah salat.

Bagi yang berhalangan (misalnya lantaran haid), istikharahnya cukup dengan baca doa istikharah tanpa salat.

Seusai istikharah, kerjakan pilihan sesuai kecenderungan hati sanubari [atau akal sehat]. Tidak perlu menanti mimpi. Bila kurang mantap, lakukan istikharah lagi.

copas tata cara shalatnya dari:

http://salatsmart.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar