Rabu, 28 Desember 2011

Akasia Ramadhan yang Menyeruak Rindu


Yang kutahu hanya kesedihan saat mendengar berita itu. Yang kusesali kenapa tidak dari dulu ku tetap di sisinya, mengayominya, mendengarkan seluruh curhatan, kisah, atau apalah yang sering ia katakan bila aku datang.

Kini baru kusadari, aku benar-benar mencintainya setelah Rabbku, Rasulku, ummi dan abiku. Bahkan sering kurasakan, ia lebih mencintaiku dari pada orang tuaku. “Ya Allah, aku cinta dia....... “ Jujur, sering bulir air mata ini jatuh tak sengaja karena kini ia telah pergi. Bahkan aku sering memiliki harapan konyol, kenapa Allah tidak menghidupkan ia kembali. Tapi sangat kuyakin itu tak mungkin. Karena kutahu dari Yang Maha Mencinta Hamba-Nya, yang lebih mencintaiku darinya, sesungguhnya “Kullu nafsin dzaa iqatul maut”.

Aku sering berusaha sekuat tenaga menegarkan diriku,, mengusap-usap tetesan kesedihan dengan punggung tanganku, memohonkan kebaikan untuk dirinya. Agar kelak ku dipertemukan dengannya. Kusadari kusering berlarut-larut dalam ujian yang diberi-Nya.

Tak kusangka, ramadhan lalu, adalah ramadhan terakhir kubersamanya. Bersama-sama membangun tumpukan amal, merajut indahnya emas cinta bersama dengan-Nya, saling memotivasi tentang hakikat indahnya bulan itu. I Love You Because of Allah....



sumber : http://pengagum-mimpi.blogspot.com/2010/07/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar