Rabu, 28 Desember 2011

Berdialog dengan “SATU DETIK”




Pada suatu hari aku duduk dan menghadapkan hati ini kehadirat Allah sambil menyesali rentangan usia yang telah kulalui. Kupanggil satu detik waktu dari hidupku. Aku katakana kepadanya:
@Aku harap agar engkau mau kembali kepadaku, supaya aku dapat menggunakanmu untuk kebajikan.

#Sesungguhnya tidak ada waktu yang sudi berkompromi untuk berhenti

@Wahai detik……. Aku memohon, kembalilah kepadaku agar aku dapat memanfaatkanmu dan mengisi kekuranganku pada dirimu

#Bagaimana aku dapat kembali kepadamu, padahal aku telah tertutup oleh perbuatanmu?

@Coba lakukan hal yang mustahil itu dan kembalilah kepadaku! Betapa banyak detik-detik selainmu yang juga kusia-siakan.

#Seandainya kekuasaan ada di tanganku, pastilah aku kembali kepadamu, namun tiada kehidupan bagiku. Dan aku terlipat oleh lembaran-lembaran amalmu dan diserahkan kepada Allah SWT

@Apakah mustahil, jika engkau kembali kepadaku, padahal saat ini engkau sedang berbicara kepadaku?

#Sesungguhnya detik-detik dalam kehidupan manusia, ada yang dapat menjadi kawan setianya dan adakalanya ia menjadi musuh besarnya. Aku adalah detik-detik yang menjadi musuhmu dan yang akan menjadi saksi atasmu di hari Kiamat kelak. Mungkinkah akan bertemu, suatu orang yang saling bermusuhan?

@Duhai, alangkah menyesalnya aku. Betapa aku telah sering menyia-nyiakan detik-detik dalam perjalanan hidupku! Tetapi sekali lagi kumohon sekiranya engkau sudi kembali kepadaku, niscaya aku akan beramal shaleh “di dalammu” yang pernah kutinggalkan.

Maka detik itu pun terdiam, tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Aku lantas memanggilnya:

@Wahai detik, tidakkah engkau dengar panggilanku?? Kumohon jawablah…

#Wahai orang yang lalai akan dirinya, wahai orang yang yang menyia-nyiakan waktunya…Tahukah engkau, saat ini, demi mengembalikan satu detik saja, engkau telah menyia-nyiakan beberapa detik dari umurmu. Mungkinkah engkau dapat mengembalikan mereka pula?? Namun aku hanya berpesan kepadamu,”Sesungguhnya segaala perbuatan yang baik itu menghapuskan(dosa) segala perbuatan yang buruk.

(Izin copas ya,, dari buku Efisiensi Waktu, oleh Jasiem M. Badr al-Muthawi’)

Setelah kita menyimak dialog tersebut, sadar kah kita. Sudah berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk melakukan hal yg tidak penting?? (dengerin lagu jahiliyah, baca novel yg tema2 y seputar cinta, dllsb, gangguin tmen) Bukan hanya sekedar sedetik atau beberapa detik,, kalau kita hitung, tidur kita tiap hari saja sudah 8jam dri 24 jam, berarti 1/3 hari kita hanya untuk tidur,, dan sampai usia kita berakhir kita, kita juga sudah menghabiskan 1/3 usia kita sekedar “TIDUR”, belum lagi kalau kita punya jam tidur tambahan di siang hari.

Waahhh….. waktu ibadah kita mana?? Coba deh, hitung, tiap hari shalat 5 kali X 5 menit=25 menit. Itu hanya sepersedikit dari 1 hari kita. Syukur deh kalau kita punya waktu tambahan untuk ibadah. Atau kita sering terlupa,, hidup kita di dunia sebenarnya,, prioritasnya untuk akhirat kita teman…..

Apa kita juga lupa kalau syurga itu indah??? Rugi dunk, kalau kita di dunia bahagia, tapi di akhirat sengsara ( bener kan??)

“Dan mereka berkata, “Sekiranya kami mau mendengar (petunjuk yg baik) atau menggunakan akal, niscaya tidaklah kami termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala (Al-Mulk:10)

Semoga kita tidak termasuk golongan orang2 tsb. Aamiin ya Rabb..

Ada baiknya waktu yang kita miliki kita manfaatkan sebaiknya. Seperti menolong orang lain dalam kebaikan, bergabung dengan orang-orang yg shaleh (seperti lagunya si Opick,,) ,mengikuti sunnah nabi, memakmurkan masjid(At-Taubah:18), tilawah, membaca.

Dan hasil yang kita peroleh dg memanfaatkan waktu, kita akan mendapatkan pahala, selain itu ilmu jika kita memanfaatkannya u/ menambah ilmu. Karena sebenarnya Allah itu lebih menyukai orang-orang yang beriman dan berilmu (Al-Mujadilah:11)

So,, manfaatin waktu yang kita punya untuk mendapatkan pahala, ilmu, juga membangun potensi yang ada pada kita. Ok???


Tidak ada komentar:

Posting Komentar