Rabu, 28 Desember 2011

Hadiah Syukur Untuk -Mu


Tiap-tiap yang diciptain sama Allah itu hebat. Allah nggak mungkin buat sesuatu yang sia-sia. Percaya deh. Mau bukti ???

Manusia terpendek di dunia, awalnya mereka berpikir untuk apa diciptakan Tuhan sekecil dan sependek itu. Tapi akhirnya, mereka-mereka yang pendek tersebut bisa mensyukuri kekurangannya yang lantas menjadi suatu kesyukuran. Mereka bisa mendapatkan rekor dunia, dianggap orang unik, terkenal. Bukankah begitu...???

Pun sebaliknya manusia yang tertinggi. Di balik ketinggiannya, orang-orang yang di sekitarnya bisa dibuat susah. Mau buat ukuran pakaian yang gede, sandal yang gede, nyiapin makanan yang porsinya lebih besar. Wahh, gawat juga kan??

Dalam surat Ar-Rahman, berkali-kali Allah mengulang kalimat "Maka nikmat mana lagi yang akan kamu dustakan??"

Apakah kurang, pengertian dan pengajaran yang Allah berikan kepada kita?

Allah ciptakan yang buta, begitu banyak kebaikan padanya. Ia dijauhkan dari maksiat mata yang menuntun pada zina. Ia diberikan kesempatan lebih besar untuk menjadi salah satu penjaga kitab-Nya. Luas samudra waktunya, memberikan kesempatan bagi mereka. untuk berkarya dengan kekurangangannya. Ia bisa besar dengan sabar. Bisa besar dengan kekurangan. Bisa besar dengan syukur. Bukankah Allah lebih sayang pada mereka. Kurangnya mata mereka di dunia, Allah menggantinya sepasang mata indah nan jernih di Surga. Berbahagialah yang buta, Allah berbahagia menunggu anda di surga.

Untuk yang tidak merasakan nikmat pendengaran di dunia, Allah sayang kepada kalian saudaraku. Allah tidak ingin kalian mengetahui kedengkian karena kami saling menghina. Membenci, menoreh cicip-cicip luka pada saudara sendiri. Kalian dijaga Allah mendengar sesuatu yang haram. Andai kalian tahu, dunia ini penuh dengan kata-kata yang tidak ada dalam kamus. Banyak di antara kami yang seenaknya membuat sendiri dan diperdengarkan pada sesamanya. Mereka terlalu bangga.... Mereka senang membuat yang lain terluka. Aku pun terluka bila mendengarnya. Bahkan aku coba pula mendengarkannya pada temanku. Beruntunglah kalian, beruntunglah kalian yang bertelinga, Allah telah menyimpan telinga kalian agar hanya mendengarkan untaian kata para penghuni surga.

Saudara-saudariku yang bisu, hadirkan syukur mu pada Allah. Allah menjaga lisan mu dari berkata yang dusta, kata-kata yang sia, kata yang memancing murka-Nya, kata yang mengandung fitnah. Hei, indah bukan nikmat itu?

Lihatlah kami yang Allah cukupkan nikmat kesempurnaan itu. Mata kami diciptakan indah oleh-Nya. Bukannya kami syukuri dengan melahap kenyang pesan-pesan yang disampaikan-Nya melalui jibril, tapi kami gunakan untuk melahap gambar2 yang memuas nafsu, melihat yang haram, berdecak indah atas senandung alam ciptaan Allah, namun lupa dengan kata "Subhanallah".

Telinga kami pun begitu adanya. Ia penaka stasiun relay yang setiap ada di mana pun, menangkap gelombang elektromagnet dan dibungkus dalam modulasi frekuensi. Mendengar setiap kesalahan sesama, dibungkus dan diberikan pada yang lainnya. Tak ubahnya ia merupakan bekal dalam kotak makanan yang siap di bawa ke sekolah setiap hari. Telinga kami pun entah mengapa selalu siap mendengar lagu-lagu jahiliyah yang ditiupkan orang-orang barat secara perlahan dengan arogansinya. Padahal ada kaset-kaset murattal Al-Qur'an yang bisa memberi percikan-percikan keindahan dalam suaka rahmat dan maghfirah Allah. Selalu saja, dipendam dalam rak-rak kaset sebagai koleksi rumahan.

MasyaAllah, yang satu ini pun, kadang tak terkalahkan peri-nya. "LISAN". Ada yang bilang, karena lidah tak bertulang lah, ataupun sebagainya. Intinya mengisyaratkan kalau ia memang benar-benar berbahaya. Ghibah, fitnah, namimah selalu mendominasi keinginannya untuk dilakukan. Padahal dalam hadits arba'in, kita sudah sering mendengar "...Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam". Kalau kita merujuk kepada hadits ini, apakah kita benar-benar telah dikatakan "Beriman" kepada Allah dan yaumil akhir-Nya?? Sedikit sekali orientasi yang bisa kita berikan melalui karunia Allah yang satu ini. Padahal ada kekuatan luar biasa darinya.

Rasulullah bisa mengubah dunia, bukankah dengan seruannya atas izin Rabb-Nya?? Disamping akhlaq karimahnya.
Syekh Ahmat Deedat, ia adalah seorang kristolog muslim yang berdebat dan mematahkan argumen-argumen musuh islam dengan lisannya.
Guru pun menguraikan ulasan-ulasan ilmunya, agar kelak anak didiknya menjadi seorang yang berguna. Dengan lisan kah???

Malaikat Jibril datang kepada Nabi Saw, lalu berkata,
"Hai Muhammad, hiduplah sesuka mu namun engkau pasti mati. Berbuatlah sesuka mu namun engkau pasti akan diganjar, dan cintailah siapa yang engkau sukai namun pasti engkau akan berpisah dengannya. Ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin tergantung shalat malamnya dan
kehormatannya tergantung dari ketidakbutuhannya kepada orang lain." (HR. Ath-Thabrani)



sumber:http://pengagum-mimpi.blogspot.com/2010/09/petualangan-syawal-ketiga-dan-nikmatnya.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar